LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

Mengenal Penyakit Antraks beserta Penyebab dan Cara Mengatasinya

Antraks adalah salah satu jenis penyakit infeksi yang menular melalui hewan ternak. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Bacillus Meski jarang ditemukan, jenis penyakit satu ini terbilang serius, karena bisa menyebabkan penderita mengalami gatal-gatal, diare, dan BAB berdarah.

2020-12-20 10:00:00
Virus anthrax
Advertisement

Antraks adalah salah satu jenis penyakit infeksi yang menular melalui hewan ternak. Penyakit antraks disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Meski jarang ditemukan, jenis penyakit satu ini terbilang serius, karena bisa menyebabkan penderita mengalami gatal-gatal, diare, dan BAB berdarah.

Melansir dari Healthline, seseorang bisa terkena penyakit antraks jika menyentuh atau memakan daging hewan yang terserang antraks. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis ini, menyebabkan munculnya benjolan kulit yang terasa gatal. Kondisi ini paling sering muncul di daerah leher, wajah, dan lengan.

Dalam kondisi parah, antraks bisa menyebabkan penderita mengalami diare dan BAB berdarah. Oleh karena itu, bagi seseorang yang memiliki beberapa gejala anthraks, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Advertisement

Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan penyakit antraks dan bagaimana cara mengatasinya? Simak ulasannya yang merdeka.com lansir dari Healthline:

Mengenal Penyakit Antraks

Advertisement

©2014 merdeka.com/imam mubarok

Seperti yang sudah diketahui, anthraks merupakan infeksi yang ditularkan dari binatang yang membawa bakteri Bacillus anthracis. Seseorang yang terkena penyakit antraks mengalami beragam gejala, seperti serangan pada kulit, pencernaan, dan pernapasan.

Penyakit antraks bisa berakibat fatal jika penderita mengalami gejala gangguan pernapasan. Bahkan, jika terinfeksi bakteri Bacillus anthracis dan menyerang pernapasan, dapat menyebabkan penderitanya meninggal dunia.

Penyebab Antraks

©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Sashkin

Bakteri Bacillus anthracis menginfeksi hewan ternak, terutama sapi. Manusia bisa terkena penyakit anthraks jika terkena kontak dengan hewan yang sakit atau menggunakan produk dari hewan yang sakit tersebut. Kendati demikian, tidak semua orang mudah terserang penyakit ini.

Ada beberapa kelompok rentan mengalami penyakit antraks, di antaranya peternak, dokter hewan, dan pasukan militer yang rentan terpapar bioterorisme. Selain itu, orang yang bekerja di tempat pengolahan daging ternak juga rentan terkena anthraks.

Gejala Antraks

Salah satu gejala penyakit antraks yang paling sering dialami penderita adalah gatal-gatal. Gejala ini muncul 1-7 hari setelah bersentuhan dengan hewan yang sakit. Biasanya, penderita akan mengalami luka terbuka atau lecet dan menjadi borok yang bernanah.

Gejala antraks sendiri bisa berbeda-beda, hal ini tergantung pada jalur masuknya bakteri ke dalam tubuh seseorang. Berikut ini beberapa gejala anthraks yang kerap dialami penderita:

• Antraks Pencernaan

Anthraks pencernaan merupakan salah satu gejala antraks yang ditandai dengan mual dan muntah. Selain itu, seseorang yang mengalami kondisi ini juga akan merasakan sakit tenggorokan dan nafsu makan menurun.

• Antraks Pernapasan

Tak hanya mengalami gangguan pencernaan, gejala antraks juga bisa menyerang pernapasan. Biasanya, penderita akan mengalami demam, nyeri menelan, dan kelelahan. Selain itu, antraks pernapasan juga bisa menyebabkan peradangan otak dan saraf tulang belakang.

• Antraks Kulit

Antraks kulit biasanya ditandai adanya banyak benjolan kulit yang terasa gatal. Dalam kondisi tertentu, gejala ini dapat berubah menjadi borok berwarna hitam yang tidak menyebabkan nyeri.

Cara Mengatasi Penyakit Antraks

©Pixabay/Ben_Kerckx

Cara mengatasi penyakit antraks yang paling efektif ialah dengan antibiotik. Umumnya, jenis antibiotik yang digunakan adalah doksisiklin atau golongan kuinolon, seperti levofloksasin dan siprofloksasin. Namun, jika penderita mengalami kondisi sesak napas berat, perawatan intensif perlu dilakukan.

Di samping itu, ada beberapa cara upaya pencegahan yang bisa dilakukan, seperti rajin mencuci tangan dengan air mengalir, menggunakan masker, dan alat pelindung diri lainnya.

(mdk/jen)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.