LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

Kembali Dibuka, Begini Total Penumpukan Sampah di Jogja Selama TPA Piyungan Ditutup

Setelah sempat ditutup, akhirnya TPA Piyungan dapat dibuka kembali. Walaupun hanya lima hari, penutupan TPA Piyungan nyatanya berdampak besar bagi kesehatan lingkungan di Yogyakarta dan sekitarnya.

2022-05-13 15:13:00
Jateng
Advertisement

Setelah sempat ditutup, akhirnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan dapat dibuka kembali. Walaupun hanya lima hari, penutupan TPA Piyungan nyatanya berdampak besar bagi kesehatan lingkungan di Yogyakarta dan sekitarnya. Bahkan walau kini sudah dibuka, kondisi itu belum pulih seutuhnya.

“Hari ini kami mulai membersihkan sampah di depo dan tempat pembuangan sampah sementara. Dibutuhkan waktu sepekan untuk normalisasi,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Ahmad Haryoko dikutip dari ANTARA pada Kamis (13/5).

Haryoko mengatakan, seluruh tempat pembuangan sampah (TPS) dan depo sampah di Kota Yogyakarta baru bisa kembali ke kondisi normal pada Rabu (18/5).

Advertisement

Total Penumpukan Sampah di Jogja

©Instagram/@zakimath

Advertisement

Haryoko mengatakan, total penumpukan sampah di seluruh TPS dan depo sampah di Kota Yogyakarta selama hampir satu pekan diperkirakan mencapai sekitar 2.000 unit atau sekitar 350 ton per hari. Proses pengangkutan sampah ke TPA Piyungan diprioritaskan menyasar beberapa kawasan terlebih dahulu seperti di Jalan Hayam Wuruk atau Lempuyangan, Jalan KS Tubun, dan Taman Sari.

Di tempat-tempat itu tumpukan sampah sudah meluber ke jalan.
Pengangkutan sampah dari Kota Yogyakarta ke TPA Piyungan sendiri dilakukan oleh 32 armada milik DHL dan tambahan 12 armada milik swasta untuk kawasan Keraton dan Malioboro.

Selain itu ada pula enam armada milik Dinas Perdagangan untuk mengangkut sampah di pasar-pasar yang didukung lima colt yang dikelola swasta. Haryoko memastikan armada-armada itu semuanya dalam kondisi baik.

“Jika ada kerusakan, seperti bak yang berlubang, kami akan perbaiki sehingga sampah tidak tercecer di jalan,” ujar Haryoko.

Tempat Pengolahan Sampah

©Instagram/@projectbindonesia

Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan akan membangun tempat pengolahan sampah yang berlokasi di Kabupaten Bantul dengan luas sekitar dua hektare. Dia mengatakan, pihaknya telah mendapat persetujuan dari warga sekitar.

Rencananya proyek pembangunan pengolahan sampah ini akan dimulai pada tahun 2023. Ia menegaskan, tempat itu tidak akan digunakan sebagai tempat pembuangan sehingga ia berjanji tidak akan terjadi penumpukan sampah seperti di Piyungan.

“Metode pengolahan sampah yang akan digunakan masih kami kaji. Misalnya menggunakan incinerator untuk mengolah sampah anorganik menjadi tembako. Untuk sampah organik akan diolah menjadi kompos,” kata Heroe dikutip dari ANTARA.

(mdk/shr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.