Mengenal Irritable Male Syndrome dan Gejalanya, Kondisi PMS pada Pria
Irritable Male Syndrome memang tidak tercatat sebagai gangguan medis secara umum, namun sebagian ahli percaya bahwa kondisi ini tak jarang terjadi pada pria. Secara umum, kondisi ini terjadi akibat penurunan kadar hormon testosteron pada pria.
Jika mendengar kata PMS, tentu pikiran seketika tertuju pada berbagai gejala fisik dan emosional yang dialami oleh sebagian besar wanita. Biasanya, kondisi ini terjadi sebelum atau menjelang siklus menstruasi seorang wanita. Kondisi ini sering kali ditandai dengan beberapa gejala seperti sakit kepala, kelelahan, gangguan tidur, hingga perubahan mood.
Ternyata, hal ini juga dialami oleh pria. Meskipun tidak seperti kondisi PMS yang selalu muncul pada wanita setiap bulan, namun laki-laki juga bisa mengalami gejala fisik dan emosional terkait perubahan hormon. Kondisi ini sering disebut dengan Irritable Male Syndrome (IMS).
Irritable Male Syndrome memang tidak tercatat sebagai gangguan medis secara umum, namun sebagian ahli percaya bahwa kondisi ini tak jarang terjadi pada pria. Secara umum, kondisi ini terjadi akibat penurunan kadar hormon testosteron pada pria. Selain itu, terdapat berbagai faktor pemicu lain yang dapat memberikan pengaruh pada kondisi ini.
Sebagai gangguan yang kerap terjadi, maka penting bagi pria untuk memahami lebih jelas apa yang dimaksud dengan Irritable Male Syndrome. Selain mengetahui faktor penyebabnya, Anda juga perlu mengetahui gejala-gejala apa yang sering muncul pada kondisi ini. Berikut berbagai penjelasan tentang Irritable Male Syndrome, bisa disimak.
Pengertian dan Faktor Penyebab Irritable Male Sydrome
Irritable Male Syndrome (IMS) adalah kondisi yang menggambarkan perubahan mood dan perilaku pada pria, yang disebabkan oleh penurunan kadar hormon testosteron. IMS tidak diakui secara resmi sebagai gangguan medis oleh American Psychiatric Association, namun beberapa ahli mengakui bahwa kondisi ini bisa terjadi pada pria yang mengalami penurunan kadar hormon testosteron.
Meskipun IMS bukanlah gangguan medis resmi, pria yang mengalami gejala IMS disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan apakah kondisi ini disebabkan oleh penurunan kadar hormon testosteron atau oleh kondisi medis lainnya.
©2016 Merdeka.com
Jika IMS disebabkan oleh penurunan kadar hormon testosteron, pengobatan bisa dilakukan dengan terapi hormon untuk meningkatkan kadar hormon testosteron dan mengurangi gejala IMS.
Selain disebabkan oleh faktor penurunan hormon testosteron, terdapat berbagai faktor lainnya yang dapat memicu kondisi Irritable Male Syndrome, yaitu antara lain:
- Perubahan hormonal: IMS bisa terjadi akibat perubahan hormon pada pria, seperti penurunan kadar testosteron, yang biasanya terjadi pada usia di atas 40 tahun. Pada beberapa kasus, IMS juga terjadi pada pria yang mengalami gangguan kelenjar hipofisis atau gangguan tiroid.
- Stres: Stres kronis bisa menjadi pemicu terjadinya IMS. Pria yang mengalami stres berkepanjangan atau stres yang berulang-ulang cenderung lebih mudah tersinggung dan mudah marah. Ini bisa memengaruhi mood dan kesejahteraan psikologis pria.
- Kurang tidur: Kurang tidur atau kualitas tidur yang buruk bisa memicu terjadinya IMS pada pria. Kekurangan tidur dapat mempengaruhi kadar hormon testosteron, dan membuat seseorang lebih mudah merasa stres, cemas, dan mudah tersinggung.
- Penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan: Penggunaan alkohol dan obat-obatan tertentu bisa mempengaruhi mood dan perilaku pria. Pria yang menggunakan alkohol atau obat-obatan tertentu, seperti steroid anabolik atau kokain, cenderung lebih mudah marah, agresif, dan mudah tersinggung.
- Masalah hubungan: Konflik dalam hubungan atau masalah interpersonal bisa menjadi pemicu terjadinya IMS pada pria. Pria yang merasa tidak dihargai, diabaikan, atau merasa tidak dihormati dalam hubungan mereka cenderung lebih mudah merasa marah dan mudah tersinggung.
- Perubahan hidup: Perubahan besar dalam hidup, seperti perubahan pekerjaan, perpindahan rumah, atau masalah keuangan, bisa memicu terjadinya IMS. Pria yang mengalami perubahan hidup seperti ini cenderung lebih mudah merasa stres, cemas, dan mudah tersinggung.
