Bacaan Doa Sembelih Ayam dalam Islam, Lengkap Beserta Artinya
Doa sembelih ayam dan artinya perlu diketahui setiap muslim. Sebelum menyembelih ayam, umat muslim dianjurkan untuk membaca doa terlebih dahulu. Selain itu, ada beberapa adab cara menyembelih ayam sesuai syariat Islam yang baik dan benar.
Doa sembelih ayam dan artinya perlu diketahui setiap muslim. Sebelum menyembelih ayam, umat muslim dianjurkan untuk membaca doa terlebih dahulu. Selain itu, ada beberapa adab cara menyembelih ayam sesuai syariat Islam yang baik dan benar.
Sebagaimana kita tahu, ayam merupakan salah satu hewan peliharaan yang cukup digemari oleh masyarakat Indonesia. Berbagai jenis ayam tersebar di berbagai daerah, ada yang memelihara untuk diadu, namun tak jarang juga dijadikan sebagai hewan ternak.
BACA JUGA: Tata Cara Dan Doa Menyembelih Hewan Kurban
Dalam agama Islam, cara sembelih ayam harus beradab, sesuai syariat dan ada doa. Sebab, jika salah dalam proses penyembelihan atau tidak sesuai syariat Islam, daging ayam yang dikonsumsi menjadi tidak halal. Berikut doa sembelih ayam dan artinya yang dilansir dari laman Dream dan sumber lainnya:
Doa Sembelih Ayam dan Tata Caranya
© pexels.com/Timur Weber
Doa sembelih ayam bisa dibaca umat muslim sebelum memotong hewan ini. Jika menyembelih tidak sesuai syariat, bisa menyebabkan daging yang dikonsumsi menjadi tidak halal. Untuk itu, setiap muslim penting mengetahui doa sembelih ayam yang baik dan benar. Berikut doa sembelih ayam yang sesuai syariat Islam:
Doa Sembelih Ayam dan Artinya
Doa sembelih ayam dan artinya penting diketahui setiap muslim.
Allahumma hadzihi minka wa ilaika, fataqabbal minni ya karim
Artinya, "Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya hai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku."
Doa Sembelih Ayam Betina
Nawaitu an adzbaha haadzal ganama lillahi ta’ala.
Artinya:
“Saya berniat menyembelih ayam betina ini karena Allah Ta’ala.”
Doa Sembelih Ayam Jantan
Nawaitu an adzbaha haadzad dayka lillahi ta’ala.
Artinya:
“Saya berniat menyembelih ayam jantan ini karena Allah Ta’ala.”
Kriteria Ayam yang Bisa Disembelih
Ada beberapa kriteria ayam yang bisa disembelih dalam Islam, di antaranya:
• Kategori ayam yang halal dikonsumsi dagingnya, seperti sapi, kambing, kerbau, ayam, itik, kelinci, dan lain sebagainya.
• Hewan masih dalam keadaan hidup atau bukan bangkai.
• Ayam bisa dikuasai untuk disembelih atau tidak liar.
• Hewan dari golongan ikan dan belalang halal dikonsumsi tanpa harus disembelih.
Tata Cara Sembelih Ayam dalam Islam
©odee.com
Selain membaca doa sembelih ayam, ada tata caranya. Cara sembelih ayam dalam Islam yaitu penyembelih harus seorang muslim dan berakal sehat. Sebelum sembelih ayam, penyembelih harus memastikan bahwa ayam yang akan disembelih dalam keadaan sehat.
Pakai Alat Sembelih yang Tajam dan Bersih
Salah satu tata cara sembelih ayam yang baik dan benar menurut Islam adalah dengan menggunakan alat penyembelihan yang tajam dan bersih. Dengan begitu, proses pemotongannya tidak tersendat dan aliran darah yang keluar bisa lancar. Anjuran ini sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadits berikut, yang artinya:
Artinya: "Ya Rasulullah sesungguhnya kami besok akan berhadapan dengan musuh dan kami tidak mempunyai pisau (untuk sembelih). Maka Nabi saw bersabda: Apa saja yang bisa mengalirkan darah dan disebutkan atasnya nama Allah, makanlah (sembelihan tersebut) apabila yang dipakai untuk penyembelihan itu bukan dengan gigi dan kuku. Dan saya akan menerangkan itu kepadamu. Adapun gigi itu adalah tulang dan adapun kuku itu adalah pisau menurut kaum Habasyah." (HR. Ahmad dan Al-Baihaqi).
Setelah itu, biarkan darah ayam keluar dengan waktu minimal tiga menit. Pastikan ayam yang akan masuk ke dalam proses perendaman air panas harus sudah mati. Jangan lupa membaca doa sembelih ayam sebelum menyembelih.
Tidak Memutus Tulang Leher
Penyembelih tidak diperbolehkan makan, minum, atau aktivitas lainnya yang menyebabkan lalai mengucapkan basmalah. Pastikan untuk menyembelih pada pangkal leher ayam dengan memutus saluran pernapasan, saluran makan, dan dua urat lehernya dengan sekali sayatan tanpa mengangkat pisau. Selain itu, proses penyembelihan dilakukan dari leher bagian depan dan tidak memutus tulang leher.