Gempa Bumi Guncang Wilayah Dieng dan Sekitarnya, Ternyata Ini Penyebabnya
Kamis pagi (3/9) pukul 05.00, Kawasan Dieng dan sekitarnya diguncang gempa bumi berkekuatan 2,2 Skala Richter (SR). Walaupun skalanya kecil, gempa itu dirasakan cukup keras oleh beberapa warga setempat.
Kamis pagi (3/9) pukul 05.00, Kawasan Dieng dan sekitarnya diguncang gempa bumi berkekuatan 2,2 Skala Richter (SR). Walaupun skalanya kecil, gempa itu dirasakan cukup keras oleh beberapa warga setempat.
Seperti diketahui, kawasan Dataran Tinggi Dieng merupakan sebuah kompleks pegunungan api di mana terdapat pula banyak kawah yang masih aktif. Letusan kawah-kawah di sana biasanya didahului oleh guncangan gempa dan pernah menelan korban jiwa yang cukup banyak.
Tapi, tak semua gempa bumi yang terjadi di kawasan yang dijuluki negeri para dewa itu disebabkan karena meningkatnya aktivitas kawah-kawah di sana. Tak jarang pula, gempa itu disebabkan oleh aktivitas tektonik, yang membuat kondisi kawah tetap normal seperti apa adanya.
Lalu apa penyebab gempa bumi yang mengguncang Dieng pada Kamis pagi itu? Berikut selengkapnya:
Berkekuatan 2,2 Skala Richter
©2019 Merdeka.com/Arie Basuki
Gempa itu sendiri berkekuatan 2,2 Skala Richter dengan kedalaman 14 kilometer. Pusat gempanya sendiri berada di koordinat -7.12 Lintang Selatan dan 109.78 Bujur Timur, tepatnya berada di sebelah utara kawasan Dieng.
“Sejumlah warga di Dieng dan sekitarnya merasakan getaran gempa,” kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara Setyoaje Prayoedhie dikutip dari ANTARA pada Kamis (3/9).
Gempa Dangkal
Berdasarkan kedalamannya, gempa tersebut termasuk jenis gempa dangkal. Sementara itu penyebab gempa karena adanya aktivitas sesar lokal.
“Hingga saat ini, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan,” kata Setyoajie.
Dirasakan Cukup Keras
Berdasarkan pendataan dan laporan dari masyarakat, gempa dirasakan cukup keras. Setyoadjie mengatakan getaran gempa tersebut dirasakan di Dieng pada skala I sampai II MMI (Modified Mercalli Intensity).
Dilansir dari ANTARA, pada skala I MMI getaran gempa terasa seperti ada truk yang sedang berlalu. Pada skala II MMI getaran gempa dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah dan beberapa orang di luar rumah serta menyebabkan gerabah pecah, jendela dan pintu berderik, serta dinding yang berbunyi.
Warga Dihimbau Tetap Tenang
©2019 Merdeka.com
Meski cukup terasa, namun Seryoadjie meminta masyarakat untuk tetap tenang dan terus mengikuti perkembangan informasi.
“Pastikan bahwa informasi resmi yang didapat hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” kata Setyoadjie.