LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

Apa Itu Gas Air Mata, Ketahui Bahaya dan Cara Pencegahannya

Tentu, sebagian dari Anda juga penasaran, sebenarnya apa itu gas air mata. Gas air mata, atau disebut juga dengan tear gas, adalah sebuah kumpulan senyawa kimia yang dibuat dalam bentuk tabung, granat, atau semprotan bertekanan. Secara umum, ini adalah senjata yang kerap digunakan dalam kegiatan militer dan peperangan.

2022-10-04 14:46:00
Jateng
Advertisement

Indonesia masih dalam suasana berduka, akibat tragedi memilukan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur pada (1/10) lalu. Pasalnya, tragedi ini menyebabkan ratusan suporter klub sepakbola Arema meninggal dan mengalami luka-luka. Di mana sebagian besar korban meninggal akibat paparan gas air mata yang menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan.

Di samping korban meninggal, paparan kabut gas di Kanjuruhan juga mengakibatkan sebagian orang lainnya masih menjalani perawatan intensif hingga saat ini. Baik masalah pernapasan hingga iritasi mata dan kulit. Tak heran, jika penggunaan gas air mata sebagai alat pengamanan dalam pertandingan sepak bola ini semakin dipertanyakan, mengingat sudah terdapat aturan pelarangan.

Tentu, sebagian dari Anda juga penasaran, sebenarnya apa itu gas air mata. Gas air mata, atau disebut juga dengan tear gas, adalah sebuah kumpulan senyawa kimia yang dibuat dalam bentuk tabung, granat, atau semprotan bertekanan. Secara umum, ini adalah senjata yang kerap digunakan dalam kegiatan militer dan peperangan.

Advertisement

Sebagai senjata, tentu gas air mata dirancang sedemikian rupa agar dapat mengganggu dan membawa kerugian pada lawan perang. Bahkan, efek yang yang ditimbulkan dapat berbahaya bagi kesehatan. Dengan begitu, penting bagi masyarakat untuk memahami apa itu gas air mata, bahayanya, dan cara pencegahannya.

Dilansir dari Healhtline, berikut kami merangkum penjelasannya untuk Anda.

Advertisement

Apa Itu Gas Air Mata

Sebelum mengetahui lebih jauh berbagai bahaya gas air mata, perlu dipahami terlebih dahulu apa itu gas air mata. Gas Air mata adalah kumpulan bahan kimia yang digunakan sebagai senjata militer. Biasanya, gas air mata ini dibuat dalam bentuk tabung, granat, atau semprotan bertekanan.

Meskipun disebut sebagai gas air mata, namun ini bukanlah sebuah gas melainkan bubuk bertekanan yang dapat mengeluarkan kabut saat digunakan. Kabut yang keluar inilah yang kemudian disebut gas. Gas air mata ini pertama kali ditemukan oleh ilmuwan Amerika pada tahun 1928. Lalu Angkatan Darat AS mengadopsinya untuk mengendalikan kerusuhan pada tahun 1959.

Sebelum digunakan untuk mengendalikan kerusuhan bagi Angkatan Darat AS, gas air mata telah digunakan sebagai senjata kimia pada Perang Dunia I. Namun, kini penggunaan gas air mata untuk masa perang ilegal dan tidak bisa digunakan sembarangan.

Bahkan, pada tahun 1993, banyak negara di dunia berkumpul di Jenewa untuk menandatangani perjanjian internasional untuk mencegah perang kimia. Dari perjanjian tersebut menyatakan, “Setiap Negara Pihak berjanji untuk tidak menggunakan agen pengendalian huru hara sebagai metode peperangan.” Hampir setiap negara menandatangani perjanjian itu kecuali empat negara anggota PBB: Korea Utara, Sudan Selatan, Mesir, dan Israel.

Efek Berbahaya Gas Air Mata dan Gejalanya

Setelah mengetahui apa itu gas air mata dan sejarahnya, berikutnya perlu dipahami berbagai efek bahaya yang dapat ditimbulkan dari penggunaan gas air mata. Secara umum, kontak dengan gas air mata dapat menyebabkan iritasi pada sistem pernapasan, mata, dan kulit. Rasa sakit terjadi karena bahan kimia dalam gas air mata mengikat salah satu dari dua reseptor rasa sakit yang disebut TRPA1 dan TRPV1.

