LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

Headline adalah Judul Pokok Suatu Karya, Ketahui Jenis dan Cara Membuatnya

Headline adalah judul pokok suatu karya yang berfungsi sebagai penarik perhatian pembaca atau penonton. Headline adalah bagian penting dalam sebuah berita, artikel, dan konten lainnya. Membuat sebuah karya wajib mencantumkan headline.

2021-11-23 16:20:00
Jateng
Advertisement

Headline adalah judul pokok suatu karya. Istilah judul memang tak lagi asing dalam dunia tulis menulis atau suatu karya. Judul juga sering disebut sebagai headline. Untuk membuat sebuah karya, diperlukan judul yang mengawali dan menjelaskan ide pokok suatu karya.

Headline adalah judul yang menentukan minat pembaca atau penonton. Mulai dari koran, majalah, novel, buku, hingga karya baik digital atau pun konvensional semua pasti disertai dengan headline. Seolah headline menjadi jiwa dari setiap karya.

Secara penempatan, headline adalah kata-kata yang ditetapkan di kepala bagian atau halaman untuk memperkenalkan atau mengkategorikan. Headline adalah bagian penting dalam sebuah berita, artikel, dan konten lainnya. Membuat sebuah karya wajib mencantumkan headline.

Advertisement

Namun apa pentingnya, dan bagaimana cara membuatnya headline yang benar? Berikut penjelasannya melansir dari repository.ump.ac.id.

Pengertian Headline adalah

Advertisement

©2020 Merdeka.com

Headline adalah judul pokok suatu karya. Headline atau judul selalu ditempatkan pada bagian awal sebuah karya. Headline bagian karya yang paling menonjol. 

Dari segi berita, Eriyanto (2002:257) menjelaskan, pembaca cenderung lebih mengingat headline yang digunakan daripada bagian isi berita. Oleh karenanya, keberadaan headline sangat penting dalam sebuah karya.

Fungsi Headline

Headline adalah judul karya yang berfungsi sebagai penarik perhatian pembaca, menarik minat pembaca, dan memberikan gambaran mengenai cerita. Kunci keberhasilan sebuah karya dapat ditentukan dari sebuah headline. Dengan headline, target pembaca untuk membaca isi karya bisa dapat terpenuhi. Tanpa headline yang menarik, maka karya tidak laku pembaca.

Oleh karenanya, headline harus dibuat sebagus mungkin dengan trik dan cara baik dan benar. Pasalnya, diperlukan teknik yang tidak mudah untuk menciptakan judul pokok suatu karya. Kemampuan akal pikiran, intuisi, perasaan, hingga kreativitas harus dihadirkan saat membuat judul utama atau headline.

Sebagaimana dalam sebuah buku Periklanan Karya Sandra Moriarty dkk, fungsi headline dapat tercapai jika:

1. Headline yang baik harus punya target tertentu atau tujuan pembaca tertentu.
2. Headline harus menggambarkan isi konten secara umum.
3. Headline lebih baik diselingi dengan kombinasi gambar untuk meningkatkan perhatian pembaca.
4. Dari segi kepenulisan, headline harus menggunakan pilihan kata yang menarik. Frasa yang pas akan menggugah pembaca mengulik lebih jauh isi dari karya tersebut.

Cara Membuat Headline yang Benar

©US News Money

Headline adalah judul pokok suatu karya. Maka untuk membuatnya diperlukan teknik khusus. Melansir dari Neil Patel, untuk membuat judul harus mempertimbangkan berbagai aspek agar fungsi headline dapat tercapai. Berikut cara membuat headline yang benar: 

1. Menggunakan Nomor dan Data

Mengintegrasikan angka dan data tertentu ke dalam headline adalah cara yang efektif untuk membuat artikel lebih menarik bagi pembaca. Pada headline dapat disisipkan data yang paling menarik pembaca. 

Beberapa studi penelitian telah menunjukkan bahwa headline dengan angka cenderung menghasilkan lebih banyak pembaca. Salah satu alasan mengapa menggunakan angka berhasil di berita utama Anda adalah karena angka itu seperti "permen otak". Yang membuat mereka ketagihan, dan pikiran kita tidak bisa mendapatkan cukup dari mereka.

2. Berikan Alasan Unik bagi Pembaca

Perlu memastikan headline yang menarik bagi orang-orang. Untuk menghindari membuang-buang waktu pada konten, beri alasan kuat mengapa pembaca harus mengklik, membaca, atau melihat karya. Jadi, pastikan headline adalah judul karya yang menarik. 

3. Sampaikan Kalimat Urgensi 

Mengungkapkan salah satu pentingnya membaca, atau melihat sebuah karya pada judul adalah hal terbaik. Hal ini membuat fungsi headline menjadi lebih efektif. Misalnya menyangkut kesehatan, atau menyangkut stok barang yang akan terlewat.

