Gembira Loka Zoo Tolak Ratusan Pengunjung dalam Sehari, Ini Alasannya
Dalam sehari, sekitar ratusan wisatawan ditolak masuk Kebun Binatang Gembira Loka (GL Zoo) Yogyakarta. Tak seperti di tempat-tempat wisata lain, ternyata bukan aplikasi PeduliLindungi yang menyebabkan mereka ditolak masuk di tempat wisata itu.
Memasuki Bulan September ini, kasus COVID-19 terus mengalami penurunan. Hal ini membuat beberapa tempat wisata mulai dibuka kembali dengan protokol kesehatan ketat. Salah satu protokol kesehatan yang harus ditaati wisatawan adalah vaksinasi minimal dosis pertama dengan bukti vaksin yang diunduh melalui aplikasi PeduliLindungi.
Segala persyaratan itulah yang membuat banyak wisatawan tak bisa masuk tempat wisata. Di Kebun Binatang Gembira Loka (GL Zoo), sekitar ratusan wisatawan dalam sehari sejak uji coba pembukaan tempat wisata itu mulai dilakukan.
Namun menurut Kepala Bagian Humas dan Promosi GL Zoo, Fahmi Ramadhan, bukan aplikasi yang menjadi masalah ditolaknya para wisatawan untuk masuk ke kebun binatang itu.
Penyebab Ratusan Pengunjung Ditolak
©2015 merdeka.com/kresna
Fahmi mengatakan, selama ini segmentasi pengunjung dari GL Zoo mayoritas adalah anak-anak. Oleh karena itu, sebagian besar wisatawan yang hendak masuk ke kebun binatang itu membawa anak-anak.
Padahal regulasi dari pemerintah melarang anak dengan usia di bawah 12 tahun masuk tempat wisata. Inilah yang membuat banyak wisata ditolak. Bahkan pada Minggu (19/9) jumlah wisatawan yang ditolak masuk mencapai 600 pengunjung.
“Jadi bukan tertolak karena aplikasi PeduliLindungi, tapi mereka tidak bisa masuk karena sebagian besar membawa anak-anak. Padahal anak-anak itu adalah segmentasi kami,” kata Fahmi dikutip dari ANTARA pada Kamis (23/9).
Aman bagi Anak-Anak
©Youtube Gembira Loka Zoo
Fahmi mengatakan, destinasi wisata ruang terbuka (outdoor) seperti kebun binatang sebenarnya cukup aman bagi anak-anak, termasuk bagi mereka yang di bawah 12 tahun. Selain memiliki lahan yang luas, protokol kesehatan di kebun binatang juga dijalankan dengan ketat. Terlebih lagi kalau orang tua yang membawa mereka berwisata ke kebun binatang sudah menjalani vaksinasi.
Namun, sebagai pengurus pengelola tempat wisata, Fahmi tentu tak ingin melawan aturan pemerintah. Selain itu ia mengatakan bahwa manajemen juga tidak mengubah harga tiket masuk yaitu Rp60 ribu untuk hari Senin hingga Kamis. Sementara untuk hari Sabtu dan Minggu harga berkisar Rp75 ribu per orang.
“Sejak awal uji coba wisatawan yang datang bukan hanya dari DIY. Sebagian berasal dari Jawa Tengah. Apalagi kalau Sabtu-Minggu justru lebih banyak yang dari luar Yogyakarta,” terang Fahmi.