Kepanjangan PMS adalah Premenstrual Syndrome, Berikut Cara Mengatasinya
Kepanjangan PMS adalah premenstrual syndrome yang kerap dirasakan wanita sebelum menstruasi. Gejala PMS bisa berupa perubahan fisik, perubahan emosi, dan perubahan perilaku. Biasanya, kondisi ini dialami wanita 1-2 minggu sebelum hari pertama menstruasi setiap bulannya.
Kepanjangan PMS adalah premenstrual syndrome. Premenstrual syndrome inikerap dirasakan wanita sebelum menstruasi. Selain mengetahui kepanjangan PMS, kenali juga gejala PMS yang biasa dialami oleh wanita.
Gejala PMS bisa berupa perubahan fisik, perubahan emosi, dan perubahan perilaku. Biasanya, kondisi ini dialami wanita 1-2 minggu sebelum hari pertama menstruasi setiap bulannya. Melansir dari Mayo Clinic, sekitar 50% dari wanita yang menderita pramenstruasi ini berusia sekitar 20-30 tahun.
Sementara itu, gejala PMS dimulai sekitar hari ke-14 dan berlangsung hingga tujuh hari setelah menstruasi dimulai. Tingkat keparahan PMS yang muncul berbeda-beda pada setiap wanita, mulai dari ringan, seperti kelelahan, hingga berat, seperti depresi.
Umumnya, gejala PMS terjadi setelah proses ovulasi (proses pelepasan sel telur dari indung telur) dan sebelum haid mulai. Lantas, apa penjelasan kepanjangan PMS, penyebab PMS dan bagaimana cara mengatasi gejalanya?
Simak ulasan kepanjangan PMS dan penjelasan lainnya yang merdeka.com lansir dari Healthline:
Kepanjangan PMS dan Penjelasannya
©Shutterstock/stefanolunardi
Meski terdengar familiar, beberapa orang masih bingung apa kepanjangan PMS. Kepanjangan PMS adalah premenstrual syndrome yang kerap menimbulkan rasa tidak nyaman dan tidak jarang mengganggu aktivitas sehari-hari. PMS biasanya berlangsung sekitar 1-2 minggu sebelum keluarnya darah menstruasi.
Penyebab PMS tidak diketahui secara pasti, tetapi kondisi ini diduga dipengaruhi oleh perubahan hormon estrogen dan progesteron menjelang dan selama menstruasi. Orang yang PMS akan merasakan beberapa gejala, seperti penyudara nyeri, sakit perut, pusing, dan lainnya.
Gejala PMS
Selain mengetahui kepanjangan PMS, kenali juga gejala PMS. Sebagaimana kita tahu, gejala PMS adalah mencakup gangguan fisik maupun emosional. Biasanya, kondisi ini terjadi setelah ovulasi (proses pelepasan sel telur dari indung telur) dan sebelum haid dimulai. Berikut beberapa gejala PMS yang perlu diwaspadai, seperti:
• Payudara terasa nyeri
• Pembengkakan pada tangan atau kaki
• Perut kembung
• Tumbuh jerawat
• Sakit kepala
• Nyeri otot
• Nafsu makan meningkat
• Konsentrasi memburuk
• Berat badan bertambah
Penyebab PMS
Kepanjangan PMS adalah premenstrual syndrome ini disebabkan oleh beberapa faktor, baik secara fisik maupun psikis. Adapun beberapa penyebab PMS yang paling umum dialami oleh wanita, di antaranya sebagai berikut:
Perubahan Hormon
Salah satu penyebab PMS yang paling umum dialami wanita adalah perubahan hormon. Naik turunnya hormon pada wanita, yaitu hormon estrogen dan progesteron, dapat memicu terjadinya PMS. Biasanya, kondisi ini akan hilang jika wanita mengalami kehamilan atau telah menopause.
Perubahan Kimia di Otak
Penyebab PMS yang kerap dialami wanita selanjutnya, yaitu perubahan kimia di otak. Perubahan seretonin pada otak memainkan peran penting dalam suasana hari, sehingga bisa memicu gejala PMS. Selain itu, jumlah serotonin yang tidak cukup juga dapat menyebabkan depresi prahaid, kelelahan, ngidam makanan, dan masalah tidur.
Depresi
Selain perubahan hormon dan perubahan kimia di otak, depresi atau gangguan mood juga bisa menjadi penyebab PMS. Kondisi ini bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kurang berolahraga, penyalahgunaan obat-obatan, trauma fisik, dan riwayat PMS dalam keluarga.
Cara Mengatasi Gejala PMS
©©2012 Merdeka.com
Setelah mengetahui kepanjangan PMS, kenali juga cara mengatasi gejala PMS. Cara mengatasi PMS tergantung pada tingkat keparahan PMS yang dialami penderita.
Biasanya, dokter akan menyarankan untuk rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan sehat. Selain itu, ada beberapa cara mengatasi PMS lainnya, di antaranya:
Pola Makan Sehat
Cara mengatasi PMS secara alami yang pertama adalah menerapkan pola makan sehat. Beberapa makanan yang kaya karbohidrat kompleks dapat mengurangi mood swing. Selain itu, Anda juga dapat mengonsumsi makanan kaya kalsium seperti yogurt dan sayuran hijau untuk mengurangi gejala PMS.
Membatasi Konsumsi Alkohol
Membatasi konsumsi minuman beralkohol menjadi salah satu cara mengatasi PMS yang cukup efektif. Orang yang mengalami gejala PMS sering mengalami perut kembung dan susah tidur. Untuk mencegah gejala tersebut, batasi konsumsi alkohol, kafein, seperti teh dan kopi.
Berhenti Merokok
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan merokok dapat memicu gejala PMS menjadi semakin berat. Selain itu, merokok juga bisa menyebabkan menstruasi tidak teratur dan memicu menopause dini. Untuk itu, hindari kebiasaan merokok mulai dari sekarang.
Pemberian Obat-obatan
Cara mengatasi PMS selanjutnya, yaitu pemberian obat-obatan. Biasanya, dokter akan memberikan obat antinyeri berupa obat anti-inflamasi nonsteroid untuk mengurangi gejala PMS. Obat ini dipercaya dapat mengurangi kram perut dan rasa tidak nyaman di payudara.
Selain itu, dokter juga akan memberikan obat antidepresan berupa selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI). Obat ini merupakan pengobatan lini pertama untuk pasien PMS yang perah dan berfungsi untuk mengatasi gangguan suasana hati.