LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

Menguak Fakta Keberadaan Pintu Gerbang Majapahit di Pati, Simpan Cerita Menarik

Pintu gerbang Majapahit merupakan pintu masuk menuju pusat peradaban besar itu. Bila pusat kerajaannya berada di wilayah yang kini bernama Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, pintu gerbangnya berada jauh di sebelah barat, tepatnya di Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo, Pati, Jawa Tengah.

2023-03-19 12:30:00
Jateng
Advertisement

Pada era dahulu, Majapahit merupakan kerajaan yang amat besar. Wilayah kekuasaannya meliputi hampir seluruh Nusantara. Kekuatan perangnya disegani.

Pintu gerbang Majapahit merupakan pintu masuk menuju pusat peradaban besar itu. Bila pusat kerajaannya berada di wilayah yang kini bernama Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, pintu gerbangnya berada jauh di sebelah barat, tepatnya di Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo, Pati, Jawa Tengah.

Lalu seperti apa kisah di balik pintu gerbang Majapahit ini? berikut selengkapnya:

Advertisement

Asal Usul Pintu Gerbang Majapahit

©Keluarga Arif Com ID

Advertisement

Bagaimana bisa Pintu Gerbang Majapahit ada di Pati? Di samping tempat peninggalan itu, ada sebuah plang yang menceritakan asal usul pintu tersebut.

Dikutip dari Liputan6.com, alkisah dulu hiduplah seorang bernama Raden Bambang Kebo Nyabrang yang merupakan anak Sunan Muria. Namun ia tidak diakui oleh ayahnya sendiri karena sejak kecil diasuh oleh kakeknya. Demi mendapat pengakuan dari sang ayah, Kebo Nyabrang ditugaskan untuk membawa Pintu Gerbang Majapahit dari pusat kerajaannya.

Saat itu Pintu Gerbang Majapahit yang berada di Mojokerto harus dipindah menuju Gunung Muria dalam waktu semalam. Namun rupanya bukan hanya Sunan Muria yang menginginkan pintu gerbang tersebut.

Pertarungan Besar

©Keluarga Arif Com ID

Murid Sunan Ngerang yang bernama Raden Ronggo rupanya juga menginginkan pintu tersebut. Sebab pintu itu menjadi syarat untuk mempersunting putri Sunan Ngerang bernama Roro Pujiwat. Namun Raden Ronggo kecewa karena Pintu Gerbang Majapahit telah dibawa Kebo Nyabrang ke Gunung Muria.

Raden Ronggo kemudian mengejar Kebo Nyabrang untuk meminta pintu. Kebo Nyabrang tidak memberinya, karena itulah peperangan terjadi. Sunan Muria yang melihat dua orang yang sedang bertarung itu kemudian turun melerai mereka.

Konservasi Pintu Gerbang Majapahit

©Keluarga Arif Com ID

Pintu Gerbang Majapahit terbuat dari kayu yang memiliki ukiran. Oleh karena itu berbagai usaha konservasi terus dilakukan dari waktu ke waktu. Salah satu usaha konservasi itu adalah pengawetan. Pengawetan bertujuan untuk memperpanjang umur pemakaian kayu, sehingga kayu dapat bertahan dalam waktu yang lama tanpa penggantian komponen yang terlalu sering.

Apalagi saat ini Pintu Gerbang Majapahit sudah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kabupaten Pati. Kayu jati murni yang menjadi bahan utama pintu gerbang itu menggambarkan era kejayaan Majapahit sebagai pusat peradaban Nusantara.

(mdk/shr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.