LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

Mengenal Dugderan, Festival Sambut Ramadan Ala Kota Semarang

Dugderan adalah festival tahunan yang menjadi ciri khas Kota Semarang. Festival itu diadakan guna menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan. Kegiatan itu biasanya dimeriahkan dengan sejumlah mercon dan kembang api. Selain itu di dalamnya juga terdapat karnaval "Warak Ngendog" yang diadakan pada puncak acara.

2020-04-16 19:18:00
DIY
Advertisement

Dugderan adalah festival tahunan yang menjadi ciri khas Kota Semarang. Festival itu diadakan guna menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Festival ini menjadi semacam pesta rakyat yang dihadiri oleh masyarakat dari berbagai lapisan, baik tua muda, kalangan atas bawah dan juga dari berbagai kelompok etnis.

Acara ini juga bisa dimanfaatkan untuk menyelami keanekaragaman Kota Semarang, baik itu dari sisi budayanya, kulinernya, sampai beraneka ragam bentuk pertunjukan seni yang dihadirkan.

Perayaan yang sudah dimulai pada tahun 1882 ini dipusatkan di kawasan Simpang Lima Semarang. Kegiatan itu biasanya dibuka oleh walikota dan dimeriahkan dengan sejumlah mercon dan kembang api. Selain itu di dalamnya juga terdapat arak-arakan kirab budaya yang dimulai dari halaman balai kota.

Advertisement

Asal Mula Dugderan

2017 Merdeka.com/parwito

Advertisement

Tradisi Dugderan sudah dimulai pada tahun 1882. Pada waktu itu Semarang masih dipimpin seorang bupati bernama R.M Tumenggung Ario Purbaningrat. Perayaan ini dulunya dipusatkan di kawasan Masjid Agung Semarang atau Masjid Kauman yang berada di pusat kota lama Semarang dekat Pasar Johar.

Kata Dugderan sendiri terdiri kata dug yang berarti suara bedug, dan deran yang berarti suara mercon. Perayaan itu identik dengan suara bedug dan mercon untuk membuat acara lebih meriah.

Karnaval Warak Ngendok

2017 Merdeka.com/parwito

Ciri khas dari perayaan Festival Dugderan adalah Karnaval Warak Ngendog. Dilansir dari ANTARA, Warak Ngendog adalah hewan imajiner bertubuh menyerupai kambing dan berkepala naga. Selain itu ada pula kembang manggar yang dibawa oleh para rombongan peserta karnaval.

Karnaval itu diarak dari halaman kantor balai kota sampai Masjid Agung Semarang. Setibanya di Masjid Kauman, rombongan kemudian disambut oleh Pasukan Patang Puluhan dan Tari Warak. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan suhuf halaqah dan penabuhan bedug.

Mengumumkan Awal Dimulainya Ramadhan

2017 Merdeka.com/parwito

Tujuan dari diadakan Festival Dugderan adalah mengumumkan awal dimulainya bulan suci Ramadan. Di dalam acara itu terdapat prosesi pemukulan bedug dan dentuman meriam usai pembacaan suhuf halaqah.

Dilansir dari Jatengprov.go.id, suara dentuman meriam itu kemudian disambut warga dengan penuh sukacita. Biasanya festival itu dihadiri oleh berbagai kalangan mulai dari anak sekolah, organisasi masyarakat, dan lain-lain.

Kuliner Khas Dugderan

2017 Merdeka.com/parwito

Ada makanan unik yang hanya ada pada Festival Dugderan. Makanan itu bernama Roti Ganjel Rel. Roti tradisional ini dibagikan saat perayaan Dugderan dan masyarakat percaya, orang yang mendapatkan roti ini akan mampu mengatasi ganjalan saat puasa.

Tidak seperti kuliner Semarang pada umumnya, roti ini memang kurang terkenal. Dilansir dari Brilio.net, roti ini memiliki tekstur yang kasar dan alot sehingga sulit untuk dikonsumsi. Namun, dengan aroma cokelat serta kayu manis membuat para konsumennya ketagihan.

Bentuk Kearifan Lokal

2017 Merdeka.com/parwito

Menurut Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, festival Dugderan adalah bentuk kearifan lokal yang harus dilestarikan. Baginya, tradisi ini harus selalu rutin digelar walaupun seiring waktu pelaksanaannya harus dimodifikasi. Salah satu bentuk modifikasi itu adalah tak lagi menggunakan meriam.

Pidato sambutan Wali Kota dalam festival itu juga harus menggunakan Bahasa Jawa. Selain itu, terdapat pula kereta kencana yang digunakan Wali Kota yang memimpin arak-arakan karnaval.

Digelar Sederhana Selama Pandemi Corona

2017 Merdeka.com/parwito

Di tengah pandemi Virus Corona, pawai dugderan tetap digelar meski secara sederhana dan tidak mendatangkan banyak orang. Menurut Hendrar Priadi, acara itu nantinya akan didesain seminimal mungkin sesuai dengan protokol kesehatan.

"Dugderan harus tetap ada sebagai penanda awal Ramadan, namun konsep acara akan berubah," ujar Hendrar dilansir dari ANTARA pada Rabu (15/4).

(mdk/shr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.