LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

Masih Jarang Diketahui, Ini Keunikan Batik Patron Khas Ambarawa

Siswa SMP Negeri 4 Ambarawa tampak sibuk membuat batik. Namun batik yang mereka buat bukan sembarang batik. Batik itu merupakan Batik Patron. Banyak orang belum mengenal batik jenis ini.

2023-06-02 12:23:00
Jateng
Advertisement

Siswa SMP Negeri 4 Ambarawa tampak sibuk membuat batik. Namun batik yang mereka buat bukan sembarang batik.

Mereka membuat batik khas Ambarawa bernama Batik Patron. Pelatihan membatik itu diberikan agar mereka mengenal batik khas tempat asal mereka. Apalagi belum banyak orang mengenal batik jenis ini di tengah nama besar batik asal Pekalongan, Surakarta, maupun Yogyakarta.

Lalu seperti apa keunikan batik khas Ambarawa itu? Berikut selengkapnya:

Advertisement

Batik Khas Ambarawa

©YouTube/Liputan6

Advertisement

Batik Patron Ambarawa memiliki motif khas yang hanya ada di Ambarawa. Motif-motifnya antara lain seperti pola buah anggur, ceplok, tambal, dan naga baru kelinting yang merupakan tokoh legenda Rawa Pening.

“Jadi motif batiknya merupakan kombinasi antara batik keraton Jogja dan Solo dengan batik pesisiran seperti batik Lasem, Semarang, dan Pekalongan. Secara motif lebih banyak ke pedalaman, tapi dari sisi pewarnaan ada persinggungan keduanya,” kata Mahfuz Fauzi, pegiat Batik Patron Ambarawa, dikutip dari kanal YouTube Liputan6 pada Jumat (2/6).

Apresiasi Bupati Semarang

©YouTube/Liputan6

Sementara itu, Bupati Semarang mengapresiasi inisiatif komunitas batik Ambarawa untuk melestarikan seni batik di lingkungan sekolah. Apalagi di Kabupaten Semarang masih jarang anak muda yang mau belajar tentang tradisi batik. Ia mengatakan, ke depannya, produksi Batik Patron akan dijadikan industri yang akan meningkatkan perekonomian warga.

“Ini setelah sekolah, mereka sudah punya keahlian bisa membuat batik sendiri, bisa memasarkannya sendiri, dan menjadi kebanggaan. Itu tidak ada nilainya, tidak bisa diukur dengan uang. Ke depan, kita tampilkan yang bagus-bagus terus kita promosikan,” ujar Bupati Semarang Ngesti Nugraha, dikutip dari kanal YouTube Liputan6.

(mdk/shr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.