4. Ungkapkan Sesuatu yang Bermanfaat

Untuk membuat headline yang baik, perlu mencantumkan sesuatu yang bermanfaat untuk pembaca. Yang dikemas dalam urgensi, hal unik, hingga data spesifik. Jika sebuah karya tidak memiliki nilai, seberapa besar urgensi yang digunakan maka akan berakhir gagal. 

Berguna dapat berarti beberapa hal praktis, bermanfaat, berharga, informatif, bermanfaat, dan sebagainya. Intinya adalah untuk membantu pembaca mengalami harapan, mengetahui bahwa masalah mereka masih dapat dipecahkan.

5. Gunakan Pilihan Kata yang Menarik

Karena headline adalah judul, maka pemilihan kata menjadi hal yang penting. Pasalnya dengan kata-kata yang pas, tujuan karya dapat tersampaikan dengan baik kepada pembaca. Headline adalah judul, alasan unik yang membuat pembaca tertarik. 

Misalnya penggunaan kata sifat dalam headline untuk menulis kalimat yang berhubungan dengan emosi atau perasaan seperti sedih, senang, haru dan lain sebagainya.  Kata yang mengandung emosi mampu menarik audiens dalam sebuah cerita, membuat pembaca seolah terlibat dan tertarik untuk membaca.

6. Representasikan Isi Karya 

Cara membuat headline adalah mencurahkan isi pokok suatu karya ke dalamnya. Teknik inilah yang membedakan satu karya dengan karya lainnya. Sebagai identitas yang paling menonjolkan isi karya. 

Jenis Headline dalam Suatu Karya

©Amazon

Setelah mengetahui headline adalah judul pokok suatu karya, berikut jenis headline yang dapat digunakan sebagai contoh untuk mengawali membuat headline yang baik.

1. Judul langsung

Judul langsung dengan jelas menyatakan tujuan sebuah artikel. Biasanya melibatkan fakta dalam artikel untuk meringkas ide keseluruhan. Pembaca tahu persis apa yang akan mereka baca atau lihat saat Anda menggunakan judul langsung.

Contoh: "15 Gambar Anak Anjing Untuk Menghibur Anda"

2. Judul tidak langsung

Judul tidak langsung mengambil pendekatan halus dengan mengisyaratkan poin utama dari sebuah artikel. Karena tidak secara langsung menyatakan ide kunci, itu menargetkan keingintahuan pembaca untuk menemukan tentang apa artikel itu.

*Contoh: "Perusahaan sepatu terapung di tahun 2021"*

3. Judul berita

Judul berita membuat pengumuman penting tentang perusahaan atau produknya. Wartawan sering menggunakan jenis berita utama ini dalam artikel berita untuk berbagi informasi terkini secara efisien dengan publik.

Contoh: "Beach Cove Taffy Mengumumkan Lokasi Baru Dekat Pantai Myrtle"

4. Judul cara

Jenis judul ini mengajarkan pembaca cara untuk mempelajari keterampilan baru atau memecahkan masalah melalui garis besar langkah-langkah. Untuk menulis judul how-to, penulis memulai dengan frase "how to", diikuti dengan tindakan yang mereka ingin pembaca mereka pelajari. Ini juga membantu menyoroti mengapa artikel tertentu mungkin bermanfaat bagi mereka.

Contoh: "Cara Mengemudi di Negara Asing Seperti Orang Lokal"

5. Judul pertanyaan

Judul pertanyaan mengajukan pertanyaan kepada pembaca dengan tujuan memberikan jawaban dalam artikel. Ini cenderung menjadi topik yang mungkin diminati konsumen mengenai produk atau merek perusahaan.

Contoh: "Tahukah Anda Sayuran Kita Mana yang Mengandung Vitamin Paling Banyak?"

Terkait: Dasar-dasar Pemasaran Konten: Apa itu Pemasaran Konten dan Bagaimana Melakukannya

6. Judul perintah

Judul perintah memberi tahu pembaca apa yang harus dilakukan atau apa yang dapat mereka pelajari dengan membaca artikel. Perusahaan biasanya menggunakan judul jenis ini saat membuat iklan. Sebagian besar judul perintah dimulai dengan kata kerja tindakan yang kuat.

Contoh: "Sederhanakan Lemari Pakaian Anda dengan Teknik Baru Ini"

7. Judul "alasan mengapa"

Judul ini memberitahu audiens mengapa situasi tertentu terjadi. Jenis judul ini biasanya menghasilkan format artikel daftar, yang sering kali lebih disukai pembaca daripada jenis artikel lainnya karena lebih mudah untuk dibaca sekilas.

Contoh: "8 Alasan Mengapa Pakaian Mempengaruhi Wawancara Anda"

8. Judul yang emosional

Judul emosional biasanya menargetkan perasaan positif atau negatif untuk mendorong audiens membaca artikel. Untuk melakukan ini, penulis menggunakan kata-kata yang kuat seperti terjangkau atau stres.

Contoh: "Cara Mencegah Kejenuhan Kerja di Tahun Baru"

(mdk/Ibr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.