Getaran Gempa Pacitan Terasa hingga Jogja, Ini Penjelasan BMKG
Walaupun terjadi di Pacitan, Jawa Timur, namun getaran gempa itu terasa hingga wilayah DIY. Sejumlah warga DIY mengaku sangat merasakan gempa itu dan tak sedikit dari mereka yang panik hingga keluar rumah. Lalu mengapa gempa itu bisa terasa hingga Jogja? Berikut penjelasan BMKG.
Warga Jogja dikejutkan dengan getaran gempa yang terjadi pada pukul 02.33 WIB dini hari. Setelah telusuri, gempa tersebut berpusat pada 8.98 Lintang Selatan dan 110.85 Bujur Timur yang secara geografis berlokasi di laut pada jarak 91 km sebelah selatan Kota Pacitan dengan kedalaman 93 km. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami dan belum ada laporan kerusakan atas terjadinya peristiwa itu.
Walaupun terjadi di Pacitan, Jawa Timur, namun getaran gempa itu terasa hingga wilayah DIY. Sejumlah warga DIY mengaku sangat merasakan gempa itu dan tak sedikit dari mereka yang panik hingga keluar rumah.
Lalu mengapa gempa itu bisa terasa hingga Jogja? Berikut penjelasan BMKG.
Kekuatan dan Kedalaman Gempa
©2020 Merdeka.com/liputan6.com
Supervisor Pusat Gempa Regional VI Stasiun Geofisika BMKG Yogyakarta Budi Nugroho mengatakan gempa itu bisa terasa hingga DIY khususnya di wilayah Kota Yogyakarta, Bantul dan Sleman karena kedalaman gempa itu berada pada kategori menengah. Yaitu antara 60-300 kilometer.
Tak hanya itu, kekuatan gempa yang berada pada kategori lebih atau sama dengan 5 juga mempengaruhi cakupan getaran gempa.
“Semakin dalam dan besar kekuatan sumber gempa maka area yang merasakan semakin luas,” ujar Budi dikutip dari ANTARA pada Senin (22/6).
Pengaruh Energi
Ilustrasi shutterstock.com
Menurut Budi, gempa yang terasa hingga wilayah DIY itu tak lepas dari energi besar yang dihasilkan. Menurutnya, energi yang besar itu menyebabkan terjadinya proses pemantulan dan pembiasan gelombang yang bisa terjadi berulang kali. Beda halnya jika energi itu kecil.
"Jika energinya kecil, maka proses perambatan gelombang gempa hanya akan terjadi di sekitar pusat gempa,” kata Budi.
Kaca Jendela Bergetar
Sementara itu Yanto, seorang warga Gamping, Sleman mengatakan gempa terjadi cukup lama. Tak hanya itu, gempa juga sempat membuat kaca rumahnya bergetar dan membuat semua anggota keluarganya keluar rumah.
Senada dengan Yanto, Ahmadi, warga Sleman lainnya mengatakan gempa yang terjadi di Jawa Timur itu sangat terasa di rumahnya.
“Terasa lama. Tadi keluar semua. Kaca jendela gerak-gerak,” terang Yanto, dilansir dari ANTARA.