LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

Mencicipi Ingkung Kalimasada, Olahan Ayam Legendaris Peninggalan Mataram Islam

sisa-sisa kejayaan Mataram Islam masih terasa hingga kini. Salah satunya adalah kuliner yang kaya rasa maupun tata cara memasak maupun menikmatinya. Ragam kuliner yang legendaris pada waktu itu adalah ingkung Kalimasada, sebuah olahan berbahan dasar daging ayam kampung.

2023-02-13 14:42:00
Jateng
Advertisement

Pada masanya, Kerajaan Mataram Islam sangat berkuasa di Pulau Jawa. Bahkan wilayah kekuasaannya hampir mencakup wilayah pulau. Sayang menjelang masa keruntuhannya, masing-masing wilayah memberontak demi bisa berkuasa secara otonom.

Namun sisa-sisa kejayaan Mataram Islam masih terasa hingga kini. Salah satunya adalah kuliner yang kaya rasa maupun tata cara memasak maupun menikmatinya.

“Kita bisa melestarikan kebiasaan para raja dan bangsawan makan, memasak, dan menikmati kuliner. Nah, jenis-jenis makanan yang dimakan zaman dulu ini kan banyak. Bisa dijadikan sebagai warisan budaya dan membangkitkan UMKM,” kata penikmat budaya, Alfian Prasetyo dikutip dari Liputan6.com

Advertisement

Salah satu ragam kuliner itu adalah olahan ayam legendaris bernama ingkung Kalimasada. Seperti apa cara memasaknya dan bagaimana pula cita rasanya? Berikut selengkapnya:

Pengolahan Ingkung Kalimasada

Advertisement

©2023 liputan6.com

Alfian menjelaskan, ingkung Kalimasada diolah kurang lebih selama delapan jam. Prosesnya dilakukan secara tradisional yaitu menggunakan wadah yang terbuat dari lumpur yang kemudian dibakar di atas arang.

Dalam proses itu, ayam kampung yang sudah dicuci bersih direbus dengan aneka rempah. Setelah bumbu meresap kemudian ayam diangkat, selanjutnya direbus lagi menggunakan bumbu cabai, bawang merah, bawang putih, pala, wijen, dan juga kembang lawang.

Tak cukup sampai di situ, setelah bumbu meresap kemudian ayam diangkat lagi dan kemudian digoreng dalam minyak yang sudah diberikan daun pandan, sereh, dan rempah.

Penyajian Ingkung Kalimasada

©2023 liputan6.com

Setelah matang, ayam kemudian diletakkan di lembaran daun pisang. Selanjutnya ayam dibungkus dengan daun pisang itu lalu dibungkus lagi dengan lapisan daun talas. Kemudian dibungkus dengan alumunium foil, terakhir dilulur oleh lumpur tanah liat yang diambil dari sawah. Selanjutnya bungkusan ayam itu dibakar di atas bara api atau arang.

“Kalau zaman dulu setelah dibungkus daun, lalu dibungkus lagi dengan lembaran kuning lalu dibakar. Kalau dulu belum ada presto. Cara mempresto mereka adalah dengan dilumuri lumpur dan dibakar menggunakan arang,” kata Alfian.

Warisan Keraton Kartasura

©2023 liputan6.com

Ingkung Kalimasada merupakan kuliner warisan Kerajaan Mataram Islam saat berpusat di Keraton Kartasura. Pada saat itu, ingkung Kalimasada biasanya disajikan pada saat syukuran dan menjamu tamu-tamu penting.

“Saat itu Keraton Kartasura menjadi daerah paling kaya dan penduduknya sejahtera. Bahkan melebihi Surabaya yang juga harus bertekuk lutut di Mataram,” pungkas Alfian.

(mdk/shr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.