Prediksi Erupsi Gunung Merapi Berikutnya Makin Dekat, Begini Penjelasan BPPTK
Tak dapat dipungkiri, karena statusnya sebagai gunung api aktif, gunung itu akan meletus lagi. Namun, menurut Kepala BPPTKG Hanik Humaida, letusan pada kesempatan yang berikutnya ini tidak akan sebesar seperti letusan di tahun 2010 dan cenderung akan mengikuti perilaku erupsi tahun 2006.
Gunung Merapi sudah 10 tahun tidak meletus besar. Terakhir, Gunung Merapi meletus pada tahun 2010. Sejak saat itu, Merapi hanya mengalami serangkaian erupsi-erupsi kecil terutama sejak tahun 2018.
Tak dapat dipungkiri, karena statusnya sebagai gunung api aktif, gunung itu akan meletus lagi. Namun, menurut Kepala BPPTKG Hanik Humaida, letusan pada kesempatan yang berikutnya ini tidak akan sebesar seperti letusan di tahun 2010 dan cenderung akan mengikuti perilaku erupsi tahun 2006.
Masyarakat diminta untuk mempersiapkan diri, karena prediksi erupsi Gunung Merapi akan semakin dekat. Berikut selengkapnya:
Waktunya Semakin Dekat
Menurut Hanik, aktivitas Gunung Merapi saat ini semakin intensif dengan berbagai kejadian gempa. Tiap harinya, rata-rata terjadi enam kali gempa vulkanik dangkal (VTB) dan gempa multipase (MP) sebanyak 83 kali per hari. Selain itu, setiap hari terjadi deformasi atau pembesaran tubuh gunung mencapai 2 cm.
Tak hanya itu, pemendekan jarak tunjam juga terukur dengan alat pemantau aktivitas gunung api atau electronic distance measurement (EDM) dari pos pemantauan ,yang ada di sekeliling Gunung Merapi. Hanik menyimpulkan bahwa waktu erupsi berikutnya sudah semakin dekat.
Berbeda dari yang Dulu
Dalam kesempatan itu, Hanik juga mengatakan kalau aktivitas Gunung Merapi sudah berbeda dibandingkan dengan erupsi Merapi tahun 2006 dan 2010. Erupsi yang terjadi saat ini merupakan rangkaian erupsi yang panjang yang telah dimulai sejak Mei 2018.
Indeks eksplosivitasnya juga jauh lebih rendah dibandingkan dengan dua letusan itu. Bila dibandingkan dengan erupsi Merapi di tahun 2010, indeks eksplosivitasnya adalah satu banding seribu, sementara bila dibanding erupsi tahun 2006 indeksnya adalah satu banding seratus. Walau begitu, Hanik tetap mengingatkan kepada masyarakat untuk siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana akibat gunung api itu.
“Erupsi Merapi adalah sebuah keniscayaan di mana masyarakat sudah beradaptasi dengannya. Hidup harmoni dengan Merapi adalah slogan yang tidak hanya sekedar slogan, namun menjadi bagian dari pola hidup masyarakat Gunung Merapi,” kata Hanik dikutip dari ANTARA pada Senin (26/10).