Dua Orang Wisatawan Penerbang Paralayang Jatuh di Waduk Gajah Mungkur
Dua wisatawan penerbang paralayang tersebut jatuh ketika gagal bermanuver.
Satu unit paralayang gagal mendarat di titik pendaratan yang telah ditentukan dan jatuh ke waduk Gajah Mungkur Wonigiri, Jawa Tengah. Dua wisatawan penerbang paralayang tersebut jatuh ketika gagal bermanuver karena kendala teknis.
"Akibat parasut yang tidak mengembang sempurna sehingga kehilangan kendali dan jatuh ke perairan waduk," kata Dirpolairud Polda Jateng Kombes Pol Hariadi, Kamis (4/3).
Diketahui dua korban berinisial YS (45), warga Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, dengan penumpang ADA (26), warga Pekayon Jaya, Bekasi Selatan. Tim Subsatgas SAR Air Satgas Tindak Waduk Gajah Mungkur yang mendapat laporan langsung melakukan pemantauan udara dan perairan segera bergerak melakukan pertolongan.
"Tim SAR Polairud langsung mengerahkan perahu karet menuju lokasi jatuhnya paralayang, sehingga tim berhasil mengevakuasi korban dalam keadaan selamat. Keduanya langsung dibawa ke daratan dan segera mendapatkan penanganan medis dari tim kesehatan setempat," ungkapnya.
Hariadi mengatakan, personel Polairud telah disiagakan di berbagai titik strategis, termasuk waduk dan kawasan wisata air, guna memastikan keamanan pengunjung.
"Kami sudah siap siaga dalam setiap kondisi, terutama dalam pengamanan objek wisata yang melibatkan aktivitas berisiko tinggi seperti olahraga udara dan air, apalagi momen libur lebaran ini menjadi atensi karena tempat wisata ramai dikunjungi," jelasnya.
Adanya kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh wisatawan dan pengelola wisata untuk selalu memperhatikan faktor cuaca dan prosedur keselamatan sebelum melakukan aktivitas di udara maupun di perairan.
Kejadian ini menunjukkan kesiapan personel DitPolairud Polda Jateng di lapangan mampu meminimalisir risiko dan memastikan keamanan wisatawan di kawasan Waduk Gajah Mungkur.
"Seluruh pihak, baik pengelola wisata maupun wisatawan, untuk selalu mengikuti standar keselamatan dan memastikan peralatan yang digunakan dalam kondisi layak," pungkasnya.