- Penyakit dan kondisi medis: Beberapa penyakit dan kondisi medis, seperti diabetes, obesitas, dan penyakit kardiovaskular, bisa memengaruhi mood dan perilaku pria. Pria yang mengalami penyakit atau kondisi medis tertentu cenderung lebih mudah merasa stres, cemas, dan mudah tersinggung.
Gejala Irritable Male Sydrome
Setelah memahami pengertian umum dan faktor penyebabnya, berikutnya akan dijelaskan berbagai gejala yang sering muncul saat seorang pria mengalami kondisi Irritable Male Syndrome. Walaupun tidak mirip seperti PMS pada wanita, namun beberapa pria mengalami beberapa gejala yang hampir mirip saat mengalami IMS.
Berikut adalah beberapa gejala Irritable Male Syndrome yang perlu Anda ketahui:
- Perubahan mood: IMS bisa menyebabkan perubahan mood seperti mudah marah, mudah tersinggung, iritasi, depresi, dan kecemasan. Pria yang mengalami IMS bisa menjadi lebih mudah marah atau rentan terhadap perasaan negatif lainnya.
- Penurunan libido atau hasrat seksual: IMS bisa menyebabkan penurunan hasrat seksual atau libido pada pria. Pria yang mengalami IMS mungkin merasa kurang tertarik atau kurang bergairah dalam hubungan seksual, atau bahkan mengalami disfungsi ereksi.
- Kelelahan dan kehilangan energi: IMS bisa menyebabkan rasa kelelahan yang berlebihan dan kehilangan energi pada pria. Pria yang mengalami IMS mungkin merasa lebih lelah dan kurang bertenaga, bahkan setelah istirahat yang cukup.
- Sulit berkonsentrasi: IMS bisa mempengaruhi kemampuan pria untuk berkonsentrasi dan fokus. Pria yang mengalami IMS mungkin merasa sulit untuk berkonsentrasi pada pekerjaan atau tugas sehari-hari.
- Gangguan tidur: IMS bisa menyebabkan gangguan tidur, seperti sulit untuk tidur, terbangun di malam hari, atau mengalami mimpi buruk. Gangguan tidur bisa memperburuk kondisi IMS dan menyebabkan rasa kelelahan dan kehilangan energi yang lebih parah.
Gejala IMS bisa berbeda pada setiap pria, dan bisa terjadi pada tingkat yang berbeda-beda. Jika mengalami beberapa gejala IMS, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.
Cara Mengatasi Irritable Male Sydrome
Setelah mengetahui penyebab dan gejalanya, terakhir akan dijelaskan berbagai cara mengatasi Irritabale Male Syndorme. Pada dasarnya, Irritable Male Syndrome dapat diatasi sesuai dengan faktor yang menjadi penyebab atau pemicunya.
Namun, terdapat beberapa cara umum yang bisa dilakukan untuk mengatasi gejala Irritable Male Syndrome, yaitu sebagai berikut:
- Olahraga teratur: Olahraga teratur bisa membantu meningkatkan mood, mengurangi stres, dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Olahraga juga bisa membantu meningkatkan kadar hormon testosteron dan endorfin, yang bisa membantu mengatasi IMS.
- Tidur yang cukup: Tidur yang cukup dan berkualitas bisa membantu mengurangi stres, meningkatkan mood, dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Kurang tidur bisa memperburuk IMS.
- Menjaga pola makan sehat: Makan makanan sehat dan seimbang bisa membantu meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, meningkatkan mood, dan mengurangi stres. Hindari makanan yang mengandung gula, lemak jenuh, dan kafein yang berlebihan.
- Menghindari konsumsi alkohol dan obat-obatan yang merusak: Konsumsi alkohol dan obat-obatan tertentu bisa memengaruhi mood dan perilaku pria. Hindari penggunaan alkohol dan obat-obatan yang merusak, seperti kokain atau steroid anabolik.
- Menjaga hubungan yang sehat: Menjaga hubungan yang sehat dengan pasangan atau orang-orang terdekat bisa membantu mengurangi stres, meningkatkan mood, dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Berbicara terbuka dan jujur dengan pasangan juga bisa membantu mengatasi IMS.
- Terapi: Terapi bisa membantu mengatasi IMS pada pria dengan mengajarkan teknik-teknik untuk mengurangi stres, mengatasi masalah emosional, dan meningkatkan kesejahteraan psikologis secara keseluruhan.
- Obat-obatan: Dalam beberapa kasus, dokter bisa meresepkan obat-obatan tertentu untuk mengatasi IMS, seperti antidepresan atau obat hormon.
Dalam mengatasi IMS, penting untuk mencari bantuan dari dokter atau profesional kesehatan yang berkualifikasi. IMS bisa diatasi dengan pengobatan yang tepat, perubahan gaya hidup, dan dukungan dari pasangan atau orang terdekat.