LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

Mengenal Getuk Goreng Sokaraja, Kuliner Hasil Kebudayaan Rakyat Banyumas

Di kawasan Sokaraja, Banyumas, makanan gethuk goreng memiliki sejarah yang panjang. Kini, keberadaannya masih eksis di saat usianya yang telah melewati satu abad sejak pertama kali ditemukan.

2021-06-23 09:39:00
Jateng
Advertisement

Konon di zaman dulu masyarakat Banyumas tidak menjadikan nasi sebagai makanan pokok. Namun mereka mengonsumsi umbian sebagai makanan sehari-hari. Hal inilah yang dikatakan budayawan Banyumas, Ahmad Tohari.

Dia mengatakan pada zaman dulu, sebelum masyarakat Banyumas mengenal sistem irigasi, kebun-kebun singkong mudah ditemukan di ladang-ladang desa. Berbagai makanan yang dibuat dari bahan olahan singkong bermunculan, salah satunya getuk.

Seiring waktu, makanan gethuk mengalami transformasi. Bahkan di kemudian hari, makanan itu bisa diolah dalam wujud gorengan, hingga terciptalah sebuah makanan ringan bernama “getuk goreng”.

Advertisement

Di kawasan Sokaraja, Banyumas, makanan gethuk goreng memiliki sejarah yang panjang hingga keberadaannya masih eksis hingga sekarang. Seperti apa lika-liku kuliner itu di sana?

Sejarah Kemunculan Gethuk Goreng

Advertisement

©YouTube/BNPB DIY

Dilansir dari Wikipedia, getuk goreng ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang penjual nasi rames bernama Bapak Sapirngad pada tahun 1918. Selain menjual nasi rames, Sapirngad juga menjual getuk sebagai makanan pendamping.

Namun suatu hari, getuk yang ia jual tidak laku dan akibatnya makanan itu basi. Hal ini membuatnya berpikir bagaimana caranya agar getuk yang tidak laku ini masih tetap layak dikonsumsi. Akhirnya dia mencoba menggoreng sisa getuk yang tidak terjual dan ternyata layak dikonsumsi.

Getuk yang sudah ia goreng itu ia jual kembali dan ternyata banyak masyarakat yang menyukainya. Sejak saat itulah makanan getuk goreng diwariskan secara turun-temurun sehingga tetap eksis sampai sekarang.

Bukan Getuk Biasa

©YouTube/BNPB DIY

Terbuat dari bahan dasar singkong, pengolahan getuk goreng sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pengolahan getuk biasa. Namun ada perbedaan dari cara meramu dari kedua kuliner itu.

“Kalau getuk basah itu getuk yang ditumbuk, dihaluskan, habis itu tinggal dimakan. Tapi kalau getuk goreng, itu ditambah bumbu-bumbu sedikit. Kalau getuk biasa bumbunya ketela pohon sama gula merah. Tapi kalau untuk getuk goreng, ada spesifikasi tersendiri buat ketela pohonnya. Yang jelas ketelanya harus bagus, dan kandungan airnya tidak banyak,” jelas Trisno Harwoto, produsen Getuk Goreng Sokaraja, dikutip dari kanal YouTube BPNB DIY.

Masih Menggunakan Cara Tradisional

©YouTube/BNPB DIY

Trisno mengatakan, dalam mengolah getuk, dia mengaku masih mempertahankan cara tradisional. Walaupun di zaman sekarang banyak pengusaha getuk yang menghaluskan bahan mentah dengan menggunakan mesin giling, namun dia masih menghaluskan getuk dengan cara ditumbuk dalam sebuah wadah yang terbuat dari kayu.

“Kalau ditumbuk itu kan nanti hasil getuk-nya lembut dan lentur. Kalau diproses pakai gilingan, getuknya memang lembut tapi getas. Selain itu rasanya juga masih alami yaitu rasa gula jawa. Insya Allah dalam waktu seminggu getuk goreng masih enak dimakan. Semakin banyak gulanya Insya Allah semakin awet,” kata Trisno.

Tanggapan Pakar UGM

©YouTube/BNPB DIY

Guru Besar Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Ir. Agnes Murdiati M.S mengatakan, di dalam makanan getuk goreng terkandung kalori, protein, karbohidrat, vitamin khususnya vitamin B, dan juga mineral.

Selain itu, Agnes mengatakan berdasarkan studinya getuk goreng di Sokaraja kadar gulanya sudah lebih dari 25 persen sehingga ia bisa juga berfungsi sebagai pengawet.
“Jadi pengawetan alami bisa dilakukan dengan gula yang kadarnya agak tinggi, dan juga dengan garam,” kata Agnes dikutip dari kanal YouTube BPNB DIY pada Rabu (23/6).

(mdk/shr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.