TRPA1 adalah reseptor rasa sakit yang sama dengan minyak dalam mustard, wasabi, dan lobak untuk memberikan efek yang kuat. Bahkan, gas CS dan CR lebih dari 10.000 kali lebih kuat daripada minyak yang ditemukan dalam sayuran ini.

Biasanya efek dari paparan gas air mata ini berbeda-beda, tergantung beberapa kondisi seperti:

  • Apakah berada di ruang tertutup atau ruang terbuka
  • Berapa banyak gas air mata yang digunakan?
  • Seberapa dekat Anda dengan gas air mata saat dilepaskan
  • Apakah Anda memiliki kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya yang mungkin semakin buruk setelah terpapar

Sementara itu, efek iritasi mata, kulit, dan gangguan pernapasan yang bisa terjadi akibat paparan gas air mata adalah sebagai berikut.

Gejala mata

Segera setelah terpapar gas air mata, Anda dapat mengalami gejala mata berikut:

  • Merobek
  • Penutupan kelopak mata yang tidak disengaja
  • Gatal
  • Sensasi terbakar
  • Kebutaan sementara
  • Pandangan kabur
  • Luka bakar kimia

Paparan jangka panjang atau paparan jarak dekat dapat menyebabkan:

  • Kebutaan
  • Pendarahan
  • Kerusakan saraf
  • Katarak
  • Erosi kornea

Gejala pernapasan dan gastrointestinal

Menghirup gas air mata dapat menyebabkan iritasi pada hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Orang dengan kondisi pernapasan yang sudah ada sebelumnya memiliki risiko lebih tinggi mengalami gejala parah seperti gagal napas. Gejala pernapasan dan gastrointestinal meliputi:

  • Tersedak
  • Terbakar dan gatal pada hidung dan tenggorokan
  • kesulitan bernapas
  • Batuk
  • Mengeluarkan air liur
  • Sesak dada
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Gagal napas

Gejala kulit

Ketika gas air mata bersentuhan dengan kulit yang terbuka, dapat menyebabkan iritasi dan rasa sakit. Iritasi dapat berlangsung selama berhari-hari dalam kasus yang parah. Gejala lain termasuk:

  • Gatal
  • Kemerahan
  • Melepuh
  • Dermatitis alergi
  • Luka bakar kimia

Cara Mengatasi dan Mencegah

Setelah memahami apa itu gas air mata dan berbagai efek bahayanya, terakhir akan dijelaskan bagaimana cara mengatasi dan mencegah dari paparan senyawa kimia ini mematikan ini. Jika Anda terpapar gas air mata, sebenarnya tidak ada obat penawar yang bisa digunakan, selain mengobati sesuai gejala yang dialami.

Menurut rekomendasi, orang yang terpapar gas air mata harus segera menjauh dari sumber gas air mata setelah terpapar dan mencari udara segar. Biasanya uap dari gas air mata akan mengendap di tanah, jadi sebaiknya mencari tempat yang tinggi jika memungkinkan.

Setelah itu, dianjurkan untuk melepas pakaian yang telah terkontaminasi dengan kabut gas air mata. Jika memungkinkan Anda bisa mandi dengan memakai sabun hingga bersih agar uap yang menempel di permukaan kulit dapat hilang.

Sementara itu, cara mencegah dari paparan gas air mata adalah dengan tidak mendekat atau menjauh dari potensi gas air mata. Untuk meminimalisir paparan, Anda disarankan untuk menutup mulut, hidung, dan kulit sebaik mungkin.

Gunakan syal atau bandana untuk menutup hidung dan mulut dengan rapat agar mencegah sebagian gas masuk ke saluran pernapasan. Selain itu, mengenakan kacamata juga membantu melindungi mata dari risiko iritasi yang dapat terjadi.

(mdk/ayi)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.