LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

Kisah Mantan Teroris Ikut Upacara HUT Ke-75 RI, Perkuat Rasa Nasionalisme

Lima mantan narapidana kasus terorisme berkesempatan untuk mengikuti upacara bendera peringatan HUT RI ke-75 di Balai Kota Solo untuk menguatkan rasa nasionalisme.

2020-08-19 16:50:00
Jateng
Advertisement

Nasionalisme merupakan paham (ajaran) untuk mencintai bangsa dan negara sendiri. Seorang warga negara yang mempunyai rasa nasionalisme tinggi akan senantiasa menjaga nama baik negara.

Namun sejumlah peristiwa terorisme telah mencoreng nama Indonesia di mata dunia. Para pelaku teroris ditangkap, dipenjara, dan dianggap pengkhianat bangsa. Namun setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah dan menyesali kesalahan di masa lalu.

Kesempatan untuk berubah itulah yang dimanfaatkan oleh lima orang mantan narapidana teroris (napiter) bernama Priyatmo, Bayu Setyono, Ari Budi Santoso, Paimin, dan Chamidi. Mereka diberi kesempatan untuk mengikuti upacara bendera dalam rangka peringatan HUT RI ke-75 yang diselenggarakan di Balai Kota Solo. Berikut selengkapnya:

Advertisement

Telah Sadar

©2020 liputan6.com

Advertisement

Salah satu mantan napiteri, Paimin mengaku telah sadar dan meninggalkan dunia terorisme sejak mendekam di penjara. Dia sendiri menjadi narapidana teroris setelah terbukti memimpin kelompok yang mencoba meracuni polisi di Polda Metro Jaya pada 2011 lalu. Namun kini dia aktif dalam kegiatan bermasyarakat. Masyarakat-pun menerimanya dengan tangan terbuka.

“Saya telah kembali ke rakyat. Saya sekarang memberdayakan masyarakat melalui program PLS (peduli Lingkungan Sekitar) dengan ternak lele dan gurameh, mulai dari pembenihan hingga konsumsi,” ungkap Paimin dikutip dari Liputan6.com pada Selasa (18/8).

Mengenang Pengorbanan Para Pahlawan

Sementara itu Priyatmo alias Mamo harus mendekam di penjara selama lima tahun karena kepemilikan senjata yang ia selundupkan ke Indonesia dari Filipina pada 2011 lalu. Setelah keluar dari penjara, dia sibuk mengurus budi daya ikan nila di kampungnya.

Menurutnya, dengan mengikuti upacara itu ia bisa mengenang kembali perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan dari penjajah Belanda.

“Kalau saya sebagai warga negara Indonesia adanya HUT RI ini bisa mengenang bagaimana pengorbanan para pahlawan. Jangan sampai menyia-nyiakan apa yang telah dikorbankan oleh para pejuang-pejuang dulu,” kata Priyatmo.

Perkuat Rasa Nasionalisme

Sementara itu Deputi VII Badan Intelejen Negara (BIN), Wawan Hari Purwanto mengatakan BIN sengaja mengajak mantan napiter itu untuk ikut upacara bendera HUT RI di Balai Kota Solo. Upaya itu dilakukan untuk memupuk rasa nasionalisme.

“Kehadiran eks napiter menjadi simbol kembalinya mereka ke NKRI,” kata Wawan dikutip dari Liputan6.com.

(mdk/shr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.