LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

Haphephobia adalah Takut Berlebihan Terhadap Sentuhan, Berikut Penjelasannya

Haphephobia adalah kecemasan dan ketakutan yang berlebihan terhadap sentuhan orang lain. Orang yang mengalami gangguan ini akan merasa sangat cemas ketika menyentuh atau mendapatkan sentuhan dari orang-orang sekitar. Gangguan ini jika tidak segera ditangani akan memunculkan risiko penyakit mental lainnya.

2022-02-09 11:16:00
Jenis Gangguan Mental
Advertisement

Haphephobia adalah kecemasan dan ketakutan yang berlebihan terhadap sentuhan orang lain. Orang yang mengalami gangguan ini akan merasa sangat cemas ketika menyentuh atau mendapatkan sentuhan dari orang-orang sekitar. Gangguan ini jika tidak segera ditangani akan memunculkan risiko penyakit mental lainnya.

Malansir dari Mayo Cilinic, orang dengan gangguan haphephobia akan mengalami rasa panik dan takut yang tidak rasional ketika disentuh atau hendak disentuh orang lain. Selain disebut sebagai haphephobia, gangguan ini juga dikenal dengan chiraptophobia, thixophobia, dan aphenphosmphobia.

Gejala umum yang sering dirasakan orang dengan haphephobia, yaitu munculnya rasa cemas, tidak nyaman, berkeringat, atau bahkan mengalami serangan panik ketika ia disentuh orang lain. Selain itu, gangguan ini juga bisa menyebabkan penderita mengalami ras mual, palpitasi jantung, pingsan, dan mudah menangis.

Advertisement

Lantas, apa penyebab haphephobia dan bagaimana cara mengatasinya? Simak ulasannya yang merdeka.com lansir dari Mayo Clinic:

Gejala Haphephobia

Advertisement

©2012 Shutterstock/bds

Seseorang yang menderita haphephobia akan muncul rasa panik, marah, takut, dan cemas ketika hendak disentuh orang lain. Seseorang dapat dikatakan menderita haphephobia ketika ia sudah mengalami gejala di atas 6 bulan. Adapun gejala yang dirasakan setiap orang berbeda-beda, tergantung tingkat keparahan fobia.

Secara umum, berikut beberapa gejala haphephobia yang kerap dialami penderita, di antaranya:

• Pusing

• Menangis

• Napas menjadi cepat atau sesak napas

• Mual

• Sering menangis

• Selalu menghindari sentuhan

• Tubuh gemetaran

• Keringat dingin

Penyebab Haphephobia

Ada beberapa penyebab haphephobia yang sering dialami penderita, salah satunya trauma masa lalu. Seseorang yang memiliki trauma terhadap sentuhan akan mengasosiakan bahwa menyentuh selalu terkait dengan sesuatu yang sangat tidak menyenangkan.

• Memiliki riwayat haphephobia dalam keluarga

• Menderita gangguan fungsi otak akibat cedera atau penuaan

• Menderita gangguan kecemasan sosial

• Fobia terhadap kuman

• Mengalami peristiwa traumatis dengan sentuhan, seperti kekerasan seksual.

Cara Mengatasi Haphephobia

©Shutterstock

Seseorang yang memiliki gejala haphephobia disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Pasalnya, orang dengan gangguan ini jika tidak segera mendapatkan perawatan bisa menimbulkan komplikasi, seperti sering merasa kesepian, anti sosial, dan bermasalah dengan menjalani hubungan lainnya.

Untuk itu, bagi orang yang memiliki beberapa gejala haphephobia sebaiknya langsung menghubungi dokter. Biasanya, dokter akan memberi beberapa jenis pengobatan, di antaranya:

Psikoterapi

Salah satu cara mengatasi haphephobia, yaitu dengan psikoterapi. Setidaknya ada dua jenis psikoterapi, yaitu eksposur dan terapi perilaku kognitif.

Terapi eksposur sendiri berfokus untuk membantu pasien mengubah respons terhadap hal-hal yang ia takuti. Pada terapi ini, pasien secara berulang-ulang dan bertahap menghadapi hal dan situasi tersebut. Terapi yang dilakukan secara berulang, bisa membantu pasien untuk mengelola kecemasannya.

Minum Obat-obatan

Ada beberapa obat-obatan yang bisa diminum penderita gangguan haphephobia, seperti beta-blocker dan obat penenang. Beta-blocker sendiri untuk memblokir efek stimulasi adrenalin yang menyebabkan peningkatan detak jantung, tekanan darah tinggi, dan tubuh gemetar.

Sementara itu, obat penenang seperti banzodiazepin untuk membantu mengurangi kecemasan. Tentu saja, pasien tidak boleh minum obat ini dalam jangka panjang dan harus dengan resep dokter.

Meditasi

Selain melakukan terapi dan pemberian obat, haphephobia juga bisa dicegah dengan cara alami, salah satunya meditasi. Kegiatan relaksasi ini dapat menumbuhkan pikiran positif dan membangkitkan semangat untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Pasalnya, pikiran negatif yang sering muncul dapat menyebabkan seseorang menjadi cemas, stres, bahkan mengalami depresi obsesif.

Oleh karena itu, berpikir positif diperlukan untuk menghindari gangguan mental yang bisa terjadi. Pasalnya, berpikir positif dapat memberi pengaruh baik untuk keadaan psikologis.

Olahraga Teratur

Pepatah pernah mengatakan 'di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat', tampaknya kalimat ini masih relevan hingga saat ini. Seperti halnya dengan penyakit mental, sangat perlu diatasi dengan menerapkan pola hidup sehat, salah satunya dengan rutin berolahraga.

Dengan melakukan olahraga setidaknya 2-3 kali dalam seminggu, dianggap efektif untuk menurunkan risiko gangguan mental. Tentu saja, cara ini harus diimbangi dengan pola makan sehat, seperti makan buah dan sayur-sayuran.

(mdk/jen)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.