Atap Belasan Rumah di Jogja Rusak Diterjang Angin Kencang, Ini Faktanya
Pada Kamis (5/5) sore, wilayah Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, diterjang angin kencang. Kejadian ini menyebabkan belasan rumah mengalami kerusakan di bagian atap. Di samping itu, angin kencang ini juga menyebabkan satu rumah roboh dan sejumlah pohon tumbang.
Pada Kamis (5/5) sore, wilayah Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, diterjang angin kencang. Kejadian ini menyebabkan belasan rumah mengalami kerusakan di bagian atap. Di samping itu, angin kencang ini juga menyebabkan satu rumah roboh dan sejumlah pohon tumbang.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta, Nur Hidayat mengatakan, sejauh ini kebutuhan utama untuk penanganan awal terhadap kerusakan akibat bencana hidrometeorologi itu adalah terpal yang digunakan untuk menutupi kerusakan pada atap.
Lalu sejauh mana dampak kerusakan yang disebabkan oleh bencana tersebut? berikut selengkapnya:
Tak Ada Korban Jiwa
©Instagram/@bpbdkotajogja
Berdasarkan catatan BPBD Kota Yogyakarta, tercatat satu rumah semi permanen yang berada di Miliran roboh. Namun tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Nur Hidayat mengatakan, warga yang rumahnya mengalami kerusakan cukup berat untuk sementara mengungsi ke rumah saudara mereka.
Sementara itu pohon tumbang yang menutup akses jalan langsung ditangani petugas, sehingga tidak terlalu lama mengganggu arus lalu lintas. Terkait bencana ini, ia mengingatkan pada masyarakat untuk mewaspadai perubahan cuaca secara mendadak karena berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi.
Awal Musim Kemarau
©Instagram/@bpbdkotajogja
Sementara itu, Camat Umbulharjo Rajwan Taufik mengatakan bahwa begitu peristiwa itu terjadi, pihaknya langsung berkoordinasi dengan BPBD Kota Yogyakarta dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan untuk penanganan kerusakan akibat angin kencang di wilayahnya.
“Sebelumnya tindakan awal juga sudah dilakukan langsung oleh warga dan aparat kelurahan dan Kampung Tangguh Bencana (KTB) yang ada di wilayah setempat,” ujar Rajwan dikutip dari ANTARA pada Kamis (5/5).
Berdasarkan perkiraan BMKG, awal musim kemarau di DIY terjadi pada Bulan Mei dengan puncaknya pada Juli dan Agustus. Sifat hujan di musim kemarau ini di atas normal kecuali untuk beberapa wilayah tertentu seperti wilayah Sleman bagian timur dan selatan, Bantul bagian timur, dan Gunungkidul bagian utara.
(mdk/shr)