Inovatif, Begini Cara Kota Jogja Lakukan Penataan Parkir Motor di Tepi Jalan
Menyadari kondisinya yang bisa menimbulkan kemacetan, Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta mulai melakukan penataan parkir di tepi jalan secara bertahap. Salah satu solusinya adalah dengan memanfaatkan teknologi parkir yang semakin canggih sehingga tidak membutuhkan lahan luas.
Kota Jogja dikenal dengan kota wisata. Banyak lokasi wisata tersebar di kota ini seperti Malioboro, Kraton, Taman Pintar, Museum, galeri seni, dan masih banyak lagi.
Hanya saja, terkadang tempat wisata itu belum ditunjang dengan tempat parkir yang mumpuni. Akhirnya banyak pengunjung yang memarkirkan kendaraan mereka di pinggir-pinggir jalan. Apabila dibiarkan, keadaan ini bisa mengganggu pengguna jalan lainnya dan menimbulkan kemacetan.
Menyadari hal tersebut, Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta mulai melakukan penataan parkir di tepi jalan secara bertahap. Salah satu solusinya adalah dengan memanfaatkan teknologi parkir yang semakin canggih sehingga tidak membutuhkan lahan luas.
“Karena luas lahan di Yogyakarta terbatas, maka dibutuhkan metode khusus untuk penyediaan lahan parkir dengan kapasitas cukup tapi tidak membutuhkan lahan luas,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Agus Arif, dikutip dari ANTARA pada Senin (19/4).
Lalu seperti apa metode khusus yang katanya tidak butuh lahan luas dalam menyediakan tempat parkir bagi para masyarakat maupun wisatawan di Kota Yogyakarta ini? Berikut selengkapnya:
Metode Parkir Compact
©2017 merdeka.com/marselinus gual
Agus mengatakan, metode penataan parkir itu diberi nama “compact”. Metode ini sudah dilakukan oleh salah satu rumah sakit di Kota Yogyakarta yang membangun tempat parkir sepeda motor dengan membangun tempat parkir bertingkat sehingga tidak membutuhkan lahan parkir yang luas.
Agus berharap, dengan adanya gedung parkir tersebut, diharapkan tidak ada lagi parkir sepeda motor yang berada di pinggir jalan utama.
“Seperti membangun lemari parkir untuk sepeda motor. Jadi tidak membutuhkan lahan luas. Teknologinya sudah ada, dan kami akan mendorong pemanfaatan teknologi untuk mengatur parkir tepi jalan umum,” kata Agus.
Nilai Investasi Tidak Sedikit
Menurut Agus, adanya metode baru dalam penataan parkir ini tidak akan mengurangi mata pencaharian juru parkir yang selama ini mengais rezeki dari pengendara yang memarkirkan kendaraan di pinggir jalan.
Justru sebaliknya, apabila parkir di tepi jalan itu bisa ditata, maka diharapkan arus lalu lintas menjadi semakin lancar, pertumbuhan ekonomi meningkat, serta tercipta estetika di Kota Yogyakarta.
“Hanya saja, untuk metode parkir seperti ini butuh nilai investasi yang tidak sedikit. Jadi, tidak harus dari pemerintah yang mengupayakan penataan parkir atau penyediaannya,” kata Agus dikutip dari ANTARA.