Soroti Persoalan Klithih di Jogja, Pakar UGM Sebut Peran Keluarga Sangat Penting
Masalah klithih di Jogja seolah tidak juga menemukan solusi. Hingga bertahun-tahun lalu hingga sekarang kasusnya masih sering saja terjadi. Menurut pakar UGM, masalah klithih ini harus diperhatikan dengan baik, terutama bagaimana orang tua mendidik anak mereka.
Masalah klithih di Jogja seolah tidak juga menemukan solusi. Hingga bertahun-tahun lalu hingga sekarang kasusnya masih sering terjadi. Bahkan belakangan ini muncul tagar #SriSultanYogyaDaruratKlitih dan #YogyaTidakAman di Twitter.
Menurut Sosiolog kriminal UGM, Drs. Soeprapto, ada permasalahan kompleks di balik tindak perilaku klithih tersebut. Ia berharap semua pihak harus turut andil dalam pengentasan masalah klithih ini.
“Saya mengharapkan bahwa penanganan ini jangan hanya dibebankan pada aparat keamanan atau pemerintah. Tapi mari lakukan secara sistemik, yaitu melalui lembaga keluarga, lembaga pendidikan, lembaga agama, lembaga pemerintah, dan juga masyarakat,” kata Soeprapto dikutip dari Ugm.ac.id pada Kamis (13/1).
Peran Lembaga Keluarga
©2020 Merdeka.com
Soeprapto mengatakan, di antara semua lembaga itu, lembaga keluarga merupakan lembaga awal dan mendasar bagi setiap orang.
Menurutnya, jika lembaga keluarga tidak dapat berfungsi sebagaimana semestinya, yakni terkait fungsi sosialisasi, perlindungan, afeksi, dan perlindungan, maka upaya pengentasan yang dilakukan lembaga-lembaga di luar keluarga akan terancam pula.
Ia menambahkan, ada banyak hal yang bisa dilakukan keluarga untuk mencegah terjadinya klithih. Tindak kejahatan itu rata-rata dilakukan tengah malam. Lembaga keluarga pada waktu-waktu tersebut diharapkan peka terhadap keberadaan anggota keluarganya.
Rekam Jejak Pelaku Klithih
Sementara itu Psikolog perkembangan Dr. Arum Febrianti, M.A mengatakan bahwa para pelaku klithih tidak serta merta tiba-tiba menjadi seorang pelaku kriminal. Ia menjelaskan ada rekam jejak di balik semua itu yang dikenal sebagai jalur perkembangan seseorang.
Dalam hal ini, sudah ada banyak hal yang dialami oleh anak. Jika keluarga tidak berfungsi dengan baik, seperti memberikan contoh, melindungi keluarga, dan lain sebagainya, maka anak berpeluang terjerumus pada tindak perilaku klithih.
“Oleh sebab itu, kontrol orang tua, kedekatan emosi, dan membangun komunikasi dengan anak itu penting,” ujar Arum dikutip dari Ugm.ac.id.