LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

Jadi Makin Cantik, Ini Kisah di Balik Wisata Gunung Kemukus yang Kini Banyak Berubah

Pada masanya, nama Gunung Kemukus lebih dikenal sebagai tempat pesugihan dibandingkan tempat wisata. Kini tempat wisata ziarah itu mencoba memperbaiki "image" suram itu dengan wajah baru.

2022-06-06 13:08:00
Jateng
Advertisement

Pada masanya, Gunung Kemukus terdengar begitu suram dari telinga orang banyak. Mereka lebih mengenal tempat itu sebagai tempat pesugihan dan ritual seks bebas dibandingkan tempat wisata.

Para pencari pesugihan datang ke sana dengan membawa pasangan orang lain untuk melakukan ritual seks. Tempat itu lalu berkembang menjadi lokalisasi. Tak heran Gunung Kemukus pernah mendapat julukan “sex mountain” dari media asing.

Padahal sebenarnya Gunung Kemukus merupakan tempat ziarah. Di atas bukit yang berada di tengah hamparan air Waduk Kedung Ombo itu, terdapat makam seorang penyiar Islam bernama Pangeran Samudro.

Advertisement

Dia adalah adik dari Raden Patah, Raja Kerajaan Demak yang pertama. Dulunya, dia meninggal di tempat itu dalam perjalanan pulang menuju Demak dari syiar Islam di Gunung Lawu.

Hasto Pratomo (69), juru kunci Gunung Kemukus©Merdeka.com/Shani Rasyid

Advertisement

Pada Sabtu (4/6), Merdeka.com mengunjungi Gunung Kemukus dan bertemu sang juru kunci, Hasto Pratomo (69). Dia sudah jadi juru kunci Kemukus sejak tahun 1987. Saat ditanya soal kenapa tempat itu sempat terkenal sebagai lokasi pesugihan, ia mengaku tak banyak tahu.

“Kalau itu sudah jadi kepercayaan masing-masing. Saya tidak tahu asal mulanya soalnya itu sudah ada sejak zaman kakek-kakek saya,” kata Hasto.

Tangga menuju makam Pangeran Samudro©Merdeka.com/Shani Rasyid

Walaupun masih ada orang-orang yang datang ke sana untuk mencari pesugihan, Hasto menegaskan kalau Gunung Kemukus itu hanya menjadi tempat ziarah. Banyak orang dari berbagai kalangan datang berziarah ke tempat itu mulai dari Mantan Presiden Soeharto, hingga tokoh-tokoh masa kini seperti Presiden Jokowi, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dan juga Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

“Kalau dari artis ada Tukul Arwana. Almarhum Didi Kempot juga suka ke sini dulu waktu masih ngamen. Kalau Pak Jokowi ke sini waktu sebelum jadi Wali Kota Solo, waktu masih jadi pengusaha,” ujarnya.

Biasanya tempat ziarah Gunung Kemukus ramai setiap malam Jumat Pon. Para peziarah memilih Jumat Pon itu karena di hari itulah Pangeran Samudro meninggal. Hasto mengatakan saat itu para pengunjung bisa sampai ribuan orang. Saat berziarah, mereka melakukan tirakat semalam penuh.

Hari lain di mana Gunung Kemukus ramai peziarah adalah momen menjelang pemilihan legislatif. Hasto mengatakan biasanya para caleg (calon legislatif) banyak datang ke tempat itu untuk memohon berkah. Selain itu banyak pula para pengusaha yang datang agar usahanya sukses.

Makam Pangeran Samudro ©Merdeka.com/Shani Rasyid

Bila apa yang mereka minta terwujud, para peziarah biasanya mengadakan syukuran di halaman makam. Hewan sembelihan seperti sapi, kambing, atau ayam dibawa dari luar dan langsung disembelih di tempat.

Hasto bercerita, sejak tahun 2020 kawasan wisata ziarah Gunung Kemukus mengalami kemajuan pesat terutama di bidang sarana prasarana. Bila sebelumnya wisatawan harus menyeberang ke lokasi ziarah dengan perahu, kini sudah dibangun jembatan untuk kendaraan bermotor yang menghubungkan tempat itu dengan Jalan Raya Solo-Purwodadi.

Di depan lokasi ziarah, dibangun sebuah taman yang dapat dijadikan tempat nongkrong warga sambil menikmati Waduk Kedung Ombo.

Bangunan joglo tempat makam Pangeran Samudro ©Merdeka.com/Shani Rasyid

Sementara di tempat peziarahannya sendiri, dibangun sebuah rumah joglo dari kayu jati yang melindungi makam Pangeran Samudro. Hasto mengatakan pembangunan seluruh infrastruktur penunjang di sana dilakukan atas instruksi langsung dari Presiden Jokowi.

“Satu paket, Mas. Mulai dari jalan yang dicor, jembatan, taman, sampai pembangunan joglo ini,” bebernya.

Tak hanya makam sang wali, di dekatnya terdapat makam-makam lain yang merupakan makam para juru kunci yang pernah merawat tempat itu.

“Kalau sekarang sudah tidak bisa lagi (ditambah makam baru). Bapak saya saja sudah tidak dimakamkan di sini,” ujarnya.

Makam juru kunci yang pernah bertugas menjaga tempat ziarah Gunung Kemukus ©Merdeka.com/Shani Rasyid

Di usianya yang beranjak tua, Hasto telah menunjuk satu dari kelima anaknya untuk menjadi juru kunci. Biasanya dia yang dipilih merupakan anak pertama. Saat para peziarah sedang banyak yang datang terutama saat malam Jumat Pon dan Jumat Kliwon, Hasto selalu meminta sang anak berada di sampingnya untuk melayani para peziarah.

“Biar nanti kalau dia sudah menggantikan saya menjadi juru kunci, saya tak perlu repot-repot mengajarinya lagi,” katanya.

Walaupun sumber nafkahnya hanya berasal dari sumbangan para peziarah, ia mengatakan para juru kunci biasanya memiliki umur panjang.

“Simbah saya dulu waktu meninggal umurnya 105 tahun. Kalau bapak saya waktu meninggal usianya baru 97 tahun,” ujar Hasto.

Penataan taman di kawasan wisata Gunung Kemukus ©Merdeka.com/Shani Rasyid

Saat ditanya apa rahasianya sehingga para juru kunci umurnya bisa panjang, Hasto menjawab singkat bahwa itu adalah rahasia Yang Kuasa. Tapi kalau berdasarkan yang ia rasakan selama ini, bekerja sebagai juru kunci di Gunung Kemukus tidak menyita banyak pikiran. Selain itu ia pun bisa bergaul dengan para pengunjung bahkan sesekali mendengarkan curhatan para peziarah yang datang ke tempat itu.

“Pernah ada orang yang mau ke sini menghubungi saya langsung melalui pesan WA, dia tanya apa saja syarat-syarat untuk bisa ke sini, apakah harus bawa selingkuhan dan sebagainya. Saya jawab syaratnya gini-gini, tapi yang jelas tidak perlu bawa pasangan orang lain,” ujar Hasto sambil tertawa.

(mdk/shr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.