LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

Doa Gerhana Bulan dan Artinya, Umat Muslim Wajib Tahu

Dalam Islam, fenomena gerhana merupakan salah satu tanda kebesaran Allah SWT. Setiap Muslim yang mengetahui akan terjadi gerhana, dianjurkan untuk melaksanakan salat sunnah kusuf, baik itu gerhana matahari atau gerhana bulan.

2022-03-02 14:18:00
Gerhana Bulan
Advertisement

Gerhana adalah fenomena astronomi yang terjadi apabila sebuah benda di angkasa bergerak ke dalam bayangan sebuah benda angkasa lain. Adapun gerhana yang pernah terjadi di Bumi adalah gerhana bulan dan gerhana matahari.

Dalam Islam, fenomena gerhana merupakan salah satu tanda kebesaran Allah SWT. Setiap Muslim yang mengetahui akan terjadi gerhana, dianjurkan untuk melaksanakan salat sunah kusuf, baik itu gerhana matahari atau gerhana bulan. Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadis, yang artinya:

"Sungguh, gerhana matahari dan bulan tidak terjadi sebab mati atau hidupnya seseorang, tetapi itu merupakan salah satu tanda kebesaran Allah ta’ala. Karenanya, bila kalian melihat gerhana matahari dan gerhana bulan, bangkit dan shalatlah kalian,"(HR Bukhari-Muslim).

Advertisement

Baca juga: Bacaan Doa Saat Gerhana Bulan Beserta Artinya

Saat gerhana bulan terjadi, umat muslim dianjurkan untuk salat gerhana dan membaca doa. Berikut tata cara salat dan doa gerhana bulan yang merdeka.com rangkum dari Liputan6.com dan NU Online:

Advertisement

Hukum Salat Gerhana Bulan

©Philip Fong/AFP

Salat gerhana matahari pertama kali disyariatkan pada tahun kedua Hijriyah, sedangkan salat sunah gerhana bulan pada tahun kelima Hijriyah. Sementara itu, menurut pendapat yang kuat salat gerhana dilakukan pada bulan Jumadal Akhirah.

Seperti mengutip dari NU Online, mayoritas ulama menyatakan hukum menjalankan salat gerhana adalah sunah muakkad. Pendapat ini didasarkan pada salah satu surah Al-Qur'an, yang artinya:

"Sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Jangan kalian bersujud pada matahari dan jangan (pula) pada bulan, tetapi bersujudlah kalian kepada Allah yang menciptakan semua itu, jika kamu hanya menyembah-Nya," (QS Fushilat [41]: 37).

Niat Salat Gerhana Bulan

Sebelum menjalankan salat gerhana bulan, umat Muslim dianjurkan untuk membaca niat terlebih dahulu. Adapun niat sholat gerhana bulan adalah sebagai berikut:

Usholli sunnatal khusuufi rok'ataini imaaman/ma'muuman lillahi ta'aalaa

Artinya:"Aku niat shalat gerhana bulan dua rakaat sebagai iamam/makmum karena Allah Ta'ala

Tata Cara Salat Gerhana Bulan

©Kyodo/via REUTERS

Salat gerhana bulan dimulai sejak awak terjadinya gerhana bulan sampai gerhana tersebut. Adapun tata cara salat gerhana bulan sesuai ajaran Rasulullah SAW sebagai berikut:

1. Niat

2. Takbiratul Ihram

3. Membaca surat Al Fatihah dan surat lainnya. Disunahkan surat yang panjang

4. Ruku'

5. Disunahkan waktu ruku' lama, seperti waktu berdiri

6. Berdiri lagi kemudian membaca Al Fatihah dan surat lainnya. Disunahkan lebih pendek daripada sebelumnya

7. Ruku' lagi. Disunahkan waktunya lebih pendek dari ruku pertama

8. I'tidal

9. Duduk di antara dua sujud

10. Sujud kedua

11. Berdiri lagi (rakaat kedua), membaca surat Al Fatihah dan lainnya

12. Ruku'. Disunahkan waktu ruku' lama, seperti waktu berdiri

13. Berdiri lagi kemudian membaca Al Fatihah dan surat lainnya

14. Ruku' lagi. Disunahkan waktu ruku' lebih pendek dari ruku' pertama

15. I'tidal

16. Sujud

17. Duduk di antara dua sujud

18. Sujud kedua

19. Duduk Tahiyah akhir.

Doa Gerhana Bulan dan Artinya

Setelah menjalankan salat gerhana bulan, umat muslim juga dianjurkan untuk membaca doa gerhana bulan. Adapun doa gerhana bulan dan artinya adalah sebagai berikut:

"Alhamdulillah hamdan daaiman toohiron thoyyiban mubarokan fiih. Mil’ussamawati wa mil’ul ardhi wa mil’u maa baina huma, wa mil’u maa syi’ta min syai’in ba’du. Ahaqqo maa qoolal abdu, wa kunna laka abdun.”

Artinya: “Segala puji bagi Allah, pujian murni, baik dan diberkati-Nya. Yang memenuhi langit dan memenuhi bumi dan memenuhi apa yang ada di antara mereka dan mengisi apa pun yang Anda inginkan. (Dia) yang paling berhak memanggil hamba dan kami semua adalah hamba.”

 

(mdk/jen)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.