LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

Kisah Hidup Surosentiko, Pahlawan Kaum Samin Penentang Sistem Pajak Belanda

Samin Surosentika adalah pendiri Gerakan Samin. Pada masa penjajahan Belanda, gerakan itu menjadi permasalahan karena mereka menolak membayar pajak kepada pemerintah. Bagi Surosentika, tanah mereka merupakan warisan Pandawa sehingga Belanda tak punya hak sedikitpun atas tanah itu.

2020-11-10 15:02:00
Jateng
Advertisement

Pada 7 Februari 1889, seorang pria kurus berusia sekitar 30 tahun bernama Surosentika untuk pertama kalinya berbicara kepada para pengikutnya pada sebuah lapangan di Blora. Bicaranya tidak banyak.

”Tanah ini milik kalian karena sudah diwariskan Pandawa kepada raja-raja Jawa. Belanda tak punya seujung kuku pun hak atas tanah di sini,” ucap Surosentika waktu itu.

Namun orang-orang yang hadir pada waktu itu meyakini apa yang disampaikan Surosentika. Melansir dari Terakota.id, pada malam itu pula, Surasentika memplokamirkan berdirinya sebuah Kerajaan Jawa. Di kemudian hari, kerajaan yang dipimpinnya itu dikenal dengan nama Gerakan Samin. Kata “Samin” juga ditambahkan pada nama depannya.

Advertisement

Seiring berkembangnya waktu, pengikut gerakan itu makin banyak dan menjadi permasalahan baru pemerintahan Hindia Belanda pada waktu itu. Walaupun tak melakukan perlawanan secara fisik, namun para anggota Samin yang banyak itu menolak untuk membayar pajak kepada pemerintah Hindia Belanda. Berikut kisah selengkapnya:

Pendiri Gerakan Samin

Advertisement

©2020 Merdeka.com

Pada mulanya, Gerakan Samin yang dibentuk oleh Surosentika dianggap sebagai aliran keagamaan baru. Namun perkembangan gerakan ini semakin cepat pada 1905. Bahkan dua tahun kemudian, tepatnya pada 8 November 1907, Samin Surosentika diangkat oleh pengikutnya sebagai Raja Jawa dengan gelar prabu Pangeran Suryangalam.

Para waktu itu, jumlah pengikut Gerakan Samin sudah mencapai 5.000 orang. Hal ini membuat takut pemerintah Hindia Belanda. Dalam sebuah pesta adat yang mereka adakan, para pengikut Gerakan Samin yang hadir ditangkap dengan alasan sedang mempersiapkan sebuah pemberontakan.

Dibuang ke Sawahlunto

©2019 Merdeka.com

Karena dianggap sebagai orang yang berbahaya, Samin Surosentiko ditangkap dan dibuang ke Sawahlunto selang 40 hari setelah ia diangkat menjadi Raja Jawa oleh pengikutnya. Di Sawahlunto, dia menjadi salah satu dari ribuan orang yang dipekerjakan secara paksa pada sebuah tambang batu bara.

Namun seperti halnya di Blora, di sanapun dia tampil sebagai sosok pejuang kaum buruh paksa dalam membela hak mereka untuk hidup layak dengan upah memadai. Oleh para rekan buruhnya, dia dikenal dengan nama Mbah Suro.

Kini, namanya diabadikan menjadi nama obyek wisata sejarah di kota itu. Nama itu diberikan pada sebuah lubang galian peninggalan Belanda yaitu “Lubang Mbah Suro”.

Konon Tak Bisa Mati

©2020 liputan6.com

Konon, sosok Samin Surosentika tak bisa mati. Melansir dari Liputan6.com, sejumlah orang di Riau masih bisa melihat wajah Samin Surosentika pada foto yang dipajang di rumah makan padang. Tapi anehnya, sang pemilik rumah makan tak bisa menjelaskan siapa sosok tersebut. Mereka hanya percaya, apabila memajang foto tersebut, rumah makan mereka akan selamat dan diberkahi.

Menurut pandangan Gunawan Budi Susanto, penulis dan budayawan asal Blora, yang dimaksud Samin tak bisa mati sebenarnya bukan mengacu pada Samin Surosentika, melainkan ajarannya sendiri yang hingga kini hidup di kalangan masyarakat Samin.

“Menggunakan logika saat ini, yang dimaksud Samin jelan bukan Samin sebagai sosok. Namun apa yang diajarkannyalah yang tak bisa dibunuh,” ungkap Gunawan dikutip merdeka.com dari Liputan6.com pada Selasa (10/11).

(mdk/shr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.