LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

Kondisi Terkini Bentrokan Ojol vs Debt Collector di Jogja, Ini Kronologi Lengkapnya

Terjadi bentrokan antara kelompok ojek online dan debt collector di Jogja. Hingga kini, polisi masih terus menyelidiki kasus ini.

2020-03-06 09:51:00
Tren
Advertisement

Bentrokan terjadi antara dua kelompok Ojek Online (Ojol) dan Debt Colector(DC) di Kabupaten Sleman, Kamis, (5/3). Bentrokan yang melibatkan dua kelompok ini terjadi di dua lokasi yaitu di Jalan Ringroad Utara, sekitaran kantor Grab perwakilan DIY dan di daerah Babarsari.

Kericuhan antara Ojol dan DC ini bermula pada Selasa (3/3), ada dugaan anggota DC melakukan penganiayaan kepada driver ojol. Berawal dari dugaan ini, kelompok ojol melakukan aksi solidaritas sesama driver dan berakhir bentrokan dan ricuh.

Advertisement

Berawal dari Dugaan Penganiayaan Pengemudi Ojol

Awal mula kericuhan terjadi ketika salah anggota DC memberhentikan pengemudi ojek online pada Selasa (3/3). Melihat keributan salah satu pengemudi ojek online membantu menyelesaikan masalah. Dan, diduga terjadi penganiayaan terhadap pengemudi ojek tersebut.

Kabar penganiayaan terhadap pengemudi ojek online yang diduga dilakukan anggota kelompok DC pun viral di media sosial. Dilansir dari akun twitter @gojek24jam, anggota DC yang melakukan pemukulan terhadap pengemudi ojek online menantang dengan mengatakan "1.000 ojol pun kami tidak takut". Setelah kejadian itu muncul ajakan untuk melakukan aksi solidaritas dengan menyeru kantor terkait.

"Debt collectornya melakukan pemukulan kepada driver Grab & juga menantang '1.000 ojol pun kami tidak takut'. Setelah kejadian itu muncul ajakan untuk menyerbu kantor leasing DC terkait. * Namun menurut admin, lebih baik selesaikan di kantor Polisi saja. Tuntut pasal Pemukulan," tulis akun @gojek24jam.

Advertisement

Salah Paham Ojol dengan Debt Collector

Setelah kejadian hari Selasa (3/3), pengemudi ojek online melakukan aksi solidaritas dengan mendatangi kantor kantor leasing PT. BMA yang berada di Jalan Wakhid Hasyim, Kabupaten Sleman, DIY, pada Rabu (4/4).

Di hari yang sama korban ditemani pengemudi ojek online lainnya mendatangi Polsek Depok Timur. Korban memutuskan untuk membuat laporan polisi terkait penganiayaan yang ia alami. Laporan ini diterima oleh pihak kepolisian setempat.

Kejadian ini belum berhenti. Kamis (5/3), sekelompok orang dari perwakilan DC mendatangi kantor Grab perwakilan DIY. Kedatangan sekelompok DC ini malah berujung salah paham dengan pengemudi ojek online yang kebetulan berada di kantor Grab perwakilan DIY.

2020 Merdeka.com/Purnomo Edi

Bentrokan di Ringroad Utara sekitar Kantor Grab

Kesalahpahaman yang terjadi di antara dua kelompok ini berlanjut dengan adanya bentrok di antara dua kelompok. Bentrokan di sekitar Ringroad Utara ini sempat diwarnai dengan aksi saling lempar batu.

Bentrokan yang sempat membuat Jalan Ringroad Utara tidak kondusif, namun berhasil diredam oleh petugas dari Polres Sleman. Kapolres Sleman, AKBP Rizki Ferdiansyah turun langsung dan berjanji akan mengusut tuntas dugaan penganiayaan.

"Kalau ada masalah hukum akan kita proses secara hukum. Saya minta ke teman ojol agar yang jadi korban lapor, karena ada beberapa kasus. Biar kami prosesnya," tegas Rizki.

Setelah mendengarkan paparan dari Kapolres Sleman, massa pengemudi ojek online membubarkan diri meninggalkan Jalan Ringroad Utara.


2020 Merdeka.com/Purnomo Edi

Perusakan di Kantor Lesing

Pada hari yang sama Kamis (5/3), sekitar pukul 15.30 WIB, sekelompok massa dari pengemudi ojek online kembali mendatangi kantor leasing BMA. Kantor leasing yang berada di Jalan Wakhid Hasyim ini menjadi sasaran perusakan oleh oknum yang diduga pengemudi ojek online.

