Kisah Inspiratif Wawan Londoz, Freestyler Motor yang Jago Bikin Kue Ulang Tahun
Muhammad Wawan Supriyanto (29), terkenal di kalangan warga Blora, Jawa Tengah, sebagai freestyler motor. Namun di balik nama besarnya sebagai freestyler, dia juga mahir membuat kue.
Kisah inspiratif kali ini datang dari seorang pemuda. Muhammad Wawan Supriyanto (29), terkenal di kalangan warga Blora, Jawa Tengah, sebagai freestyler motor. Namun di balik nama besarnya sebagai freestyler, dia juga mahir membuat kue.
Bahkan, usaha kue buatannya sudah terkenal hingga ke luar Jawa, bahkan ke luar negeri. Oleh karena itu, bila ada orang dari luar kota atau luar negeri ingin memberi kejutan ulang tahun pada keluarga atau sahabat yang ada di Blora, mereka memesan kue-nya kepada Wawan.
“Dari mancanegara banyak. Ada Malaysia, Hongkong, TKI mengirim surprise buat anaknya karena nggak bisa pulang biasanya lewat jasa saya. Jadi, pesan kue sekaligus delivery sampai rumah,” kata Wawan dikutip dari Liputan6.com.
Lalu bagaimana ia menjalankan dua profesi sekaligus dalam waktu yang bersamaan? Berikut kisah inspiratifnya:
Menekuni Usaha Kue
pinterest.com
Wawan mengatakan, selain menjadi freestyler motor, dia menekuni usaha kue yang sudah digelutinya dalam beberapa tahun terakhir. Usaha itu ia lakukan sendiri di rumahnya yang beralamat di Desa Karangtalun, RT02 RW01 Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora.
Wawan mengaku, jika pesanannya lagi ramai, dalam sehari dia bisa membuat 7-10 kue tart ulang tahun. Rata-rata, dia mampu membuat 2 hingga 3 kue tart ulang tahun dalam sehari.
“Sehari-hari sebenarnya jualan kue ulang tahun. Kalau satu-nya Rp200 ribu, kalau tiga berarti Rp600 ribu,” ungkap Wawan.
Pesanan dari Luar Jawa
Wawan mengaku banyak orang luar Jawa seperti dari Sumatra, Kalimantan, hingga Sulawesi memberikan kejutan pada orang Blora dengan memesan kue tart ulang tahun buatannya. Bahkan, pemesannya juga banyak yang datang dari mancanegara. Dia juga banyak melayani pemesanan kue dari lembaga pemerintah.
“Untuk surprise orang Blora, misalnya di Pengadilan Negeri Blora, untuk Polres Blora, untuk Perhutani, pemesannya dari kementerian sana ke sini juga ada. Suruh mengirim ke alamat Blora,” terang Wawan.
Dampak Pandemi
©2020 Merdeka.com/liputan6.com
Wawan menerangkan, selama pandemi ini, usaha kue nya tidak terpengaruh. Wawan mengatakan, walau pemesanan langsung bisa saja berkurang, namun ia tetap bisa berjualan secara online.
Tapi untuk atraksi freestyler motor yang juga ia lakoni, dampaknya sangat terasa karena ia tidak bisa lagi mengikuti acara di berbagai daerah. Walau begitu, ia tetap berlatih agar kemampuannya tidak berkurang.
Tidak Bisa Hilang
©2021 Liputan6.com
Di sela-sela waktu mengantarkan kue pesanan, Wawan mengaku kerap menyempatkan diri latihan freestyle motor selama 2 jam di tempat ia biasa latihan. Ia tidak ingin kemampuannya mengendalikan kuda besi itu hilang.
“Tetap latihan freestyle itu pasti, biar tidak lupa. Karena hobi nggak bisa hilang itu,” kata Wawan dikutip dari Liputan6.com.
Pesan Wawan kepada Pengendara Motor
©2021 Liputan6.com
Terkait banyaknya aksi ugal-ugalan yang dilakukan pengendara khususnya freestyler motor, Wawan berpesan untuk selalu berhati-hati apabila mengendarai motor di jalanan umum. Baginya, jalanan umum bukan tempat untuk melakukan aksi freestyle motor apalagi untuk ugal-ugalan.
“Untuk yang berkendara, tetap gunakan safety riding. Serta protokol kesehatan dinomor satukan,” pesan Wawan.