LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

Mengenal Penyebab Leptospirosis, Penyakit Musim Hujan yang Perlu Diwaspadai

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira interrogans ini disebarkan melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi bakteri tersebut. Biasanya, penyakit ini bisa menyerang manusia melalui paparan air atau tanah.

2020-11-12 14:00:00
penyakit musim hujan
Advertisement

Seperti yang sudah diketahui, banyak sekali manfaat yang didapat ketika musim hujan datang. Pasalnya, air adalah sumber kehidupan yang setiap hari manusia butuhkan. Tak terkecuali bagi mereka yang tinggal di wilayah tandus dan gersang, tentunya musim hujan sangat dinantikan.

Meski begitu, musim hujan juga terkadang memiliki sisi negatif. Hujan lebat disertai angin dan petir tak jarang menjadi malapetaka bagi semua makhluk hidup di muka bumi ini. Salah satu hal yang paling menakutkan saat musim hujan adalah datangnya sambaran petir.

Tak hanya sambaran petir yang setiap saat bisa membahayakan nyawa seseorang, musim hujan juga bisa mendatangkan berbagai macam penyakit. Terutama bagi mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, maka dengan mudah terserang beragam penyakit. Salah satu jenis penyakit musim hujan yang biasa dialami oleh penderita adalah leptospirosis.

Advertisement

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira interrogans ini disebarkan melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi bakteri tersebut. Biasanya, penyakit ini bisa menyerang manusia melalui paparan air atau tanah. Adapun beberapa jenis hewan yang bisa membawa bakteri ini antara lain anjing, tikus, dan ternak seperti sapi.

Lantas, apa sebenarnya penyebab leptospirosis dan bagaimana cara mengatasinya? Simak ulasannya yang merdeka.com lansir dari Healthline berikut ini:

Advertisement

Mengenal Penyakit Leptospirosis

©2015 Merdeka.com/shutterstock

Seperti yang sudah diketahui, leptospirosis merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira interrogans yang disebarkan melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi bakteri. Seseorang yang melakukan kontak langsung dengan sumber-sumber atau hewan yang terinfeksi, berisiko tinggi bisa terserang penyakit ini. Selain itu, bakteri tersebut juga bisa menyebar melalui tanah atau air, tanaman, dan tanah basah yang terkontaminasi oleh urine binatang yang terinfeksi.

Beberapa jenis hewan yang dapat menularkan penyakit ini antara lain babi, sapi, anjing, tikus, dan hewan pengerat lainnya. Adapun gejala awal yang biasa dirasakan penderita ialah demam tinggi, sakit otot, sakit kepala, serta muncul ruam. Kondisi tersebut harus segara diatasi, sebab tanpa penanganan sesegara mungkin, bisa menyebabkan munculnya gangguan kesehatan lainnya.

Gejala Leptospirosis

©iStockphoto

Ada beberapa gejala leptospirosis yang sering dialami oleh penderita, seperti mual, muntah, dan sakit kepala. Gejala tersebut bisa terjadi secara mendadak dalam waktu dua minggu setelah penderita terinfeksi. Adapun beberapa gejala leptospirosis lainnya adalah sebagai berikut:

• Nyeri otot

• Sakit perut

• Demam

• Diare

• Ruam

• Konjungtivitas

Penyebab Leptospirosis

Leptospiros merupakan jenis penyakit yang umum dan bisa ditemukan di berbagai belahan dunia. Penyakit ini paling banyak ditemukan di negara yang memiliki iklim tropis, seperti Kepulauan Pasifik, Amerika Tengah, Asia Tenggara, dan Amerika Selatan. Umumnya, penyakit ini akan menyerang jika terjadi perubahan lingkungan ekstrem, seperti bencana banjir.

Di samping itu, penyakit leptospirosis juga banyak ditemukan di area dengan pemukiman kumuh, atau di tempat dengan saluran air dan sanitasi buruk. Sebab, bakteri yang terkontaminasi air dan tanah tersebut dapat bertahan dalam hitungan atau tahun.

Secara umum, penyebab leptospirosis adalah kontak langsung antara manusia dengan urine hewan yang terinfeksi. Penyakit ini bisa menyerang seseorang melalui kulit pada luka terbuka, kulit kering, atau lapisan lendir tubuh. Biasanya, seseorang yang sering beraktifitas di luar ruangan rentan terserang penyakit ini, beberapa jenis pekerjaan yang memiliki risiko penularan adalah sebagai berikut:

1. Pekerja di pemotongan hewan

2. Personel militer

3. Pekerja tambang

4. Pembersih saluran pembuangan atau selokan

5. Petani

Cara Mengatasi Leptospirosis Secara Alami

Seseorang yang merasakan beberapa gejala leptospirosis, segera berkonsultasi dengan dokter atau melakukan upaya penanganan. Infeksi leptospirosis bisa diobati dengan antibiotik untuk membasmi bakteri dan mengembalikan fungsi tubuh akibat kondisi ini.

Antibiotik tersebut bisa diberikan selama satu minggu dan harus dikonsumsi sampai habis.
Selain itu, ada beberapa cara alami yang bisa dilakukan untuk meringankan gejala leptospirosis. Untuk mencegah infeksi leptospirosis semakin parah, hal yang bisa dilakukan antara lain mengonsumsi air minum yang bersih, mengobati luka terbuka, dan selalu menggunakan alas kaki bersih saat keluar rumah.

(mdk/jen)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.