Masih Berstatus Siaga, Ini 3 Kabar Terbaru Gunung Merapi
Berdasarkan pengamatan 30 April sampai 6 Mei 2021, aktivitas Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah masih tinggi. Ini 3 kabar terbarunya.
Berdasarkan pengamatan 30 April sampai 6 Mei 2021, aktivitas Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah masih tinggi. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) pun belum mengubah status aktivitas vulkanik Gunung Merapi.
"Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat Siaga," terang Kepala BPPTKG Hanik Humaida melalui keterangan tertulis, Sabtu (8/5/2021).
Hasil Pengamatan Sepekan
Hanik menuturkan, sepanjang pengamatan sepekan, sudah 12 kali Gunung Merapi melontarkan awan panas guguran dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter ke arah barat daya.
Selain itu, Gunung Merapi juga terpantau 74 kali meluncurkan guguran lava dengan estimasi jarak luncur maksimal 2.000 meter ke arah barat daya dan dua kali ke arah tenggara sejauh 600 meter.
"Intensitas kegempaan pada pekan ini lebih tinggi dibandingkan pekan lalu," imbuh Hanik, mengutip dari ANTARA.
Volume Kubah Lava
Volume dua kubah lava di Gunung Merapi terus mengalami peningkatan. Volume kubah lava yang berada di tengah kawah puncak Gunung Merapi diperkirakan mencapai 1.700.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan 14.000 meter kubik per hari.
Selanjutnya, volume kubah di sektor barat daya berdasarkan hasil analisis foto sebesar 1.100.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan 17.000 meter kubik per hari.
Sementara itu, perubahan bentuk tubuh Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM dan GPS pada minggu ini tidak menunjukkan adanya laju pemendekan jarak sebesar 0,6 cm per hari.
"Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Merapi," ungkapnya.
Tetap Berstatus Siaga
Sampai saat ini, BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga. Oleh karena itu, warga diminta mewaspadai potensi dampak guguran lava dan awan panas Gunung Merapi di sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.
Menurut penjelasan Hanik Humaida, jika terjadi letusan, lontaran material vulkanik Gunung Merapi bisa menjangkau area dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung.