Pernah Terpuruk dalam Kemiskinan, Marshel Widianto Bersyukur Imun Tubuh Malah Kuat
Marshel pernah hidup dengan kondisi pra-sejahtera atau miskin. Meski demikian, ada hal yang disyukuri Marshel dari kondisi tersebut.
Karier Marshel Widianto di dunia hiburan diawalinya dengan menjadi komika stand-up comedy. Setelah menekuni kariernya, kini ia dikenal sebagai seorang publik figur.
Bukan hanya itu saja hasil yang ia bisa petik dari hasil usaha kerja kerasnya. Salah satunya adalah kondisi finansial yang lebih baik dari beberapa tahun silam.
Diketahui, Marshel pernah hidup dengan kondisi pra-sejahtera atau miskin. Meski demikian, ada hal yang disyukuri Marshel dari kondisi tersebut.
Dulu Kondisi Ekonominya Lemah
You Tube - Pantengin TV
Marshel bercerita tentang masa lalunya yang sulit. Hal itu diungkapkannya dalam video yang diunggah di kanal Youtube Pantenging TV pada beberapa hari yang lalu.
Tak ada penyesalan ketika pemain film Laundry Show itu berada di titik yang rendah. Ia bersyukur karena di saat itu, dirinya bisa bertahan dengan segala kondisi apapun dengan tubuh yang sehat.
"Oh akhirnya gini, mungkin waktu itu ekonomiku lemah, tapi yang aku syukuri setelah itu adalah imun tubuhku tinggi," ungkap Marshel.
"Serendah-rendahnya eknonomi, itu pasti nggak akan sakit-sakit," tambahnya.
Atasi Sakit dengan Cara Sederhana
Marshel juga mengungkapkan bagaimana ayah dan ibunya menghadapi penyakit-penyakit yang dideritanya. Menurutnya, penyakit itu hanya perlu penanganan yang sederhana saja.
"Mama gue kena asam lambung naik, diturunin sendiri sama dia. Di tahan aja udah sama dia," kata Marshel.
"Bapak gue kena serangan jantung diserang balik sama dia. Dikasih teh tawar anget, sehat," imbuhnya.
Hal yang bisa membuatnya beranjak dari situasi sulit tersebut adalah ketika dirinya bisa melawan ego yang ada di dalam diri sendiri. Ia bisa menyingkirkan gengsi dan ekspektasi terlalu besar untuk mencari pekerjaan yang lebih baik.
"Karena bener kalau kata orang-orang pinter, lawan terberat di hidup itu adalah diri kita sendiri," ucapnya.
"Ada banyak ekspetasi yang menghalangi kita. Tapi kalau kita jalani ya kita nggak akan tahu salah atau benar," pungkasnya.