Bicara Soal Musik dan Hak Cipta, Marcell Siahaan Ingatkan Musisi Soal Ini
Baru-baru ini, Marcell Siahaan membicarakan mengenai hak cipta musik
Sebagai solis, Marcell Siahaan telah berkarier di dunia musik selama dua dasawarsa. Debutnya dimulai kala menjadi rekan duet Shanty dalam lagu “Hanya Memuji” karya Melly Goeslaw pada 2000 silam.
Marcell Siahaan lalu merintis karier solo dipayungi Warner Music Indonesia. Kiprahnya dimulai dengan album Marcell yang kemudian meledak di pasar musik Tanah Air.
Peran Macerll Siahaan di industri musik pun pada akhirnya cukup berpengaruh. Baru-baru ini, Marcell Siahaan membicarakan mengenai hak cipta musik dan apa yang harus dilakukan oleh musisi mengenai hal tersebut.
Pendataan Karya
You Tube - Dewan Kesenian Jakarta
Marcell Siahaan menyampaikannya dalam pertemuan virtual bertajuk Menelisik Hak Cipta Musik di Era Digital di kanal YouTube Dewan Kesenian Jakarta pada Rabu (14/10). Dalam kesempatan itu, Marcell Siahaan mengingatkan pentingnya mendata setiap karya yang mereka buat.
Hal itu memang dinilai berat. Mengingat masih rendahnya kesadaran untuk mendokumentasi dalam catatan administarsi.
"Ke depannya juga saya harapannya gimana pendataan ini juga menjadi hal yang penting. Masyarakat kita kan sejujurnya memang memiliki budaya administratif yang tidak terlalu tinggi," jelas Marcell Siahaan.
Motivasi
Karena hal itu, Marcell Siahaan ingin lebih giat mengajak para musisi untuk lebih menaruh perhatian terhadap karya yang dimiliki. Meskipun pada akhirnya di undang-undang hak cipta tidak terlalu dibahas.
"Jadi kita perlu memotivasi mereka bagaimana caranya supaya mereka telaten terhadap karyanya. Walaupun misalnya di undang-undang hak cipta kemudian pencatatan itu menjadi sesuatu yang tidak wajib," tambahnya.
Membahayakan
Lebih lanjut, Marcell Siahaan juga menjelaskan efek yang ditimbulkan jika para musisi tidak menaruh perhatian mengenai pendataan karya. Hal itu berkaitan mengenai bagaimana nantinya penggunaan karya tersebut.
"Ini bisa menjadi satu yang membahayakan. Harus dicatat karena ini akan berhubungan dengan hak moral, bagaimana ketika karyanya tidak boleh dimutilasi banyak orang," jelas Marcell Siahaan.
Hak Ekonomi
Selain menitik beratkan masalah hak moral, ada pun titik berat mengenai data sebuah karya terkait hak ekonomi. Sebuah karya nantinya bisa saja berbanding terbalik mengenai tujuan dibuatnya karya yang dimaksud.
"Kita bisa bilang bahwa saya nggak mau lagu saya dipakai bertentangan dengan apa yang ada menjadi hakikat dari lagu itu saya tidak mau lagu-lagu saya di bikin parodi dan segala macem, kemudian masuk ke hak ekonomi," tutur Marcell Siahaan.