Harga Empon-Empon Penangkal Corona Ini Tidak Turun di Cilacap, Ini Alasannya
Permintaan yang makin banyak itu membuat komoditas harganya semakin mahal. Namun tetap saja, karena panic buying dan penimbunan terkadang barang-barang menjadi semakin sulit didapatkan. Tapi tidak di Cilacap, yang harganya malah turun. Ini alasannya.
Orang yang terkena Virus Corona di Indonesia jumlahnya terus bertambah. Permintaan terhadap jamu-jamu penangkal virus itu makin bertambah. Begitu pula dengan masker dan obat-obatan seperti hand sanitizer dan sabun cuci tangan.
Permintaan yang makin banyak itu membuat komoditas harganya semakin mahal. Namun tetap saja, karena panic buying dan penimbunan terkadang barang-barang menjadi semakin sulit didapatkan.
Berbeda terjadi di Cilacap, Jawa Tengah. Di tengah naiknya harga terkait pencegahan Virus Corona, harga empon-empon yang biasa digunakan untuk membuat jamu anti Virus Corona di sana tetap stabil. Malah ada beberapa rempah yang mengalami penurunan harga.
Pasokan dari Petani Melimpah
2020 liputan6.com
Cilacap merupakan daerah yang memiliki tanah subur. Karenanya, hasil alam juga melimpah di sana. Di kabupaten itu, penduduknya menanam berbagai tanaman, termasuk empon-empon yang menjadi dasar pembuatan jamu, yang diyakini sebagai obat kuat penangkal Virus Corona.
Dilansir dari Liputan6.com (19/3), Suryati, seorang pedagang di Pasar Karna Sidareja, Cilacap, mengatakan beberapa komoditas empon-empon di pasar itu harganya turun. Komoditas itu di antaranya jahe, kencur, dan bawang putih. Jenis rempah itu mengalami penurunan harga karena pasokan dari petani melimpah.
Penurunan Harga
2020 liputan6.com
Salah satu komoditas yang mengalami penurunan harga itu adalah Jahe Emprit. Berdasarkan keterangan Suryati, harga Jahe Emprit yang ia beli dari petani sebelumnya adalah Rp50 ribu, namun kini harganya turun Rp35 ribu.
Sementara itu penurunan harga juga terjadi pada komoditas bawang putih. Sebelumnya, harga pembelian bawang putih dari petani adalah Rp50 ribu, namun kini harganya turun mencapai Rp38 ribu.
Sama halnya dengan kencur yang harganya justru turun drastis. Bila sebelumnya harga kencur mencapai Rp70 ribu per kilogram, kini harganya jatuh Rp28 ribu per kilogram.
Harga Kunyit Tetap Murah
2020 liputan6.com
Penurunan harga tidak terjadi pada komoditas kunyit, yang diyakini ampuh menangkal corona. Walau begitu harganya masih tetap terbilang murah. Dilansir dari Liputan6.com, Kamis (19/3), komoditas kunyit yang sebelumnya dijual dengan harga Rp6.000 per kilogram, kini dijual dengan harga Rp10-12 ribu per kilogram. Walau naik, menurut Suryati, harga segitu masih terhitung murah.
"Harganya masih murah sih. Saya belinya dari petani Rp 6.000 per kilogram. Kalau sebelumnya hanya Rp 2.500 per kilogram," ujar Suryati.
Walau begitu kunyit mendadak langka di pasar tradisional. Hal ini dikarenakan kunyit mengandung curcumin tinggi yang diyakini dapat menangkal Virus Corona.
Wabah Corona Tak Pengaruhi Produksi Rempah
2020 liputan6.com
Menurut Suryati, merebaknya Virus Corona tak mempengaruhi produksi rempah-rempah yang mengandung Curcumin. Hal ini dikarenakan hasil panen di Cilacap sedang melimpah.
Kondisi tersebut berbeda dibandingkan dengan saat musim kemarau. Pada musim tersebut tak ada petani yang panen karena wilayah Cilacap sedang dilanda kekeringan.
"Waktu kemarau petani tidak ada yang panen karena kekeringan. Tapi sekarang yang panen sudah banyak," ujar Suryati.