Doa Mandi Haid, Lengkap Beserta Arti dan Tata Caranya
Setiap muslim mengenal istilah hadas kecil dan hadas besar. Umumnya, hadas kecil disucikan dengan cara berwudhu, sedangkan hadas besar harus disucikan dengan cara mandi wajib. Seperti halnya wanita muslim setelah haid dianjurkan untuk mensucikan diri dengan cara mandi wajib.
Setiap muslim mengenal istilah hadas kecil dan hadas besar. Umumnya, hadas kecil disucikan dengan cara berwudhu, sedangkan hadas besar harus disucikan dengan cara mandi wajib. Seperti halnya wanita muslim setelah haid dianjurkan untuk mensucikan diri dengan cara mandi wajib.
Dilansir dari NU Online, Kewajiban perempuan setelah selesai masa haid adalah mandi. Itu dilakukan dengan menggunakan air yang benar-benar suci keseluruh badannya sebagaimana sabda Rasulullah: "Apabila kamu sedang mengalami haid, maka tinggalkanlah salat dan apabila telah berhenti, maka mandi dan salatlah," (HR.AI- Bukhari).
BACA JUGA: Doa Mandi Wajib Dan Tata Cara Sesudah Haid
Maka dari itu, wajib bagi para umat Islam untuk mengetahui doa mandi haid hingga tata caranya yang benar. Berikut ini panduan mengenai doa mandi haid beserta tata caranya yang dilansir dari NU Online:
Hukum Mandi Haid
©www.offthegridnews.com
Darah haid yang dikeluarkan oleh wanita disebut secara terang-terangan sebagai kotoran. Lantaran merupakan kotoran dan hadas besar, para wanita diwajibkan untuk mensucikan diri. Hal ini sebagaimana yang telah disebutkan dalam Alquran, yang artinya:
"Mereka bertanya kepadamu tentang Haid. Katakanlah: Haid itu adalah suatu kotoran. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu Haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri." (QS. Al Baqarah: 222).
Cara untuk mensucikan setelah haid adalah dengan mandi junub. Sebagaimana perintah Allah SWT dalam QS. Al Maidah:6, yang artinya:
"Dan jika kamu junub, maka mandilah." (QS. Al Maidah: 6).
Niat dan Doa Mandi Haid
©2012 Merdeka.com
Bacaan doa mandi haid untuk perempuan yang sudah selesai dari masa haidnya bisa melakukan mandi junub untuk bisa kembali melakukan ibadah. Melakukan mandi junub ini dapat dilakukan setelah masa haid. Adapun doa mandi setelah haid adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla liraf'i hadatsil haidil lillahi Ta'aala.
Artinya: Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari haid karena Allah Ta'ala.
Niat Setelah Nifas
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ النِّفَاسِ ِللهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla liraf'i hadatsin nifaasi lillahi Ta'aala.
Artinya: Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari nifas karena Allah Ta'ala.
Niat Mandi Wajib Secara Keseluruhan
Nawaitul ghusla li raf’il hadatsil akbari
Artinya:
"Saya berniat mandi untuk menghilangkan hadats besar."
Tata Cara Mandi Haid
Melakukan mandi besar atau mandi junub merupakan cara umat muslim untuk menghilangkan hadats besar. Hal ini sebagaimana Allah SWT berfirman dalam sebuah surah, yang artinya sebagai berikut:
"Dan jika kalian junub maka bersucilah." (QS. Al-Ma'idah : 6)
Dilansir dari NU Online, tata cara mandi junub harus sesuai memperhatikan fardhunya, yaitu niat, Menghilangkan najis apabila terdapat pada tubuhnya dan Meratakan air ke seluruh rambut serta kulit. Hal ini sesuai dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim berikut ini:
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha; dia berkata, "Bahwa jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi dari janabah maka beliau mulai dengan mencuci kedua telapak tangannya, kemudian berwudhu sebagaimana wudhunya untuk shalat, kemudian memasukkan jari-jarinya kedalam air kemudian menyela dasar-dasar rambutnya, sampai beliau menyangka air sampai kedasar rambutnya kemudian menyiram kepalanya dengan kedua tangannya sebanyak tiga kali kemudian beliau menyiram seluruh tubuhnya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Fardlu mandi haid:
1) Niat untuk mensucikan diri dari hadats besar
2) Menghilangkan najis
3) Meratakan air ke seluruh badan dengan cara menyiramkannya.
Sunnah mandi haid:
1) Membaca basmallah
2) Menghilangkan kotoran dan najis yang ada pada badan
3) Membersihkan kemaluan atau beristinja
4) Berwudlu dengan sempurna dan membersihkan lipatan-lipatan pada anggota wudhu
5) Membasuh kepala dengan meratakan air keseluruh tubuh
6) Mendahulukan anggota badan sebelah kanan
7) Membasuh berulang seluruh badan sebanyak tiga kali
8) Menghadap kiblat, dan tidak menyeka badan tanpa udzur
9) Tidak berbicara kecuali ada kebutuhan.
Tata Cara dan Urutan Mandi Haid
1) Membaca basmallah
2) Membaca niat untuk menghilangkan hadas besar
3) Berwudlu sebelum mandi
4) Menyiramkan air ke seluruh tubuh dan menggosok-gosok seluruh anggota tubuh terutama bagian kemaluan hingga bersih sampai baunya hilang; dan
5) Menyiram seluruh anggota tubuh dengan air dimulai dari sisi kanan terlebih dahulu lalu dilanjutkan dengan sisi kiri, pastikan seluruh tubuh dibersihkan dengan baik.