Jenis Kata Kerja dalam Bahasa Indonesia, Lengkap Beserta Ciri-ciri dan Penjelasannya
Jenis kata kerja dalam bahasa Indonesia penting untuk diketahui dalam teknik penulisan. Kata kerja atau verba adalah kata yang menyatakan suatu perbuatan, gerak, keadaan atau terjadinya sesuatu. Kata ini menduduki fungsi sebagai predikat dalam sebuah kalimat.
Jenis kata kerja dalam bahasa Indonesia penting untuk diketahui dalam teknik penulisan. Kata kerja atau verba adalah kata yang menyatakan suatu perbuatan, gerak, keadaan atau terjadinya sesuatu. Kata ini menduduki fungsi sebagai predikat dalam sebuah kalimat.
Kata kerja sering disebut sebagai elemen terkecil dalam bahasa. Penggabungan kata akan menjadi frasa, klausa, dan kalimat. Kata kerja sangat penting dalam sebuah kesatuan kalimat karena akan membuat kalimat itu sendiri efektif dibentuk.
Jenis kata kerja biasanya digunakan sebagai predikat dalam suatu frasa atau kalimat. Kata kerja diklasifikasikan menjadi beberapa jenis sesuai sifat dan fungsinya. Berikut jenis kata kerja dan penjelasannya yang merdeka.com lansir dari Liputan6.com dan sumber lainnya:
Mengenal Jenis Kata Kerja
© Negative Space
Kata kerja adalah kata yang menyatakan perbuatan atau tindakan, proses, dan keadaan yang bukan sifat. Biasanya, kata kerja berfungsi sebagai predikat dalam kalimat. Kata kerja sendiri dibagi menjadi beberapa jenis, di antaranya:
Jenis Kata Kerja Berdasarkan Bentuk
Jenis kata kerja berdasarkan bentuk dikelompokkan menjadi dua, yaitu kata kerja dasar dan kata kerja turunan, berikut penjelasannya:
Kata Kerja Dasar
Kata kerja dasar merupakan kata yang tidak memiliki imbuhan atau merupakan kata dasar baik awalan, akhiran-akhiran, atau sisipan. Jenis kata kerja ini menjadi dasar pengembangan kata yang lebih besar. Contoh dari kata ini adalah pukul, makan, jemur, dan lainnya.
Contoh kalimat yang mengandung kata kerja dasar adalah sebagai berikut:
Pedagang itu jual jeruk seharga 10 ribu rupiah
Ayah minum air dari kendi
Kata Kerja Turunan
Kata kerja turunan adalah kata kerja yang telah mendapatkan imbuhan. Jenis kata kerja ini sudah mengalami afiksasi, reduplikasi, gabungan proses, atau berupa paduan leksem. Kata kerja turunan dapat dibedakan menjadi lima kelompok, yaitu bebas afiks wajib, bebas afiks manasuka, terikat afiks wajib, reduplikasi, dan majemuk.
Jenis Kata Kerja Berdasarkan Subjek
Kata Kerja Aktif
Kata kerja aktif merupakan kata kerja di mana subjeknya berposisi sebagai pelaku. Biasanya, kata kerja aktif memiliki imbuhan me- atau ber-. Adapun contoh dari kata ini, yaitu menanak, berlari, berjalan, memasak, meminta, dan lain sebagainya.
Contoh kalimat:
Joko menyapu teras
Ibu pergi ke warung
Kata Kerja Pasif
Kata kerja pasif adalah bentuk kata kerja yang subjeknya dikenai suatu pekerjaan. Umumnya, kata kerja aktif memiliki imbuhan di- dan ter-. Contoh dari jenis kata kerja inim yaitu diminum, dimakan, dipukul, dicium, dan lainnya.
Contoh kalimat:
Bunga mawar adik selalu disirami ibu setiap hari
Susu di atas meja diminum kakak
Jenis Kata Kerja Berdasarkan Objeknya
moneycrashers.com
Kata Kerja Transitif
Kata kerja transitif adalah kata kerja yang membutuhkan pelengkap atau objek. Kalimat dengan kata kerja transitif tidak akan menjadi kalimat efektif tanpa kehadiran objek. Kalimat yang mengandung kata kerja transitif bisa diubah menjadi kalimat pasif.
Adapun contoh dari kata ini, yaitu menjaga, memakan, menendang, dan lain sebagainya. Berikut contoh kalimat yang menggunakan kata kerja transitif:
“Kakak memasak nasi di dapur” (aktif) bisa diubah menjadi kalimat pasif menjadi “nasi dimasak ibu”
Kata Kerja Intransitif
Kata kerja intransitif adalah kata kerja yang tidak membutuhkan pelengkap. Dengan kata lain, kata kerja intransitif sudah efektif tanpa pelengkap seperti objek atau kata keterangan. Karena tidak memiliki objek, kalimat yang mengandung kata kerja intransitif tidak bisa diubah ke dalam bentuk pasif.
Contoh kalimat:
Ani menangis
Adik melamun kemarin
Ciri-ciri Kata Kerja
Dalam bahasa Indonesia, ciri-ciri kata kerja adalah kata tersebut dapat diperluas dengan kelompok kata dengan + kata sifat atau dengan + kata benda. Misalnya: berjalan dengan cepat, berbicara dengan dosen. Lebih jelasnya, berikut ciri-ciri kata kerja, antara lain:
• Kata kerja menggunakan imbuhan, seperti me-, di-, ter-, me-kan, di-kan, ber-an, memper-an, dan memper-i. Kata tersebut diawali dengan kata pernyataan waktu, misalnya sedang, akan, telah, hampir, dan segera.
• Bisa diberikan aspek waktu, seperti sedang, akan, dan telah. Sebagai contoh, akan makan, akan tidur, akan sekolah.
• Memiliki arti perbuatan, aktivitas, dan tindakan.
• Bisa diikuti oleh gabungan kata dengan +KB/KS. Misalnya, pergi dengan kakak, berlari dengan cepat.
• Kata kerja sering diikuti dengan kata serta atau keterangan.
• Bisa diperluas dengan memberi tambahan dengan + kata sifat sesudah. Misalnya saja “ia berjalan lambat”