LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

Menguak Fakta 5 Candi Paling Misterius di Jogja, Ada yang Letaknya Terpencil di Hutan

Di kawasan Yogyakarta dan sekitarnya terdapat banyak peninggalan candi. Banyak candi-candi yang telah dikenal banyak orang, katakanlah Candi Prambanan, Candi Ratu Boko, dan Candi Ijo. Namun masih banyak candi-candi lain yang wujudnya tak utuh. Fakta mengenai candi-candi itu masih belum banyak dikuak ilmuwan.

2023-01-23 08:41:00
DIY
Advertisement

Di kawasan Yogyakarta dan sekitarnya terdapat banyak peninggalan candi. Hal ini menyiratkan bahwa dulunya tempat ini adalah pusat peradaban Kerajaan Mataram Hindu.

Banyak candi-candi yang telah dikenal banyak orang, katakanlah Candi Prambanan, Candi Kalasan, Candi Sambisari, Candi Ratu Boko, dan Candi Ijo. Namun masih banyak candi-candi lain yang wujudnya tak utuh.

Keberadaan candi-candi yang tak utuh inilah yang keberadaannya masih menjadi misteri dan memunculkan pertanyaan di kalangan ilmuwan. Hingga kini candi-candi tersebut masih diteliti oleh para ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu untuk menguak fakta-fakta sejarah yang terkubur.

Advertisement

Berikut ini kami sajikan lima candi paling misterius di Jogja, dikutip dari kanal YouTube Asisi Channel:

Candi-nya Kaum Cendekiawan

Advertisement

©YouTube/Asisi Channel

Candi Morangan adalah candi yang letaknya paling utara di Daerah Istimewa Yogyakarta. Letaknya berada di tepi Sungai Gendol. Situs candi ini terdiri dari satu candi induk dan satu candi pengiring. Namun bangunan candi itu telah runtuh. Keberadaan yoni dan arca nandi di sana menyiratkan kalau candi itu berlatar agama Hindu Siwa.

Berbagai relief candi juga tampak tergores di dindingnya. Namun yang menarik perhatian adalah relief sekelompok pertapa yang membawa pustaka lontar yang diikat. Selain itu banyak relief sosok agamawan dengan pakaian sederhana.

Dari temuan-temuan itu, muncul dugaan kalau Candi Morangan adalah candi khusus bagi para kaum cendekiawan Mataram Kuno atau candi kadewaguruan. Banyak sejarawan meyakini, di tiap kadewaguruan banyak tersimpan lontar yang tak hanya memuat pelajaran agama, namun juga pelajaran medis, astronomi, geologi, politik, hingga arsitektur.

Candi yang Letaknya Terpencil di Tengah Hutan

©YouTube/Asisi Channel

Beranjak jauh ke selatan, ada sebuah candi yang letaknya sangat terpencil. Namanya Candi Miri. Letaknya memang tidak jauh dari candi-candi yang sudah terkenal yaitu Candi Ratu Boko dan Candi Ijo. Namun akses menuju Candi Miri terbilang sulit.

Untuk menuju ke sana, pengunjung harus berjalan kaki melalui jalan setapak menanjak. Jaraknya cukup jauh melewati pepohonan tanpa ada rumah penduduk. Saat tiba di Candi Miri, tampak bangunan candi itu sudah tak berbentuk. Ada tiga yoni di halaman candi, satu di antaranya masih utuh dengan lingganya.

Candi Miri memiliki teras berundak, sama halnya dengan Candi Barong dan Candi Ijo. Namun dibandingkan dua candi itu, kesejarahan Candi Miri masih misterius. Paling tidak adanya lingga dan yoni di sana menyiratkan bahwa candi itu beraliran Hindu Siwa.

Candi Tanpa Identitas

©YouTube/Asisi Channel

Candi Klodangan berada di Desa Klodangan, Kecamatan Berbah, Sleman. Candi ini terhampar 1,2 meter di bawah permukaan tanah.

Tak ada bangunan yang utuh, yang terhampar di bawah sana hanyalah batu-batu candi yang hampir berserakan. Walaupun jelas batuan yang terhampar di sana merupakan sisa-sisa candi, namun tak ada temuan lain.

Bahkan belum ada yang menduga corak keagamaan dari Candi Klodangan. Di sana juga tak ditemukan relief ataupun arca yang tertinggal.

Candi Tempat Hajatan Nikah

©YouTube/Asisi Channel

Tak jauh dari Candi Klodangan, terdapat situs candi bernama Candi Mantup. Tak ada bangunan candi yang tampak utuh di sana. Yang tersisa hanyalah tiga kaki candi yang ukurannya kecil. Di halamannya terdapat batu candi dan juga yoni yang menandakan kalau candi itu beraliran Hindu Siwa.

Satu hal yang menarik dari candi itu adalah ditemukannya arca dewa-dewi pada candi kedua. Arca itu disebut pula Kalyanasundaramurti, yang menggambarkan perkawinan antara Dewa Siwa dan Dewi Parwati.

Ditemukannya arca itu memunculkan pendapat tentang fungsi Candi Mantup, yaitu sebagai tempat melangsungkan upacara perkawinan.

Candi-nya Orang Kaya

©YouTube/Asisi Channel

Candi Gampingan berada di Kecamatan Piyungan, Bantul. Letaknya sebenarnya tak jauh dari Candi Klodangan. Candi itu terletak di bawah permukaan tanah. Dulunya diduga terdapat tujuh candi di situs tersebut, di mana kini yang tampak adalah satu candi induk yang sudah runtuh.

Meski begitu, di sana dulu ditemukan tiga arca Tathaga Buddha Wairocana dari bahan perunggu, satu fragemen arca Buddha Aksobhya berbahan keramik, dan satu arca Bodhisatwa Candraprabha Lokeswara dari batu andesit. Tak cukup sampai di situ, ditemukan pula artefak emas berupa delapan miniatur dan sebuah cincin.

Semua temuan itu sudah diamankan di Museum Sejarah Purbakala Pleret. Dari temuan-temuan tersebut, bisa disimpulkan bahwa candi itu bercorak Budha Mahayana.

Yang dipuja di Candi Gampingan adalah Dewa Jambhala, yang disebut sebagai dewa kekayaan. Dalam keyakinan Budha, bila dewa itu dipuja dengan praktik dan mantra, maka dipercaya bisa menghapus kemiskinan dan bisa membuat keuangan mapan.

(mdk/shr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.