LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

BPPTKG Ungkap Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Ini Fakta Selengkapnya

Menjelang akhir tahun 2020, aktivitas Gunung Merapi justru mengalami peningkatan. Pihak BPPTKG menyebutkan jikalau aktivitas gunung yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah mengalami peningkatan berdasarkan hasil pemantauan selama sepekan terakhir.

2020-11-01 07:30:00
DIY
Advertisement

Menjelang akhir tahun 2020, aktivitas Gunung Merapi justru mengalami peningkatan. Hal inilah yang menjadi perhatian Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG). Mereka menyebutkan jikalau aktivitas gunung yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah mengalami peningkatan berdasarkan hasil pemantauan selama sepekan terakhir.

"Terjadinya peningkatan aktivitas vulkanik menunjukkan proses pergerakan magma menuju permukaan," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Jumat (29/31/2020).

Hanik menambahkan kalau peningkatan aktivitas itu terlihat dari intensitas kegempaan yang pada pekan ini meningkat dibandingkan pekan lalu. Sebenarnya seperti apa kondisi Gunung Merapi terkini? Berikut selengkapnya:

Advertisement

Aktivitas Meningkat

©Liputan6.com/Gholib

Advertisement

Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi 23-29 Oktober 2020, kegempaan Gunung Merapi tercatat 81 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 864 kali gempa Fase Banyak (MP), 10 kali gempa Low Frekuensi (LF), 367 kali gempa Guguran (RF), 286 kali gempa Hembusan (DG) dan 7 kali gempa Tektonik (TT). Sementara itu, deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan alat pemantau aktivitas gunung api menunjukkan adanya laju pemendekan jarak sebesar 4 cm per hari.

Meski begitu, analisis morfologi area kawah Merapi berdasarkan foto dari sektor tenggara per tanggal 22 Oktober 2020 tidak menunjukkan adanya perubahan morfologi kubah.

"Penghitungan volume kubah lava berdasarkan pengukuran menggunakan foto udara dengan drone pada 29 Oktober 2020 sebesar 200.000 meter kubik," kata Hanik dikutip dari ANTARA pada Sabtu (31/10).

Masyarakat Diminta Waspada

©Liputan6.com/Gholib

Sementara itu, cuaca di sekitar Gunung Merapi pada umumnya cerah pada pagi hari dan berkabut pada siang hingga malam hari. Pada 28 Oktober 2020 pukul 08.10 WIB terdengar beberapa kali guguran dengan jarak luncur yang tidak teramati karena visual dominan berkabut.

Dengan status Gunung Merapi yang sampai saat ini masih waspada, Hanik meminta radius tiga km dari puncak Gunung Merapi agar tetap dikosongkan dari aktivitas penduduk dan pendakian.

Selain itu, lanjut dia, guguran lava dan letusan eksplosif berpotensi menimbulkan hujan abu sehingga masyarakat di sekitar dihimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik. Tak hanya itu, memasuki musim hujan, masyarakat juga diminta mewaspadai terjangan lahar terutama jika terjadi hujan di kawasan puncak Merapi.

(mdk/shr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.