Ada dugaan perusakan dilalakukan karena orang yang dicari tidak berada di kantor tersebut. Kepala RT 07/RW 25, Widorobaru, Condongcatur, Sleman, M Sholeh menerangkan saat kejadian ada ratusan massa dari pengemudi ojek online yang datang ke kantor BMA. Massa ini mencari seseorang yang merupakan DC di BMA.

"Karena orang yang dicari tidak ketemu dan massa terpancing emosi akhirnya terjadi perusakan. Massa sempat membakar dokumen-dokumen dari dalam kantor," ucap Sholeh kepada Merdeka.com.

2020 Merdeka.com

Bentrokan Terjadi di Jalan Babarsari

Bentrokan antara pengemudi ojek online dan anggota DC kembali terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Bentrokan ini terjadi di Jalan Babarsari.

Bentrokan berawal saat beredar kabar adanya penyerangan yang dilakukan oleh kelompok DC. Bentrokan ini sempat ricuh karena diduga terjadi perusakan sepeda motor milik pengemudi ojek online.

Kabar penyerangan ini membuat massa pengemudi ojek online berkumpul dan memadati Jalan Babarsari. Aksi solidaritas pengemudi ojek online membuat Jalan Babarsari harus ditutup.

2020 Merdeka.com

Polisi Tengah Selidiki Akar Masalah

Kericuhan yang terjadi di antara massa ojek online dan anggota DC telah terjadi beberapa hari, dan sudah dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian. Kapolres Sleman, AKBP Rizky Ferdiansyah mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan sekelompok DC kepada pengemudi ojek online.

"Polisi lagi dalami sebenarnya kejadian awal apa. Jangan sampai kejadian awal apa nanti dihembuskannya apa gitu. Kayak gini kan tidak ada informasi yang pasti. Tugas kami nanti telusuri dari awal masalahnya apa mudah-mudahan nanti ketemu benang merahnya," tegas Rizki.

Selain itu, terkait adanya perusakan dan penyerangan kepada pengemudi ojek online, Rizky menjelaskan pihak kepolisian masih akan melakukan penyelidikan. Hingga saat ini belum ada laporan yang terverifikasi oleh petugas kepolisian.

"Itu belum pasti (adanya korban penyerangan). Makanya, saya tadi tanya itu dirawat di mana, siapa korbannya, di mana posisi korban yang dibacok. Tadi ngasih beberapa barang bukti ke kita nanti kita telusuri," papar Rizki.

2020 Merdeka.com/twitter @gojek24jam

Kondisi Mulai Kondusif

Bentrokan yang berujung ricuh di Jalan Babarsari mulai kondusif setelah adanya imbauan dari pihak kepolisian. Massa pengemudi online membubarkan diri sekitar pukul 19.30 WIB.

Pihak kepolisian yang mendatangi langsung menjamin akan memproses kasus penyerangan terhadap pengemudi ojek online.

"Polisi lagi dalami sebenarnya kejadian awal apa. Jangan sampai kejadian awal apa nanti dihembuskannya apa gitu. Kayak gini kan tidak ada informasi yang pasti. Tugas kami nanti telusuri dari awal masalahnya apa mudah-mudahan nanti ketemu benang merahnya," tegas Rizki dilansir kepada Merdeka.com.

2020 Merdeka.com/Twitter @gojek24jam

Imbauan dari Kepolisian

Selain itu, melalui akun twitter Polda DIY @PoldaJogja mengimbau semua pihak untuk kondusif. Jajaran kepolisian Polda DIY bersama pemangku kepentingan lainnya sedang mengupayakan penyelesaian masalah dari ojol dan anggota DC. Kepolisian meminta semua pihak menahan diri selain itu pihak kepolisian akan menindaklanjuti melalui jalur hukum.

"Jajaran kepolisian Polda DIY bersama stake holder lainnya sedang mengupayakan penyelesaian dari masalah ini, dengan demikian dimohon semua pihak agar menahan diri," tulis di akun twitter.

"Hal hal yang berkaitan dengan pelanggaran hukum pada peristiwa ini pasti akan dilakukan tindakan hukum yang proporsional," lanjut akun twitter Polda DIY.

(mdk/kum)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.