Loko Uap Kuno Berusia Hampir Ratusan Tahun Melintas Di Jalur Kereta Api Jogja-Solo
Momen yang tidak biasa terjadi pagi itu di perlintasan kereta api Lempuyangan. Sebuah lokomotif uap berjalan langsir maju mundur. Selanjutnya lokomotif itu bergerak menuju arah timur, didampingi sebuah loko TMC.
Momen yang tidak biasa terjadi pagi itu di perlintasan kereta api Lempuyangan. Sebuah lokomotif uap berjalan langsir maju mundur. Selanjutnya lokomotif itu bergerak menuju arah timur, didampingi sebuah loko TMC.
Lokomotif uap itu baru saja menjalani perbaikan di Balai Yasa Yogyakarta. Untuk selanjutnya, loko itu berjalan menuju Solo. Di sana loko itu akan digunakan untuk menarik kereta api wisata Jaladara.
Perjalanan Dari Yogya Ke Solo
2020 Merdeka.com/Youtube: AlphaRP Railway
Loko uap berseri D1410 itu diberangkatkan dari Stasiun Lempuyangan menuju Stasiun Purwosari, Solo pada pukul 09.25. Dalam perjalanan, loko ini mengeluarkan bunyi klakson yang khas dan disambut masyarakat, terutama mereka yang merupakan bagian dari komunitas pecinta kereta api atau bisa disebut railfans.
Dengan kendaraan pribadi, para railfans mengawal perjalanan dari Yogya menuju Solo. Sepanjang perjalanan mereka banyak mengambil gambar dan merekam video loko uap yang berjalan pelan itu. Suara klakson dan kepulan asap dari loko itu menambah nuansa klasik pada perjalanan itu.
Loko uap itu berjalan dengan kecepatan rata-rata 30 km/jam melewati beberapa stasiun di antaranya Stasiun Maguwo, Prambanan, dan Srowot. Setibanya di Stasiun Srowot, lokomotif uap itu harus berhenti dulu untuk mempersilakan kereta api lain yang berada di belakangnya lewat. Setelah itu, loko kembali diberangkatkan hingga Stasiun Klaten. Setibanya di Klaten, kereta api mengalami gangguan teknis sehingga harus ditarik dengan loko diesel TWC hingga Stasiun Purwosari, Solo.
Perbaikan Yang Menelan Biaya Mahal
Sebelum menjalani masa perbaikan, loko uap ini digunakan untuk menarik gerbong kereta api wisata Jaladara yang melintasi Kota Solo. Namun kereta ini sempat mangkrak selama 2 tahun, sebelum akhirnya dibawa ke Balai Yasa Yogyakarta untuk perbaikan.
Sebenarnya perlu biaya mahal untuk membuat loko uap itu kembali bisa berjalan. Hal ini dikarenakan suku cadangnya yang langka. Kepala KAI Daop 6 Yogyakarta, Eko Purwanto mengatakan untuk mengatasi kelangkaan suku cadang itu, para teknisi mengakalinya dengan mencari suku cadang dari loko uap yang lain. Eko menyebutkan untuk memperbaiki loko uap itu, membutuhkan biaya mencapai Rp 1-2 miliar.
Melayani Solo hingga Wonogiri
2020 Merdeka.com/Youtube:AlphaRP Railway
Lokomotif ini dibuat oleh pabrik Hanomag, Hanover, Jerman, pada 1921. Ketika tiba di Indonesia, loko ini diberi seri D 1410 yang beroperasi selama 35 tahun dari tahun 1923 hingga 1958. Selama beroperasi, loko ini banyak melintasi rute pegunungan di daerah Jawa Barat.
Nantinya setelah diperbaiki, loko uap ini akan melayani KA Wisata Jaladara dari Stasiun Purwosari menuju Stasiun Sukoharjo bahkan hingga Wonogiri. Selama ini, KA Jaladara hanya melayani perjalanan dari Purwosari hingga Stasiun Solo Kota yang jaraknya tak lebih dari 5 km.
"Tapi nanti kita koordinasikan dulu dengan dinas pariwisata dua daerah itu (Sukoharjo dan Wonogiri) untuk membuat destinasi wisata yang menarik. Kalau cuma lewat thok kan eman-eman. Harus ada pemberhentian yang menarik," jelas Kepala Dinas Perhubungan Solo, Hari Prihatno.