Kisah di Balik 3 Makam 'Tersembunyi' di Solo, Ada yang Berada di Dalam Rumah
Solo adalah kota yang kental dengan budaya Jawa. Karena itulah kota itu dijuluki “Spirit Of Java”. Tak hanya itu, Kota Solo juga menyimpan beragam hal unik, salah satunya adalah soal makam tersembunyi yang ada di kota itu.
Solo adalah kota yang kental dengan budaya Jawa. Karena itulah kota itu dijuluki “Spirit Of Java”. Tak hanya itu, Kota Solo juga menyimpan beragam hal unik, salah satunya adalah soal makam tersembunyi yang ada di kota itu.
Uniknya lagi, tiap makam unik itu memiliki kisah tersendiri. Berikut adalah kisah di balik 3 makan tersembunyi yang ada di Solo:
Makam Mbah Precet
©Rri.co.id
Makam Mbah Precet termasuk makam yang unik. Makam ini terletak persis di pinggir jalan Abiyoso, Kampung Teposanan, Kelurahan Sriwedari, Laweyan, Solo.
Dulunya, kawasan di sekitar makam itu merupakan pemakaman. Namun seiring waktu, pemerintah membangun daerah tersebut menjadi sekolahan, puskesmas, hingga rumah dinas lurah.
Sementara itu, sosok Mbah Precet konon hidup di zaman Pakubuwana II. Dia sendiri merupakan sosok yang disegani warga karena dermawan dan peduli pada rakyat kecil. Dia kemudian dihukum mati dan dimakamkan di tempat yang dulunya memang kompleks pemakaman itu.
Pernah pada suatu hari ada mobil yang secara tak sengaja parker di atas makam itu. Akibatnya lampu yang berada di dalam GOR Sritex yang letaknya berada di samping makam itu padam.
Makam Keturunan Raja di Rumah Warga
©2020 liputan6.com
Di sebuah rumah yang beralamat di Jalan Sutan Syahrir Solo terdapat empat buah makam yang salah satunya diyakini merupakan makam dari putri Mangkunegoro IV. Ironisnya lagi, empat buah makam itu terletak di sebuah bangunan yang dipakai sebagai gudang.
Dikutip dari Liputan6.com, putri Mangkunegara IV yang dimakamkan di situ adalah Raden Ayu Supartinah. Hal itu diketahui dari aksara Jawa bertuliskan Supartinah yang berada di makam itu.
Sementara itu tidak ada tulisan pada tiga makam lainnya. Yang pastinya, tiap bulan ruwah dalam penanggalan Jawa, banyak abdi dalem yang datang berkunjung.
Makam Raden Pabelan di Belakang BTC
Makam Raden Pabelan berada di belakang Beteng Trade Center (BTC) Solo. Dulunya, Raden Pabelan merupakan putra Raja Pajang yang mempunyai sikap kurang baik kepada wanita.
Setelah mendapat laporan bahwa Raden Pabelan tengah bermesraan dengan Putri Sultan Hadiwijaya, dia kemudian diusir dari istana dan dibunuh oleh salah satu prajurit kerajaan. Mayatnya kemudian dibuang ke sungai.
Mayat itu kemudian ditemukan tersangkut di Kali Pepe oleh Ki Gede Solo dan dia kembali menghanyutkan mayat itu. Tapi setiap kali dihanyutkan, mayat itu selalu kembali ke tempat semula. Setelah bersemedi, Ki Gede Solo mendapat bisikan dari mayat tersebut untuk memakamkan jasadnya di tempat dia tersangkut.
Mayat itu juga berwasiat tempat di mana ia dikuburkan di kemudian hari akan menjadi tempat yang makmur. Di kemudian hari, tempat itu menjadi pusat Kerajaan Mataram Islam dan menjadi kota yang besar sampai sekarang.
Namun hingga kini, makam Raden Pabelan tidak boleh diabadikan atau difoto.