LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JATENG

Anjuran Maaf dan Memaafkan dalam Islam, Pahami Tingkatannya

Meskipun begitu, maaf dan memaafkan seharusnya bukan sekedar kata yang terucap melainkan harus dihayati dengan hati. Dalam hal ini, terdapat tingkatan dalam maaf dan memaafkan yang dianjurkan oleh umat muslim. Tingkatan ini berupa menahan amarah, memaafkan, dan berbuat baik terhadapnya

2022-04-26 16:16:00
Jateng
Advertisement

Maaf dan memaafkan sudah menjadi anjuran baik yang diajarkan dalam agama Islam. Bahwa sesama manusia harus saling memaafkan atas kesalahan yang pernah dilakukan. Di mana orang yang melakukan kesalahan harus mengakui dan memohon maaf dengan tulus, begitu pula dengan orang yang mendapatkan perlakuan buruk juga wajib memaafkan dengan ikhlas.

Bahkan, anjuran maaf dan memaafkan ini sudah menjadi tradisi khusus yang dilakukan umat muslim setiap tahun, yaitu pada momen perayaan Idulfitri. Setelah berpuasa menahan hawa nafsu pada bulan Ramadan, umat muslim merayakan kemenangan dengan penuh rasa syukur dan gembira. Momen ini juga menjadi kesempatan bagi sesama manusia untuk saling maaf dan memaafkan.

Meskipun begitu, maaf dan memaafkan seharusnya bukan sekadar kata yang terucap melainkan harus dihayati dengan hati. Dalam hal ini, terdapat tingkatan dalam maaf dan memaafkan yang dianjurkan oleh umat muslim. Tingkatan ini berupa menahan amarah, memaafkan, dan berbuat baik terhadapnya

Advertisement

Tiga tingkatan tersebut dianjurkan bagi setiap umat muslim ketika mengalami perlakuan atau perbuatan buruk dari seseorang. Tingkatan ini dapat menghindarkan Anda dari sikap-sikap yang dapat merusak persaudaraan antar sesama manusia. Dengan begitu, penting bagi Anda untuk memahami bagaimana anjuran maaf dan memaafkan yang baik dalam Islam.

Dilansir dari NU Online, berikut kami merangkum penjelasannya untuk Anda.

Advertisement

Syarat Memohon Maaf dan Memaafkan

indiatimes.com

Dalam anjuran maaf dan memaafkan, pertama perlu dipahami terlebih dahulu syarat memohon maaf dan memaafkan. Pertama, orang yang ingin memohon maaf harus menyesali perbuatan terlebih dahulu, baru kemudian memohon maaf atas kesalahan yang telah dilakukan pada seseorang.

Permintaan maaf tersebut harus disertai dengan niat untuk tidak mengulangi lagi di kemudian hari. Selain itu, Anda juga perlu memohon maaf sambil mengembalikan hak dari seseorang yang pernah diambil.

Artinya, Anda memberikan ganti rugi sebagai bentuk bahwa Anda tulus dan bersungguh-sungguh atas permintaan maaf tersebut. Jika berupa materi, maka harus menggantinya dengan materi, jika berupa non materi maka Anda bisa menjelaskan kesalahan dan memohon maaf dengan tulus.

Kedua, orang yang memaafkan juga harus memenuhi syarat khusus. Syarat orang yang memaafkan harus bisa tulus dan ikhlas menghilangkan dendam yang membara dalam hati. Jika memaafkan orang lain namun masih menyimpan dendam, bisa jadi Anda hanya menahan amarah yang ada dalam hati.

Dengan begitu, orang yang mau memaafkan berarti mampu menghilangkan noda dan bekas luka di hatinya. Barulah, maaf diterima dengan baik dan hubungan dengan orang tersebut masih dapat terjalin dengan baik.

Tingkatan Maaf dan Memaafkan

Setelah mengetahui syarat dalam anjuran maaf dan memaafkan, terakhir akan dijelaskan tingkatan sikap dalam menghadapi seseorang yang melakukan kesalahan. Jika seseorang melakukan kesalahan pada Anda, maka dianjurkan untuk mengambil paling tidak satu dari tiga sikap, yaitu menahan amarah, memaafkan, dan berbuat baik terhadapnya.

“(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.” (QS Ali Imran: 134)

Jika Anda belum mampu berbuat baik terhadapnya, maka dianjurkan untuk memaafkan kesalahan yang dilakukan oleh orang tersebut. Jika Anda belum dapat memaafkan, maka sebaiknya Anda menahan perasaan marah yang ada dalam hati.

Tiga tingkatan tersebut dianjurkan agar dapat menghindarkan Anda dari sikap-sikap yang dapat merusak persaudaraan antar sesama manusia. Jika belum dapat merelakan dan menghapus bekas luka dalam hati, paling tidak Anda bisa menahan marah, tidak impulsif dalam bersikap.

Kemudian seiring waktu, Anda bisa memproses apa yang sudah terjadi dan belajar tentang keikhlasan. Meskipun bukan suatu hal yang mudah, namun penting bagi setiap umat muslim untuk belajar ikhlas dalam menghadapi berbagai hal dalam hidup. Menyerahkan diri pada Allah adalah sebaik-baiknya sikap yang dekat dengan pertolongan dan kebaikan Allah.

(mdk/ayi)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.