Jadi Tempat Partai Final Piala Dunia U-20 2023, Ini Sejarah Stadion Manahan Solo
Stadion Manahan Solo terpilih menjadi tempat berlangsungnya partai Final Piala Dunia U-20 2023. Stadion itu dinilai telah memenuhi standar internasional dan telah terbukti beberapa kali berhasil menyelenggarakan acara bertaraf dunia. Letaknya juga strategis karena berada di tengah Kota Solo.
Stadion Manahan Solo terpilih menjadi tempat berlangsungnya partai Final Piala Dunia U-20 2023. Stadion itu dinilai telah memenuhi standar internasional dan telah terbukti beberapa kali berhasil menyelenggarakan acara bertaraf dunia. Letaknya juga strategis karena berada di tengah Kota Solo.
Walaupun begitu, Stadion Manahan Solo terhitung baru berdiri. Stadion itu diresmikan pada 21 Februari 1998 oleh Presiden Soeharto. Kini stadion ini menjadi markas dari klub Persis Solo.
Lantas seperti apa sejarah Stadion Manahan Solo dari waktu ke waktu? Berikut ulasan selengkapnya:
Pembangunan Stadion Manahan
©2023 Merdeka.com
Dilansir dari Wikipedia.org, Stadion Manahan Solo merupakan persembahan dari yayasan Ibu Tien Soeharto. Pembangunannya dimulai pada tahun 1989 dengan menggunakan lahan seluas 170.000 meter persegi dan luas bangunan 33.300 meter persegi. Butuh waktu sembilan tahun untuk mengubah lahan kosong menjadi Stadion Manahan yang megah. Pada 21 Februari 1998, stadion tersebut akhirnya diresmikan.
Pada tahun 2008, Stadion Manahan terpaksa ditutup karena dilakukan renovasi. Renovasi dilakukan dengan mencabut semua bagian rumput lapangan dan menggantinya dengan rumput jenis baru. Dari proyek renovasi tersebut, Stadion Manahan bisa lepas dari predikat buruknya sebagai stadion langganan banjir.
Renovasi Besar
©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo
Pada Agustus 2018, Stadion Manahan mengalami renovasi besar-besaran. Rumputnya diganti dengan rumput jenis Zoysia japonica, sama dengan yang digunakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Selain itu, kursi penontonnya diganti dengan yang single seat berkapasitas 20.000 penonton. Seluruh kursi penonton itu sudah terlindungi atap sehingga penonton tidak kehujanan.
Selain itu, fasilitas ruang ganti pemain dilengkapi dengan kolam berendam air panas untuk masing-masing tim, ruang pemanasan atlet, dan sejumlah fasilitas lainnya. Jadilah Stadion Manahan Solo tampak lebih megah dari sebelumnya. Jelang pagelaran Piala Dunia U-20, Stadion Manahan Solo kembali menjalani renovasi yang rencananya selesai pada Maret 2023.
Lokasi Strategis
©2018 Kemen PUPR
Sepanjang sejarahnya, Stadion Manahan Solo pernah menjadi markas klub-klub elite Liga Indonesia seperti Pelita Solo, Persijatim Solo FC, hingga Persis Solo. Stadion ini juga memiliki lokasi yang strategis karena berdekatan dengan sejumlah sarana transportasi seperti Stasiun Kereta Api Purwosari, Terminal Tirtonadi, dan Bandara Adi Sumarno.
Dilansir dari Surakarta.go.id, stadion ini memiliki sejumlah fasilitas yang lengkap mulai dari area parkir yang mampu menampung 2.300 motor dan 300 mobil, beragam jenis lapangan mulai dari lapangan tenis, bisbol, sirkuit motor, sirkuit sepeda, dan ruang billiard, serta fasilitas taman lengkap dengan sarana fitnes dan jogging yang bisa digunakan secara gratis.