Banjir Landa Wilayah Cilacap dan Banyumas, Ini Penyebabnya
Musim hujan baru dimulai. Namun sejumlah daerah mulai dilanda bencana banjir, di antaranya wilayah Kabupaten Cilacap dan Banyumas, Jawa Tengah. Bahkan, hujan yang mengguyur tiada henti di wilayah itu mengakibatkan sebuah tanggul sungai jebol sepanjang 10 meter.
Musim hujan baru dimulai. Namun sejumlah daerah mulai dilanda bencana banjir, di antaranya wilayah Kabupaten Cilacap dan Banyumas, Jawa Tengah.
Menurut Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Banyumas Ady Candra, banjir yang melanda kedua kabupaten itu diduga akibat dari hujan deras yang terjadi sejak Rabu (27/10) siang hingga malam.
Bahkan, hujan yang mengguyur tiada henti itu mengakibatkan tanggul Sungai Angin jebol sepanjang 10 meter. Tak hanya banjir, di beberapa tempat hujan itu bahkan menyebabkan terjadinya tanah longsor, seperti yang terjadi di Kecamatan Wanareja dan Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap.
Lantas apa saja faktor yang menyebabkan bencana itu terjadi? Seberapa besar kerugian yang ditimbulkan dari bencana itu? Berikut selengkapnya:
Jebolnya Tanggul Sungai Angin
©2020 Merdeka.com
Ady mengatakan, hujan lebat yang terjadi sejak pukul 13.00 itu menyebabkan tanggul Sungai Angin jebol sepanjang 10 meter. Jebolnya tanggul itu terjadi pada pukul 18.30 petang.
Kondisi itu menyebabkan permukiman warga di RT 03 RW 04 Dusun Karet, Kelurahan Sumpiuh, Kecamatan Sumpiuh, Banyumas tergenang banjir. Bahkan banjir akibat tanggul jebol tersebut masuk ke dalam rumah milik Mujiman dan Sudiarjo. Sedangkan 11 rumah lainnya hanya tergenang pelatarannya.
“Genangan banjir mulai surut pada pukul 21.30 WIB dan tidak ada korban jiwa. Hasil koordinasi di lapangan akan dilakukan penanganan yakni penambalan tanggul yang jebol keesokan harinya, Kamis (28/10),” ungkap Ady dikutip dari ANTARA.
Banjir dan Longsor di Cilacap
©2014 merdeka.com/chandra iswinarno
Sementara itu dari Kabupaten Cilacap, hujan lebat yang terjadi sejak Rabu (27/10) sore mengakibatkan aliran Sungai Cigegemeh dan Sungai Cilaca meluap. Luapan air kemudian menggenang sejumlah wilayah di Desa Wanareja dan Limbangan, Kecamatan Wanareja, dan juga Desa Salebu, Kecamatan Majenang. Bahkan akibat hujan itu terjadi dua longsor di Desa Limbangan dan Desa Majingklak. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa longsor ini.
Dalam sebuah video yang dibagikan melalui grup WhatsApp “Siaga Bencana Cilacap”, arus banjir yang menggenangi Pasar Karanggendot, Desa Limbangan, pada Rabu petang sangat deras hingga menghanyutkan sebuah gerobak dagangan.
Penyebab Banjir
©2014 merdeka.com/chandra iswinarno
Terkait dengan adanya banjir tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Wijonardi menduga kalau hal itu disebabkan aliran sungai tersumbat sampah yang melimpah saat musim kemarau. Sampah itu kemudian terbawa air dan menumpuk di jembatan.
Selain di Wanareja, banjir akibat limpasan sungai juga menggenangi perbatasan Kecamatan Kroya, Cilacap dengan Kecamatan Kemranjen, Banyumas. Bahkan, limpasan air Sungai Wates yang meluap di daerah itu menggenangi ruas jalan provinsi yang menghubungkan Kroya dengan Banyumas.
“Tim UPT BPBD Wilayah Kroya sudah turun ke lokasi guna membersihkan aliran sungai dari sumbatan sampah,” kata Wijonardi, Rabu (27/10).