LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

Jadi Momen Kebangkitan Permainan Jadul, Ini Kata Para Ahli tentang Fenomena Lato-Lato

Fenomena permainan lato-lato sedang jadi tren di kalangan anak-anak dewasa ini. Bahkan orang dewasa ikut bermain lato-lato. Para pakar memberi tanggapan terkait fenomena permainan ini.

2023-01-11 16:03:00
Jateng
Advertisement

Fenomena permainan lato-lato sedang jadi tren di kalangan anak-anak belakangan ini. Bahkan orang dewasa ikut bermain lato-lato.

Sosiolog Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Dr. Drajat Tri Kartono, M.Si punya pandangan sendiri terkait fenomena ini. Ia mengatakan fenomena lato-lato bisa menjadi peluang kembalinya permainan jadul, seperti gobak sodor dan petak umpet.

“Yang membuat saya tertarik adalah bagaimana reproduksi sosial bisa terjadi dan memori permainan lama bisa dihidupkan kembali,” kata Dr Drajat dikutip dari ANTARA pada Rabu (11/1).
Berikut selengkapnya:

Advertisement

Momen Kebangkitan Permainan Jadul

Instagram kapoldametrojaya ©2023 Merdeka.com

Advertisement

Drajat awalnya menduga tren permainan tersebut tidak bertahan lama. Namun nyatanya makin banyak orang yang memainkannya, tak hanya anak-anak namun juga remaja hingga orang dewasa. Melihat realitas tersebut, ia memperkirakan di masa depan nanti permainan jadul yang selama ini hilang bisa dihidupkan lagi. Apalagi saat ini ada media sosial yang bisa mempopulerkan permainan tersebut.

“Permainan ini juga berfungsi untuk meningkatkan vitalitas sosial dan daya hidup karena memerlukan interaksi satu sama lain. Hebatnya, lato-lato ini muncul dan hadir kembali secara viral tapi tidak dalam basis digital,” kata Drajat.

Buka Memori Masa Lalu

©2023 Merdeka.com/Instagram/TikTok

Drajat menambahkan, fenomena permainan lato-lato memunculkan memori masa lalu para orang tua yang masa kecilnya tidak asing dengan permainan tradisional. Menurutnya, hal ini menyulut habitualisasi terhadap permainan jadul tersebut sehingga mudah untuk menghidupkannya lagi.

“Setiap bermain pasti harus berkumpul dengan yang lain dulu sehingga membangun ikatan solidaritas pertemuan dan moral atau kebersamaan. Ini beberapa nilai sosial yang bisa diambil dari munculnya lato-lato ini,” kata Drajat.

Hobi Lato-Lato harus Difasilitasi

©2023 Merdeka.com/Instagram/TikTok

Sementara itu Psikolog UGM Prof Koentjoro meminta sekolah untuk memfasilitasi siswa terkait hobi bermain lato-lato secara aman, salah satunya adalah mengadakan lomba bermain lato-lato. Menurutnya hal itu justru akan mengajarkan anak bagaimana bermain secara jujur dan sportif.

Ia menambahkan, sejatinya bermain lato-lato juga dapat mengurangi ketergantungan anak pada handphone. Permainan itu pula dapat melatih konsentrasi, ketangkasan fisik, kepercayaan diri, dan sosialisasi. Namun hal itu tak lepas dari peran orang tua untuk selalu memberikan pengawasan saat anak memainkan lato-lato.

“Peran orang tua harus ada. Bermain dengan aman harus diajarkan pada anak. Aturan kapan main harus dijelaskan seperti saat anak memakai handphone, agar tidak mengganggu lingkungan,” kata Koentjoro dikutip dari ANTARA pada Selasa (10/1).

(mdk/shr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.