Diprediksi Bakal Erupsi dalam Waktu Dekat, Jumlah Pengungsi Merapi Justru Berkurang
Berdasarkan keterangan BPPTKG, dorongan magma di Gunung Merapi sudah mencapai puncaknya. Karena hal itulah diperkirakan erupsi Gunung Merapi akan terjadi dalam waktu dekat. Meskipun demikian, jumlah pengungsi yang tersebar di sejumlah posko pengungsian justru berkurang.
Hingga Senin (16/11), status Gunung Merapi masih siaga. Berdasarkan keterangan BPPTKG, kubah lava baru yang menandakan awal erupsi gunung itu belum terlihat di puncak kawah.
Dorongan magma di Gunung Merapi sudah mencapai puncaknya. Karena hal itulah diperkirakan erupsi Gunung Merapi akan terjadi dalam waktu dekat. Kondisi itu berdasarkan pengamatan tim BPPTKG Yogyakarta dari Pos Pengamatan di Dusun Babadan, Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, Magelang.
Kendati demikian, jumlah pengungsi yang tersebar di sejumlah posko pengungsian justru berkurang. Hal ini dikarenakan sejumlah warga merasa bosan sehingga mereka memilih untuk kembali ke rumah masing-masing. Berikut selengkapnya:
Diprediksi Erupsi dalam Waktu Dekat
©YouTube/Liputan6 SCTV
Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida mengatakan bahwa kubah lava baru di puncak Gunung Merapi belum ada. Walaupun begitu, aliran magma di gunung itu sebenarnya sudah sampai di puncaknya. Situasi itulah yang memicu terjadinya deformasi atau penggelembungan tubuh gunung akibat dorongan magma dari dalam perut Merapi.
Deformasi ini sudah terjadi tujuh hari belakangan dengan rata-rata kenaikan permukaan magma sejauh 12 cm per hari. Dari kesimpulan itu, diperkirakan erupsi Merapi akan terjadi tidak lama lagi.
“Setiap hari ada pemendekan sejauh 10-12 cm. Jadi magma itu sebenarnya sudah di permukaan,” ungkap Hanik dikutip dari YouTube Liputan6 SCTV pada Senin (16/11).
Jumlah Pengungsi Menurun
©YouTube/Liputan6 SCTV
Meski kondisi Gunung Merapi makin mengkhawatirkan, jumlah pengungsi di sejumlah posko pengungsian justru menurun. Hal ini terlihat pada empat posko pengungsian di Kabupaten Magelang yang kini menyisakan 808 pengungsi dari jumlah sebelumnya sebanyak 835.
Penurunan jumlah itu salah satunya terjadi di Posko Deyangan, Kecamatan Mertoyudan. Di sana masih tampak ada bilik pengungsi yang kosong.
Mereka meninggalkan posko pengungsian itu karena merasa bosan dengan rutinitas harian yang monoton. Oleh karena itu pemerintah terus mengupayakan agar tempat pengungsian itu tetap nyaman dan mengadakan kegiatan-kegiatan itu yang dapat mengusir rasa bosan para pengungsi.