LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

Mengenal Batik Hokokai, Lahir dari Percampuran Budaya Indonesia-Jepang

Batik ini kemudian dinamakan Batik Hokokai. Dulunya, batik ini digunakan untuk masyarakat kurang mampu. Namun kini keberadaannya menjadi sangat eksklusif dan harganya terbilang mahal.

2022-01-10 09:20:00
Jateng
Advertisement

Berdasarkan sejarah, Indonesia pernah mengalami masa penjajahan oleh Jepang selama 3,5 tahun. Dalam rentan waktu itu, Jepang memberi banyak pengaruh pada masyarakat Indonesia dalam berbagai bidang.

Berbagai organisasi dibentuk pemerintah Jepang waktu itu. Salah satunya adalah Jawa Hokokai, sebuah organisasi pengabdian yang beranggotakan masyarakat Jawa.

Dari para anggota Jawa Hokokai inilah lahir sebuah model batik baru bercorak unik. Batik ini kemudian dinamakan Batik Hokokai. Dulunya, batik ini digunakan untuk masyarakat kurang mampu. Namun kini keberadaannya menjadi sangat eksklusif dan harganya terbilang mahal.

Advertisement

Lantas seperti apa ciri khas yang dimiliki Batik Hokokai? Apa yang membedakannya dari batik-batik lainnya? Berikut selengkapnya:

Sejarah Batik Hokokai

Advertisement

©2022 liputan6.com

Dikutip dari Liputan6.com, kondisi para pembatik di zaman penjajahan Jepang serba susah. Mereka kesulitan memperoleh kain mori sebagai bahan baku kain batik. Kondisi itu membuat mereka tidak boleh menghambur-hamburkan kain mori.

Hal ini membuat mereka berpikir keras bagaimana tetap bisa memproduksi batik di tengah keterbatasan. Dari sinilah kemudian muncul kain pagi sore, kain yang menampilkan dua sisi motif dalam satu lembarnya.

Motif kain pagi sore itulah yang banyak dijumpai pada corak batik hokokai. Sampai saat ini, model batik tersebut banyak dijumpai di Pekalongan, Jawa Tengah, terutama di daerah Kedungwuni.

Motif batik Jawa Hokokai

Pada umumnya, motif batik Jawa Hokokai berwarna cerah. Namun motif yang tergambar di atas batik itu tergolong rumit.

Ciri-ciri pengaruh Jepang pada batik itu terlihat dengan adanya motif bunga sakura, bunga peony, dan kupu-kupu yang bersayap warna-warni. Situs batik.or.id mencatat ada lima hingga enam warna yang tercampur dalam batik ini.

Motif-motif batik itu kemudian diatur pada dua pinggir kain. Karena harus berhemat kain mori inlah motif batik Hokokai cenderung lebih kecil dibandingkan dengan batik-batik pada umumnya.

Batik Masyarakat Kurang Mampu

Dikutip dari Unpad.ac.id, dulunya Batik Hokokai digunakan untuk masyarakat kurang mampu. Hal ini dikarenakan pemakainya bisa menghemat biaya. Dengan menggunakan batik ini, tak perlu membeli pakaian lain untuk menciptakan kesan ganti baju. Cukup dengan menggunakan motif lain pada kain yang sama saja.

Namun sekarang kondisinya berbeda. Sekarang, Batik Hokokai menjadi salah satu batik dengan kualitas premium karena pembuatannya sangat eksklusif.

Satu potong kain batik hokokai dihargai Rp2-5 juta tergantung tingkat kompleksitas. Harga batik ini akan semakin mahal jika seluruh pembuatannya dilakukan oleh tangan-tangan ahli para pembatik andal.

(mdk/shr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.