Gunakan Karya Seniman Lain Tanpa Izin, Ini Klarifikasi Pamungkas
Saat merilis album barunya tersebut, tidak hanya karyannya saja yang diperbincangkan oleh penikmat musik. Namun, ada kejadian lain yang membuat Pamungkas diperbincangkan oleh warganet.
Pamungkas mengawali kariernya di industri musik Tanah Air pada 2018 dengan merilis album 'Walk The Talk'. Tak lama berselang, nama Pamungkas semakin melambung dan pada tahun 2019 saat merilis album 'Flying Solo'.
Lalu, pada 2020 lalu, ia telah merilis dua album yang berjudul 'The End of Flying Solo Era' dan 'Solipsism'. Awal 2021, ia kembali merilis album lagi yang berjudul 'Solipsism 0.2'.
Saat merilis album tersebut, tidak hanya karyanya saja yang diperbincangkan oleh penikmat musik. Namun, ada kejadian lain yang membuat Pamungkas diperbincangkan oleh warganet.
Sampul Album
Instagram - Pamungkas
Diketahui, setelah beredar luas di media sosial, warganet membicarakan sampul album 'Solipsism 0.2' yang merupakan karya seniman Baptise Virot. Banyak warganet yang menduga bahwa Pamungkas menggunakan karya Baptise Virot menjadi sampul album tanpa izin atau membelinya.
Setelah ramai diperbincangkan, Pamungkas kemudian memberikan klarifikasinya mengenai hal tersebut. Pamungkas menuturkan bahwa itu adalah murni kelalaiannya.
“Saya Pamungkas on behalf Mas Pam Records, saya akan menjelaskan sekaligus meluruskan pertanyaan yang sedang beredar di online media di Indonesia dan juga di sosial media. This pure my bad, ini ada kelalaian saya,” jelas Pamungkas.
Selesaikan Masalah
Hal itu diungkapkan oleh Pamungkas dalam unggahan di akun Instagram pribadinya. Pamungkas dalam video yang diunggah pada Rabu (3/2) tersebut juga meminta maaf atas permasalahan ini.
Pamungkas juga menjelaskan bahwa ia sudah melakukan komunikasi dengan seniman terkait untuk menyelesaikan masalah. Pamungkas kemudian membeli hak cipta karya tersebut dan menggunakan dengan sebagaimana mestinya.
“Saya meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi karena kelalaian saya. Kami sudah menyelesaikan masalah dengan Baptiste. Kami membeli hak cipta dan ilustrasinya, kami berhubungan baik,” jelas Pamungkas.
Belajar Sesuatu
Lebih lanjut, Pamungkas juga berterima kasih kepada warganet yang telah mengingatkannya untuk hal ini. Ia juga telah memetik pelajaran dari kasus ini.
“Saya juga berterima kasih kepada teman-teman media dan teman-teman sosial media yang selalu mengingatkan saya, terima kasih banyak. Saya belajar sesuatu yang sangat berharga dari kejadian ini,” tuturnya.
Nikmati Proses
Tidak hanya memetik pelajaran dari apa yang terjadi, Pamungkas juga bersyukur atas kejadian ini. Sebagai musisi independen, Pamungkas selalu menikmati proses yang terjadi sepanjang kariernya.
“Sekali lagi saya mengirimkan permohonan maaf dan terima kasih atas apa yang terjadi. Saya sangat bersyukur dengan kejadian ini, saya jadi belajar banyak lebih lagi dan bisa lebih menikmati prosesnya,” ucapnya.