Mengenal Sindrom Mythomania dan Gejalanya, Kebiasaan Berbohong secara Kompulsif
Sindrom mythomania adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kecenderungan seseorang untuk berbohong secara berlebihan. Seseorang dengan mythomania mungkin mengubah atau membuat fakta-fakta untuk mendapatkan perhatian atau keuntungan pribadi. Sindrom ini juga dikenal dengan istilah sindrom pembohong.
Bohong adalah salah satu sikap tidak baik yang perlu dihindari. Ini adalah sikap di mana Anda tidak berkata atau bertindak secara jujur sesuai dengan apa yang terjadi. Semakin sering Anda berbohong, tentu ini akan mempengaruhi bagaimana orang lain menilai Anda secara individu.
Meskipun termasuk hal umum yang dapat dilakukan oleh siapa saja, namun terdapat beberapa orang yang cenderung melakukan hal ini sebagai kebiasaan. Bahkan, seseorang bisa berbohong secara kompulsif atau terus menerus, atau yang sering disebut dengan sindrom mythomania.
Sindrom mythomania adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kecenderungan seseorang untuk berbohong secara berlebihan. Seseorang dengan mythomania mungkin mengubah atau membuat fakta-fakta untuk mendapatkan perhatian atau keuntungan pribadi. Sindrom ini juga dikenal dengan istilah sindrom pembohong.
Walaupun tidak diakui sebagai salah satu gangguan mental, namun sindrom ini perlu diwaspadai. Sebab, ini bukan suatu kebiasaan bohong biasa, di mana penderitanya perlu mendapatkan penanganan yang tepat dari profesional. Jika tidak dikelola dengan baik, dikhawatirkan sindrom ini dapat mempengaruhi kepribadian seseorang yang berdampak pada kehidupan sosialnya di masyarakat. Berikut, penjelasan pengertian, gejala, penyebab, hingga cara mengatasi sindrom mythomania, bisa disimak.
Gejala Sindrom Mythomania
Mythomania adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kecenderungan seseorang untuk berbohong secara berlebihan. Sindrom ini juga dikenal dengan beberapa istilah lain seperti "sindrom pembohong" atau "gangguan pembohongan berlebihan."
©2018 Merdeka.com
Seseorang dengan mythomania mungkin mengubah atau membuat fakta-fakta untuk mendapatkan perhatian atau keuntungan pribadi. Selain itu, orang yang mengalami kondisi ini juga mungkin mengalami masalah emosional atau psikologis yang mendasar, seperti masalah kepercayaan diri, masalah kepribadian, atau masalah emosional yang mendasar.
Berikut beberapa gejala sindrom mythomania yang perlu dikenali:
- Membuat kisah-kisah yang tidak benar secara sengaja
- Menciptakan karakter atau identitas yang tidak benar
- Menimbulkan kesan yang tidak benar tentang diri sendiri atau kelompoknya
- Menolak untuk mengakui bahwa kisah-kisah atau pernyataannya salah meskipun dibuktikan dengan fakta
- Membuat pernyataan yang tidak benar dengan keyakinan yang kuat pada kebenarannya
- Menimbulkan perasaan yang tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya
- Mengeluh tentang masalah yang tidak benar atau membuat masalah yang tidak benar
- Meminta dukungan atau simpati untuk masalah yang tidak benar.
Penyebab Sindrom Mythomania
Setelah mengetahui gejala sindrom mythomania, berikutnya akan dijelaskan hal-hal yang menyebabkan kondisi ini. Secara umum, penyebab pasti dari kondisi sindrom mythomania belum diketahui hingga kini. Namun, terdapat beberapa faktor yang dinilai dapat mempengaruhi seseorang terkena sindrom berbohong secara berlebihan ini.
Beberapa faktor penyebab dari sindrom mythomania adalah sebagai berikut:
- Faktor biologis: beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada kaitan antara mythomania dan aktivitas otak yang abnormal di area yang berkaitan dengan perhatian, memori, dan pemrosesan informasi.
- Faktor psikologis: seseorang yang menderita mythomania mungkin mengalami masalah kepercayaan diri, masalah kepribadian, atau masalah emosional yang mendasar.
- Faktor lingkungan: tekanan sosial atau lingkungan yang tidak stabil dapat memicu mythomania.
- Faktor genetik: beberapa penelitian menunjukkan bahwa mythomania mungkin berhubungan dengan faktor genetik, yaitu riwayat keluarga dengan kondisi yang sama.
Cara Mengatasi Sindrom Mythomania
Setelah memahami gejala dan penyebabnya, terakhir akan dijelaskan bagaimana cara mengatasi sindrom mythomania. Pertama, tentu Anda perlu memastikan terlebih dahulu dengan berkonsultasi dengan psikolog profesional, apakah sikap kebiasaan bohong Anda itu dapat tergolong sindrom mythomania.
Jika kondisi sudah terkonfirmasi masuk sebagai sindrom mythomania, maka Anda bisa mengambil beberapa langkah perawatan sebagai berikut:
- Terapi: Terapi dapat membantu seseorang untuk mengejar masalah emosional atau psikologis yang mendasar yang mungkin memicu mythomania. Terapi juga dapat membantu seseorang untuk belajar cara untuk mengatasi tekanan dan meningkatkan kepercayaan diri.
- Terapi Kognitif-Perilaku (CBT): CBT dapat membantu seseorang untuk mengidentifikasi dan mengubah pola pikir yang tidak sehat yang mungkin memicu mythomania.
- Terapi Meditatif: Terapi meditatif seperti yoga atau meditasi dapat membantu seseorang untuk mengatasi stres dan meningkatkan konsentrasi.
- Terapi Kelompok: Terapi kelompok dapat membantu seseorang untuk belajar dari pengalaman orang lain dan mendapatkan dukungan sosial.
- Medikasi: Beberapa obat dapat digunakan untuk mengatasi mythomania, namun perlu diingat bahwa obat-obatan ini harus digunakan sesuai dengan resep dan saran dokter.
Itu adalah beberapa cara perawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi mythomania. Beberapa cara ini dapat membantu Anda mengelola gejala sehingga Anda bisa berfungsi dengan baik di kehidupan sosial.
Namun, perlu diingat bahwa setiap individu mungkin memerlukan pendekatan yang berbeda-beda dan perlu konseling atau bantuan profesional untuk mengatasi masalah ini. Selain itu, hanya sekali perawatan juga tidak akan menjamin proses penyembuhan. Sehingga setiap orang harus sabar dan terus berkomitmen untuk melakukan terapi agar dapat mengelola gejala dengan baik.