LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

Mengatasi Kekecewaan terhadap Orangtua, Begini Caranya

Dalam hal ini, Anda perlu bernegosiasi dengan diri sendiri agar lebih mudah berdamai dengan situasi sehingga bisa memperbaiki hubungan dengan lebih baik. Dilansir dari Thought Catalog, berikut kami merangkum beberapa cara mengatasi kekecewaan terhadap orangtua

2021-07-07 11:01:00
Pengasuhan Anak
Advertisement

Menjalin hubungan dengan orang di sekitar tentu tidak lepas dari berbagai masalah yang bisa terjadi. Dalam hal ini, komunikasi yang dilakukan sehari-hari dengan orang terdekat bisa mempunyai banyak kemungkinan kesalahpahaman yang bisa memicu konflik. Bukan hanya itu, sikap atau perilaku yang tidak sesuai harapan juga bisa menjadi sumber masalah.

Timbulnya konflik dan masalah ini bisa terjadi dalam berbagai macam hubungan. Mulai dari hubungan pertemanan, hubungan dengan rekan kerja, hingga hubungan dengan pasangan. Bukan hanya itu, konflik juga sering kali terjadi pada hubungan anak dengan orangtua. Bahkan konflik anak dengan orangtua ini memiliki kemungkinan yang lebih besar karena intensitas bertemu yang lebih sering dibandingkan yang lain.

Sering kali, anak bersikap atau bertutur kata yang kurang pantas kepada orangtua. Tak jarang pula, orangtua melakukan hal yang sama pada anak sehingga menimbulkan rasa kecewa pada anak. Pada kondisi ini, kekecewaan yang dialami anak tentu memberikan perasaan yang tidak nyaman. Namun, perlu diakui bahwa orangtua juga merupakan manusia biasa yang bisa melakukan kesalahan seperti halnya anak ke orang tua.

Advertisement

Meskipun tidak mudah, namun anak perlu melakukan beberapa hal untuk mengatasi kekecewaan terhadap orangtua yang dirasakan. Dalam hal ini, Anda perlu bernegosiasi dengan diri sendiri agar lebih mudah berdamai dengan situasi sehingga bisa memperbaiki hubungan dengan lebih baik. Dilansir dari Thought Catalog, berikut kami merangkum beberapa cara mengatasi kekecewaan terhadap orangtua yang bisa Anda praktikkan.

Berhenti Menyalahkan Diri Sendiri dan Membenci Orangtua

Advertisement

raisingchildren.net.au

Cara mengatasi kekecewaan terhadap orangtua yang pertama yaitu dengan berhenti menyalahkan diri sendiri dan membenci orangtua. Berhenti menyalahkan diri sendiri, pahami bahwa kondisi yang terjadi bukan salah Anda. Selain itu, Anda juga perlu mengelola emosi marah dan rasa benci yang sering muncul saat berkonflik, termasuk pada orangtua.

Membenci orangtua hanya akan menyakiti diri sendiri. Jadi cobalah untuk melepaskan emosi yang ada dan berusaha berdamai dengan kondisi yang terjadi.

Usahakan tetap bersikap sopan dan menghargai apa yang orangtua lakukan. Bagaimanapun, orangtua merupakan sosok penting dalam hidup yang telah berjasa sehingga berhak mendapatkan perlakuan baik.

Namun jika intensitas bertemu yang sering justru membuat keadaan semakin sulit, Anda bisa menenangkan diri terlebih dahulu dan kembali untuk memperbaiki hubungan dengan orangtua.

Berhenti Mengandalkan Orangtua untuk Kebutuhan Emosional

Cara mengatasi kekecewaan terhadap orangtua berikutnya yaitu berhenti mengandalkan orangtua untuk kebutuhan emosional. Perlu dipahami, meskipun hubungan anak dan orangtua sangat dekat, namun setiap anak tidak bisa selalu bergantung pada orangtua. Termasuk, tidak boleh bergantung pada orangtua yang tidak mampu mencintai dan menyayangi untuk pemenuhan kebutuhan emosional Anda.

Pada beberapa kasus, kondisi tersebut sering terjadi. Di mana anak benar-benar tidak bisa mengharapkan dan mengandalkan lebih dari orangtua.

Belajarlah untuk mengandalkan hal-hal lain dalam hidup untuk pemenuhan kebutuhan emosional dan cinta. Ada banyak orang yang bisa memberikan dukungan emosional yang baik selain keluarga, seperti teman atau orang-orang terdekat di lingkungan sekitar.

Bijak dalam Berekspektasi

©©shutterstock.com/Elena Stepanova

Cara mengatasi kekecewaan terhadap orangtua yang bisa dilakukan selanjutnya yaitu bijak dalam berekspektasi. Terkadang ada baiknya untuk mengevaluasi diri sendiri, apakah Anda mempunyai ekspektasi yang terlalu tinggi pada orang tua.

Perlu dipahami, generasi orangtua biasanya memiliki fokus lebih besar pada kemakmuran dan pendidikan agar anak dapat tumbuh dewasa dengan baik. Sehingga sering kali tidak memiliki cukup waktu untuk membangun hubungan intens dengan anak.

Sedangkan generasi anak lebih cenderung menaruh fokus pada aktualisasi diri sehingga sering kali ingin menginginkan sikap orang tua yang ingin tahu dan menjadi teman bicara yang baik saat dibutuhkan. Namun beberapa kondisi menyebabkan orang tua sulit memberikan peran tersebut.

Selain itu, tidak semua orang dapat melakukan percakapan yang mendalam secara emosional atau intelektual dengan Anda. Perbedaan inilah yang perlu diterima.

Introspeksi Diri

Introspeksi diri juga termasuk salah satu cara mengatasi kekecewaan terhadap orangtua yang perlu Anda lakukan. Anda perlu melihat dan menilai diri sendiri, apakah ada beberapa sikap atau perilaku Anda yang salah terhadap orangtua. Seperti berbicara dengan nada yang tinggi, perilaku agresif atau pasif, atau perilaku buruk lainnya yang membuat orang tua kesal.

Dengan melakukan introspeksi, Anda bisa belajar menilai diri sendiri dan memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik. Ada baiknya, Anda menanyakan hal ini kepada orangtua, tentang perilaku buruk yang telah dilakukan.

Jika asumsi yang Anda pikirkan benar, maka jangan malu untuk meminta maaf. Ungkapkan perasaan dan pikiran Anda dengan jujur, gunakan komunikasi yang baik dan dapat diterima oleh orang yang diajak berbicara. Dengan begitu, orangtua juga akan memahami kondisi Anda dan bisa saling memberikan pengertian satu sama lain.

Bangun Sistem Pendukung yang Baik

©2018 Merdeka.com/Pexels

Cara mengatasi kekecewaan terhadap orangtua yang terakhir namun tidak kalah penting yaitu membangun sistem pendukung yang baik. Jika Anda tidak mendapatkan suasana yang suportif dari keluarga, Anda bisa membangun lingkungan yang mendukung dari orang-orang sekitar selain keluarga. Misalnya seperti teman, sahabat, pasangan, atau orang terdekat yang sering ditemui.

Dengan membangun sistem pendukung yang baik dari lingkungan sekitar, bisa memberikan Anda motivasi setiap menghadapi masalah. Selain itu, sistem ini juga dapat memberikan kebutuhan emosional kasih sayang kepada Anda sehingga hidup bisa lebih bahagia dan tidak terpuruk.

(mdk/ayi)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.