LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

Diwariskan Turun-temurun, Ini Kisah Para Pemburu Sarang Burung Walet di Kebumen

Wilayah selatan Kabupaten Kebumen merupakan kawasan pegunungan yang memiliki banyak goa. Goa-goa itu menjadi habitat alami bagi para burung walet. Tak heran banyak warga Kebumen yang berprofesi sebagai pemburu sarang walet. Di sana, profesi itu telah diwariskan secara turun-temurun.

2021-09-03 13:55:00
Jateng
Advertisement

Wilayah selatan Kabupaten Kebumen merupakan kawasan pegunungan yang memiliki banyak goa. Goa-goa itu menjadi habitat alami bagi para burung walet. Maka tak heran burung walet menjadi lambang resmi kabupaten itu.

Salah satu sarang burung walet terbanyak ada di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah. Di sana, ada banyak warga yang berprofesi sebagai pemburu sarang burung walet. Sarang burung walet itu kemudian dimanfaatkan untuk banyak hal, terutama untuk kesehatan.

Namun butuh perjuangan berat bagi para pemburu untuk mendapatkan sarang burung walet. Apalagi medan menuju goa karang tempat sarang itu berada cukup berat dan penuh risiko.
Lalu bagaimana kisah para pemburu sarang walet di Kebumen? Berikut selengkapnya:

Advertisement

Diwariskan Turun-Temurun

©2021 Liputan6.com

Advertisement

Profesi pemburu sarang burung walet di Kebumen telah diwariskan secara turun-temurun. Keberadaan burung walet di goa-goa sudah ada sejak awal abad ke-17. Bangkit, pemandu wisata Desa Karangduwur mengatakan, dulunya di Kebumen ada tiga goa yang menjadi tempat sarang burung walet yaitu di Desa Karangbolong, Desa Pasir, dan Desa Karangduwur.

Namun untuk menjangkau goa-goa itu cukup sulit karena medan ekstrem yang harus dilalui. Goa Karangduwur misalnya, untuk mencapai tempat itu para pemburu harus melintasi tebing terjal yang berhadapan langsung dengan laut lepas. Jika cuaca tak bersahabat, ombak besar dan air pasang akan menghempas ke sekitar karang dan menutup mulut goa dengan air laut.

Lakukan Ritual Terlebih Dahulu

©2021 Liputan6.com

Sebelum pengambilan sarang burung walet dilakukan, para pemburu biasanya akan melakukan ritual terlebih dahulu. Ritual diadakan dengan memotong kerbau dan kambing.
Setelah ritual selesai, para pemburu menyiapkan tangga bambu agar dapat naik dan mengambil sarang burung walet yang berada di dinding goa serta tali untuk membuat jalan menuju mulut goa. Waktu panen dilakukan sore hari saat air laut surut.

“Proses pengunduhan itu butuh waktu tiga sampai empat hari. Mulai dari penyiapan alat-alat sampai menurunkan alat-alat kembali. Saat pengunduhan sarang burung walet di dalam goa kita hanya diberi waktu tiga sampai empat jam saja. Setelah itu goa akan tertutup air laut,” kata Bangkit dikutip dari Liputan6.com.

Diekspor hingga Luar Negeri

Bangkit mengatakan setidaknya butuh 18 orang atau lebih untuk proses pengunduhan sarang itu. mereka bertugas menopang bambu-bambu dan tangga yang akan dirakit dalam pengunduhan sarang burung walet di dinding goa.

Saat pengunduhan atau panen selesai, mereka membongkar kembali tangga-tangga itu. Sarang burung walet kemudian dipasarkan baik di dalam maupun luar negeri. Di luar negeri, sarang burung walet dari goa-goa Kebumen biasanya dikirim hingga negeri Tiongkok.

“Sarang burung walet dari sini kualitasnya bagus. semakin putih warnanya, semakin bagus kualitas dan khasiatnya,” kata Bangkit dikutip Merdeka.com dari Liputan6.com pada Jumat (3/9).

(mdk/shr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.