Gunung Slamet Berpotensi Meletus Besar, Ini Penjelasan Ahli Vulkanologi UGM
Dalam catatan sejarahnya, Gunung Slamet tidak pernah meletus besar. Namun seorang ahli vulkanologi mengatakan Gunung Slamet mempunyai potensi untuk meletus besar. Ia mengungkapkan ada endapan awan panas yang cukup tebal di kawasan Guci yang berada di lereng Gunung Slamet.
Gunung Slamet yang memiliki tinggi mencapai 3.428 mdpl merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah. Letaknya hampir berada di tengah Pulau Jawa. Secara geografis, gunung ini berada di 5 kabupaten sekaligus yaitu Kabupaten Banyumas, Brebes, Tegal, Purbalingga, dan Pemalang.
Dalam catatan sejarahnya, gunung ini tidak pernah meletus besar. Tercatat, gunung ini hanya pernah mengalami letusan kecil pada tahun 1988, 2009, dan 2014.
Namun baru-baru ini seorang ahli vulkanologi mengatakan Gunung Slamet mempunyai potensi untuk meletus besar. Prediksi itu diungkapkan oleh ahli vulkanologi asal Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Agung Harijoko.
Dilansir dari Liputan6.com pada Selasa (14/4), Ia mengungkapkan ada endapan awan panas yang cukup tebal di kawasan Guci yang berada di lereng Gunung Slamet.
Endapan Awan Panas di Guci
2019 Merdeka.com/Abdul Aziz
Agung mengungkapkan, dilihat dari peta letusan yang mengarah ke Guci, Ia menemukan adanya endapan awan panas tebal yang biasa disebut scoria.
"Di Guci sendiri saya menemukan sampai tujuh lapisan awan panas, sehingga sebenarnya ada letusan yang menghasilkan awan panas yang alirannya mencapai Guci. Dan itu tidak hanya sekali, namun sampai tujuh kali," ujar Agung dilansir Liputan6.com.
Letusan Besar di Masa Mendatang
Relawan PMI/Fariz Azki Maulana
Adanya endapan awan panas di Guci itu menjadi bukti bahwa Gunung Slamet pernah meletus besar di masa lalu. Oleh karena itu Ia menduga akan ada pengulangan erupsi Gunung Slamet yang cukup besar di masa mendatang.
"Jadi dari letusan Gunung Slamet yang terekam di lembah Guci itu ada letusan besar. Cuma kita tidak tahu pengulangannya berapa tahun lagi. Tapi potensinya akan ada letusan besar di Gunung Slamet kalau melihat sejarah erupsi masa lalunya," ujar Agung.
Masyarakat Harus Siap Siaga
AFP PHOTO
Menurut Agung, upaya monitoring dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) harus terus dilakukan untuk mengetahui tanda-tanda dan tingkat kegempaan yang mengarah kepada kemungkinan erupsi. Namun yang lebih penting lagi masyarakat harus waspada dan selalu siap apabila situasi gawat darurat ditetapkan.
"Apakah masyarakat di sana tahu tentang bahaya letusan Gunung Slamet? Mereka penting untuk mengetahui dan harus sadar bahwa mereka tinggal di daerah rawan bencana," ujar Agung dilansir Liputan6.com pada Selasa (14/4).