LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

Dulunya Asrama Pendeta Buddha, Ini 5 Fakta Menarik Candi Sari di Sleman

Di kawasan percandian Prambanan, Kalasan, dan Ratu Boko, nama Candi Sari tidak sepopuler nama ketiga candi itu. Menurut sejarah, dulunya tempat itu menjadi salah satu lokasi penting dalam penyebaran agama Buddha di tanah Jawa pada abad ke-8 M. Berikut adalah 5 fakta menarik Candi Sari:

2020-07-08 14:15:00
DIY
Advertisement

Daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta dikenal dengan banyaknya situs candi peninggalan masa lalu. Peninggalan candi itu menyiratkan bahwa daerah ini dulunya merupakan sebuah peradaban yang maju. Beberapa candi Hindu dan candi Buddha ditemukan saling berdekatan, menyiratkan bahwa dulunya kedua pemeluk agama itu hidup berdampingan.

Salah satu bukti kemegahan peradaban masa lalu itu adalah Candi Sari. Di kawasan percandian Prambanan, Kalasan, dan Ratu Boko, nama Candi Sari memang tidak sepopuler nama ketiga candi itu. Padahal letaknya cukup berdekatan dengan Jalan Raya Jogja-Solo yang selalu padat kendaraan.

Menurut sejarah, dulunya tempat itu menjadi salah satu lokasi penting dalam penyebaran agama Buddha di tanah Jawa pada abad ke-8 M. Berikut adalah 5 fakta menarik Candi Sari:

Advertisement

Penemuan Candi Sari

©Perpusnas.go.id

Advertisement

Candi Sari ditemukan pada abad ke-20 dalam keadaan rusak berat. Kemudian, dilakukanlah pemugaran pertama yang berlangsung antara 1929 hingga 1930.

Namun, menurut ahli purbakala pada saat itu A.J Bernet Kempers, hasil dari pemugaran itu kurang memuaskan. Hal ini dikarenakan pemugaran tersebut belum bisa mengembalikan keutuhan bangunan aslinya.

Pada saat pemugaran pertama itu, sudah banyak bagian candi yang hilang. Selain itu juga sudah banyak bangunan yang rusak dimakan usia, terutama bangunan yang bukan terbuat dari batu.

Mirip Candi Kalasan

©Perpusnas.go.id

Lokasi Candi Sari hanya berjarak sekitar 3 km dari Candi Kalasan. Menurut sejarah, Candi Sari dibangun pada abad ke-8 M yaitu pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran.

Masa pembangunan candi ini bersamaan dengan pembangunan Candi Kalasan. Buktinya, kedua candi tersebut mempunyai banyak kesamaan seperti dari arsitekturnya maupun reliefnya. Selain itu kedua candi itu saling terkait antara satu dengan lainnya.

Bekas Asrama Pendeta Buddha

©Perpusnas.go.id

Dilansir dari Perpusnas.go.id, keterkaitan antara Candi Sari dengan Candi Kalasan diterangkan dalam Prasasti Kalasan bertahun 778 M. Dalam prasasti itu diterangkan bahwa penasihat keagamaan Wangsa Syalendra menyarankan agar Maharaja Rangkai Panangkaran mendirikan sebuah bangunan suci untuk memuja Dewi Tara serta sebuah biara untuk para pendeta Buddha.

Untuk pemujaan Dewi Tara dibangunlah Candi Kalasan. Sementara untuk asrama pendeta Buddha dibangunlah Candi Sari. Fungsinya sebagai asrama terlihat dari bentuk bangunan dan bagian dalamnya. Sementara tanda bahwa candi ini merupakan bangunan Buddha terlihat dari bentuk stupa yang berada di puncaknya.

Bangunan Bertingkat

©Perpusnas.go.id

Candi Sari merupakan bangunan berbentuk persegi panjang dengan ukuran 17,30 x 10 m. Konon bangunan ini aslinya lebih panjang dan lebih lebar. Tinggi keseluruhan candi dari permukaan tanah ke puncak stupa adalah 17-18 meter. Dulunya, terdapat gerbang yang tingginya separuh dari tinggi candi. Namun keberadaan gerbang itu sudah tidak ditemukan jejaknya lagi.

Menurut Bernet Kempers, Candi Sari aslinya merupakan bangunan bertingkat dua bahkan tiga. Lantai atas candi itu dulunya digunakan untuk menyimpan barang-barang dan aktivitas keagamaan, sementara lantai bawah digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar, diskusi, dan sebagainya.

Pahatan Arca yang Indah

©Perpusnas.go.id

Terdapat pahatan arca dan hiasan lain yang sangat indah pada dinding luar candi. Ambang pintu dan jendela masing-masing diapit oleh sepasang arca lelaki dan perempuan dalam posisi berdiri memegang teratai. Jumlah arca itu secara keseluruhan ada 36 buah. Ukurannya pun juga sama dengan ukuran tubuh manusia pada umumnya.

Sementara itu di bagian puncak candi dihiasi oleh deretan stupa yang terdiri atas sebuah stupa di setiap sudut dan satu stupa lagi pada pertengahan sisi atap.

(mdk/shr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.